Rupiah Melemah, Salah Siapa?

Rupiah Melemah, Salah Siapa?
Istimewa
3 minute read

“Kalau (Penurunan Nilai Mata Uang) arusnya berasal dari pernyataannya Mr Powell (The Fed) atau Presiden Trump, itukan seluruh dunia terpengaruh. Jadi kita menjaga supaya nilai tukar Rupiah tidak mendapatkan sentimen berlebih dibandingkan yang berasal dari luar.” ~ Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.


PinterPolitik.com

Nilai tukar Rupiah kembali bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 7 Maret. Rupiah bahkan terpantau tembus ke level Rp13.720 per dollar AS. Yah, nilai Rupiah jangan melemah terus dung. Kan serem kalau sampai kayak zaman Krismon (Krisis Moneter) tahun 1998/1999.

Saat Krismon 1998, nilai Rupiah memang berada pada titik Nolnya, yaitu Rp17.000 per dollar AS, atau terdepresiasi lebih dari 80 persen. Dibanding nilai rupiah sekarang ini, memang masih jauh dari kata mengkhawatirkan. Lalu kenapa harus panik kebakaran jenggot?

Yang panik sih gak ada. Tapi yang ngerusuh biar seakan-akan perlu menyikapi berlebih sih ada. Siapa tuh orangnya? Siapa lagi kalau bukan Anggota Dewan Yang Terhormat, Fadli Zon itu. Lagi-lagi dia melontarkan kritikannya pada Pemerintah, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Demen banget cari sensasi ya, Bang Fadli ini.

Fadli menilai, saat ini upaya pemerintah yang diwakili Kementerian Keuangan untuk memperkuat nilai tukar rupiah belum optimal. Padahal, saat ini sudah ada intervensi dari Bank Indonesia. Dia merasa aneh aja karena Pemerintah Indonesia selalu bangga dengan pujian International Monetary Fund (IMF) atas kinerja ekonomi yang baik. Padahal, aslinya di lapangan sedang mengalami krisis.


Nah, artinya nih Sri Mulyani dianggep jarang main di lapangan, jadi ga tau kondisi riilnya. Walah walah. Masa Sri Mulyani yang dinobatkan sebagai Menteri Terbaik Dunia dianggep gak tau situasi riil di lapangan? Pencemaran nama baik nih ke Ibu Sri Mulyani! eh, gak deng, becanda, hahaha.

Baca juga :  Tugas Baru Jokowi untuk Ma’ruf

Palingan Sri Mulyani bakal bilang sabodo teuing ke Fadli Zon. Pasalnya, Sri Mulyani beranggapan pelemahan rupiah belakangan ini lebih dikarenakan sentimen yang berasal dari AS. Salah satunya pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengindikasikan bakal adanya kenaikan suku bunga acuan The Fed. Oh begitu toh Bu.

Pernyataan itu memengaruhi persepsi pelaku pasar AS. Pelaku pasar AS yang selama ini menempatkan dananya di berbagai negara termasuk di Indonesia, akhirnya menarik dana tersebut. Begitulah kira-kira asumsi dasar kenapa nilai tukar rupiah sedang melemah saat ini. Jadi kalau Fadli Zon menganggap situasi nilai uang Rupiah berpotensi seperti dulu (zaman krismon), ya jauh lah ya.

Menurut Sri Mulyani, terlalu prematur buat berasumsi ke sana. Kayaknya sebelum cuap-cuap masalah ekonomi, Bang Fadli harusnya ngambil mata kuliah umum ekonomi dari Bu Sri Mulyani dulu deh. Biar pinter dikit gitu maksudnya hahaha. (K16)