Semua Bedil di Tangan Jokowi

Foto: Istimewa
2 minute read

Bukan hanya Jenderal TNI dan Polri aktif yang mengaku setia kepada Jokowi, dukungan juga datang dari kalangan purnawirawan. Semakin kuat presiden kita ini.


PinterPolitik.com

[dropcap size=big]A[/dropcap]gum Gumelar, Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) mengatakan bahwa sudah pasti Purnawirawan TNI-Polri akan mendukung klaim Pancasila milik pemerintah, kalau perlu melindunginya dari rongrongan oposisi radikal.

Tidak bingung lah kita kalau mulut oposisi begitu getol bergosip tentang kediktatoran Jokowi. Pasalnya, mereka memang tidak memiliki dukungan dari semua kalangan bersenjata, seperti halnya yang Jokowi dapatkan saat ini. Oposisi begitu bingung, mengaku mereka Pancasilais, tapi tak punya bedil untuk melindungi Pancasila.

Perebutan klaim siapa yang paling Pancasilais sudah jadi hal biasa. Seringkali Pancasila hanya dijadikan komoditas kampanye dan pemanis lidah politisi. Kalau belum Pancasila, belum afdol rasanya. Tapi, giliran pemerintah yang sah memegang bedil mau melindungi Pancasila, malah ditunjuk-tunjuk diktator. Hadeuh, susah ya menyenangkan oposisi.

Nah karenanya, oleh Jokowi sekalian saja oposisi ini dihajar pakai bedil. Maksudnya, dipukul pakai gagangnya bedil lho, biar mereka bangun. Bangun dari mimpi kalau Pancasila mereka yang punya. Tidak, Pancasila hanya milik Jokowi,


Sudah kemarin membuat Perppu Ormas, kemudian membuat UKP-PIP, lalu didukung kesetiaan TNI dan Polri aktif, didukung pula oleh menteri-menterinya, sekarang didukung Purnawirawan TNI-Polri! Bayangkan kuatnya presiden kita ini!!!

Thailand yang punya kerajaan saja tidak bisa sekuat itu lho. Padahal monarkinya sudah berdiri dari zaman dulu, tapi tetap saja tidak bisa memegang militer. Kudeta terus-terusan. Stabilitas jatuh bangun.

Jokowi? Sudah dikatakan presiden terlemah dan dibilang kurang gemuk sama orang PKS, Jokowi lantas banyak makan dan main tembak-tembakan. Sekarang, sudah agak gemuk dan jago megang senapan, dituduh diktator sama wakil ketua DPR.

Begitu lah ya, kalau mau mencapai stabilitas politik dalam demokrasi, harus cerdas-cerdas gurih seperti Presiden Jokowi. (R17)