Susi, Menteri Yang Terbuang

Susi, Menteri Yang Terbuang
Istimewa
3 minute read

“Ibu Susi Pudjiastuti yang memulai dan menjadi yang pertama untuk upaya konsisten melawan segala bentuk aktivitas ilegal di laut, tidak hanya soal penangkapan ikan ilegal.” ~ Direktur Jenderal FAO, Jose Graziano da Silva.


PinterPolitik.com

[dropcap]I[/dropcap]ndonesia emang negara yang unik. Terlebih di dunia politik segala sesuatu bisa dinilai secara terbalik. Yang buruk jadi baik, dan yang baik pun bisa tampak buruk. Karena semua penilaian hanya berdasarkan persepsi yang dibangun media. Jadi wajar aja kalau sejumlah politisi culas menggunakan media untuk alat propaganda, baik itu untuk menjelekan citra politisi lain.

Akibatnya akan ada aja politisi lain yang menjadi korban atas kekejaman media. Seperti halnya yang pernah dihadapi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Meski udah empat tahun menjadi Menteri dengan beragam kebijakan yang fundamental, tapi nyatanya masih ada aja tuh pihak-pihak yang memandang sinis.

Contohnya aja pada kebijakan pelarangan alat tangkap cantrang. Padahal kebijakan ini dimaksudkan untuk kesejahteraan nelayan dan menjaga sumber daya kelautan. Tapi ya gitu deh, tetep aja ada politisasi seakan kebijakan ini tidak pro terhadap nelayan. Hadeuh, aya aya wae ah. Kok rasanya Menteri Susi seakan terbuang di negeri sendiri ya.

Belom lagi mengenai kebijakan penenggelaman kapal asing yang dianggap berpotensi membuat persengketaan dan hubungan diplomasi antar kedua negara menjadi terganggu. Ah, kalau yang ini mah lebay. Kapal laut yang ditenggelamkan kan memang tertangkap basah melakukan illegal fishing, ya sok atuh mereka diberi sanksi.

Kalau negara yang bersangkutan justru membela nelayan yang melakukan illegal fishing tersebut, artinya negara itu memang mendukung pencurian ikan di negara tercinta kita. Gak usah sungkan sama negara pencuri kayak gitu. Tenggelamkan ya tengkelamkan, titik. Karena dibalik kebijakan ini ada martabat bangsa di dalamnya.

Emangnya poltisi yang suka kritik itu berbicara atas nama siapa sih? Rakyat? Kok eike ragu ya. Ah, palingan diem-diem ada titipan sponsor aja tuh dari cukong-cukong mafia perikanan. Halah, ayo ngaku!Tapi ok lah Menteri Susi di dalam negeri gak terlalu diapresiasi. Ya setikdaknya cuma di mata mereka itu. Tapi di dunia internasional diapresiasi loh.

Seperti yang baru-baru ini disampaikan Direktur Jenderal Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa Bangsa atau FAO (Food and Agriculture Organization), Jose Graziano da Silva memuji Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti atas upayanya melawan segala aktivitas ilegal di tengah laut. Ini baru Menteri caem abis.

Mmm, kalau dipikir-pikir boleh juga nih Menteri yang satu ini dicalonin jadi Cawapres di Pilpres 2019 mendatang. Toh dibalik orang-orang yang mengkritik itu, masih banyak masyarakat yang mendukung kebijakan Menteri Susi. Cocok gak ya kira-kira Menteri Susi untuk disandingkan dengan Pakde Jokowi di Pilpres mendatang? Kalau sekarang aja mafia perikanan banyak yang pada gerah, gimana nanti kalau beneran sukses jadi Wapres. Beuh, yang ada semua mafia pada nangis termehek-mehek, hahaha. (K16)