Sebulan Mencari Harun Masiku

Sebulan Mencari Harun Masiku
Ketua KPK Firli Bahuri ketika ditanyai oleh para awak media. (Foto: Elshinta)
3 minute read

“This is just part one, wait ’til the sequel” – Big Sean, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Ramai-ramai soal virus Corona sepertinya nggak ngebikin masyarakat Indonesia lupa nih dengan beberapa persoalan hukum dan politik yang menghantui negara ini. Bagaimana tidak? Beberapa waktu lalu, sebuah kelompok bernama Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan agar lembaga itu dapat menetapkan tersangka baru dalam kasus pergantian antarwaktu (PAW) PDIP.

Kuasa hukum MAKI Rizky Dwi Cahyo Putra menjelaskan bahwa, berdasarkan bukti-bukti yang ada, KPK sudah seharusnya menambah tersangka yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, seperti Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan eks-calon legislatif PDIP Donny Tri Istiqomah.

Selain kasus yang belum juga berkembang ini, buronan Harun Masiku hingga kini juga belum ditemukan. Hmm, padahal, Pak Harun kemarin sudah menyebabkan “drama” yang luas lho dampaknya.

Pada bulan Januari lalu misalnya, simpang siur keberadaan Pak Harun membuat banyak pihak kerepotan tuh, seperti Tim Hukum PDIP, KPK, Direktorat Jenderal Imigrasi, hingga Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly sendiri. Sampai-sampai, Pak Yasonna ramai tuh diminta mundur gara-gara dianggap udah nyebarin berita yang salah soal keberadaan Pak Harun.


Belum lagi, Pak Menkumham juga harus ngebikin tim pencari fakta soal keberadaan satu buron ini. Mantan Dirjen Imigrasi Ronny Sompie juga kena imbasnya dengan mutasi yang dilakukan Pak Yasonna.

Hmm, tapi nih, setelah drama dalam sebulan ini berjalan, ending dari kisah ini tampaknya juga jauh belum selesai. Pasalnya, meski telah berstatus sebagai buron selama sebulan lebih – sejak 9 Januari 2020, KPK mengakui bahwa update soal keberadaan Pak Harun belum juga ada.

Waduh, kan, jadi menggantung dong “drama” soal Pak Harun ini. Hmm, bukan tidak mungkin, kan, publik menanti-nanti kelanjutan kisah ini. Seperti film dan seri, sebagian besar dari kita pasti merasakan hal serupa bila ending-nya masih menggantung.

Boleh jadi, inilah sebabnya publik kini menuntut kisah lanjutan agar dapat segera mengetahui ending-nya. Apalagi, beberapa tokoh yang disebut namanya oleh MAKI udah pernah muncul sebagai “cameotuh di kisah-kisah operasi tangkap tangan eks-Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan buronan Harun Masiku.

Mungkin, sebagian elemen masyarakat tersebut ingin Pak Hasto punya ceritanya sendiri di KPK. Kan, bagus tuh karena bisa membantu publik untuk mengetahui ending sebenarnya. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.