Soal Cawagub, Gerindra Ghosting PKS?

Soal Cawagub Gerindra Ghosting PKS
Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman. (Foto: Istimewa)
3 minute read

“Don’t go ghost on me, I’ma go thriller on you” – Drake, penyanyi rap asal Kanada


PinterPolitik.com

Penantian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memiliki seorang wakil gubernur tampaknya semakin mendekati akhir nih. Pasalnya nih, beberapa waktu lalu, Partai Gerindra baru saja mengumumkan kalau mereka dan pihak dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah bersepakat mengenai siapa-siapa yang diajukan sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Kabarnya, masing-masing partai mengirimkan satu kadernya untuk bersaing memperebutkan kursi Wagub yang ditinggalkan oleh Pak Sandiaga Uno tersebut. Di antaranya adalah Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS.

Kata Pak Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sih, semua pihak sudah sepakat kok soal nama-nama tersebut. Namun, sepertinya, masih ada miskomunikasi nih di antara pihak-pihak tersebut. Soalnya, pihak PKS dikabarkan tidak tahu-menahu soal rencana Gerindra yang mengumumkan dua cawagub itu ke publik.

Waduh, masalah lagi dong. Kan, seharusnya, udah bagus ya ada kesepakatan setelah polemik panjang soal posisi wagub DKI Jakarta.

Katanya sih, PKS memang sudah sepakat soal pencalonan dua nama itu. Namun, PKS menganggap Gerindra bertindak secara unilateral soal pengumuman cawagub ke publik tersebut.

Kabarnya, Ketua DPW PKS Syakir Purnomo baru mendapatkan undangan tersebut dari Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik pada malam hari sebelum hari ketika pengumuman dilakukan. Pesan itupun baru dibalas oleh Pak Syakir pada pagi harinya yang berisikan permintaan agar kegiatan tersebut ditunda karena tidak adanya perwakilan PKS yang dapat hadir.

Tapi, balasannya Pak Syakir ini nggak direspons tuh sama Pak Taufik sampai pengumuman akhirnya benar-benar digelar. Hmm, kelakuan kayak gini ini nih yang kita juga sering alami, yakni chat yang tak berujung dibalas.

Hal seperti ini biasanya disebut ghosting tuh. Ghosting sendiri adalah istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan situasi di mana salah satu pihak tiba-tiba menghilang dan memutus komunikasi.

Hmm, masa iya partai-partai politik main ghosting juga. Mungkin, Gerindra ingin meniru Peter Parker alias Spider-Man di film Spider-Man: Far From Home (2019). Di film itu, dikisahkan bahwa Peter berusaha menghindari panggilan telepon dari Nick Fury.

Ya, jangan sampai lah ghosting terus-terusan. Kan, seperti kata Pak Syakir, jadi terlihat nggak kompak antara PKS dan Gerindra nanti. Ya, semoga saja permainan ghosting ini tidak mengganggu proses pemilihan cawagub DKI Jakarta. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.