Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Ruang Publik > Kesempatan Emas untuk Blok Rokan? (Part 5)

Kesempatan Emas untuk Blok Rokan? (Part 5)

Oleh Robert P. Radjagoekgoek, Mahasiswa S-3 Program Hukum di Universitas Pelita Harapan (UPH)

Pinter Politik - Sunday, October 31, 2021 16:00

0 min read

Harga minyak dunia terus meningkat hingga mendekati USD 100 – atau sekitar Rp 1,4 juta – per barel. Peningkatan ini bisa jadi momentum yang tepat untuk mengebut drilling di Blok Rokan, Riau.


PinterPolitik.com

Sekitar seminggu lalu, ramai pemberitaan mengenai peningkatan harga minyak jenis brent yang kini berada pada nilai USD 85,08 – sekitar Rp 1,21 juta – per barel dan harga minyak jenis light sweet dengan harga USD 82,97 – sekitar Rp 1,18 juta – per barel. Mendengar kabar tersebut, sejumlah pemimpin negara yang bertumpu pada ekspor minyak – seperti Presiden Rusia Vladimir Putin – disebut mulai ambil ancang-ancang.

Tentu, ini bisa saja menjadi kesempatan bagi Pertamina Hulu Rokan (PHR) kini menangani produksi minyak di Blok Rokan, Riau – dulu dioperasikan oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Bukan tidak mungkin, PHR dapat menjadi salah satu kontributor besar dalam produksi minyak Indonesia.

Sesuai pengalaman dari penulis selama bekerja 30 tahun lebih di industri drilling and completions team di CPI, penulis berpendapat bahwa, untuk mempertahankan dan/atau menaikkan produksi lifting, dapat dilakukan beberapa cara utama, yaitu (1) menambah pengeboran sumur produksi minyak dan gas, (2) melakukan perbaikan- perbaikan sumur-sumur-sumur lama (wellwork dan well service), dan (3) melakukan perbaikan-perbaikan atau dan penggantian pipa-pipa saluran minyak produksi minyak dan gas. Untuk penjelasan lebih lanjut, Anda bisa membaca tulisan penulis yang berjudul Blok Rokan 2021 di Bawah Pertamina (Part 2).

Rencana pengeboran sendiri telah disampaikan oleh Erwin Suryadi yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi Pengelolaan Barang dan Jasa SKK Migas. Demi mencegah penurunan produksi, SKK Migas menargetkan penyelesaian pengeboran sebanyak 192 sumur oleh CPI dan dilanjutkan oleh PHR. SKK Migas juga memberikan dukungan percepatan pengadaan barang dan jasa – termasuk dukungan dengan persetujuan daftar pengadaan barang dan jasa (procurement list) yang diperlukan, serta mengawal jalannya proses pengadaan untuk kebutuhan – memastikan        pemenuhan program kerja tersebut.

Penulis berpendapat bahwa, dengan harga minyak makin hari makin mahal dan mendekati USD 100 – sekitar Rp 1,4 juta – per barel, dapat dilakukan penambahan jumlah drilling rig dari jumlah semula 16 drilling rig yang sedang aktif saat ini menjadi 20-24 drilling rig. Upaya ini dapat dilakukan berkaca pada pengalaman CPI yang pernah melakukan pengeboran dengan jumlah drilling rig sebanyak 24 drilling rig sekitar tahun 2006-2010 dan menaikkan 29 workover per well service rig menjadi sekitar 40-50 rig. Selain itu, CPI juga pernah menjalankan penggunaan 50-55 workover per well service rigs sekitar tahun 2013-2017.

Sebuah pertanyaan pun mencuat. Apakah ada kemampuan sumber daya manusia, jumlah sumber daya manusia, kontraktor drilling/workover/well service, serta persediaan dan pengadaan barang-barang dari sumur baru atau sumur perawatan? Penulis berpendapat bahwa kemampuan sumber daya manusia jelas ada karena masih ada eks-CPI yang mempunyai pengalaman pengeboran.

Jumlah sumber daya manusia terutama supervisor di lapangan (perwira lapangan rig) bisa direkrut dari eks-CPI yang baru pensiun yang berumur sekitar 58-65 tahun. Penulis berpendapat bahwa mereka merupakan orang-orang yang masih energik untuk menjadi perwira lapangan (rig supervisor) atau me-manage rig dengan setiap perwira lapangan yang  mengawasi dua drilling, workover, atau well service rig).

Mengenai kontraktor drilling/workover/well service, penulis berpendapat bahwa terdapat masih banyak kontraktor rig – apalagi dengan adanya Pertamina Drilling Service Indonesia yang mempunyai banyak rig sebagai pendatang baru yang beroperasi di daerah Blok Rokan. Soal persediaan dan pengadaan barang-barang dari sumur baru atau sumur perawatan, penulis berpendapat bahwa PHR dapat bekerja sama dengan SKK Migas dengan melakukan segera percepatan pengadaan barang-barang untuk sumur tersebut.

Pertanyaan berikutnya yang ada di benak penulis adalah perihal dana untuk melakukan kegiatan itu. Penulis menilai bahwa SKK Migas dan PHR dapat menggandeng CPI atau pihak lain yang punya dana untuk melakukan kegiatan tersebut. Upaya untuk menggandeng pihak lain ini diperlukan karena dapat membutuhkan biaya yang sangat besar.

Bila kita mendengar pendapat Putin soal kenaikan harga minyak ini, penulis pun sependapat – bahkan kenaikan diprediksi bisa tembus hingga Rp 1,4 juta per barel – seperti pada tahun 2011. SKK Migas perlu mengambil kesempatan emas dari kenaikan harga ini.

Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh SKK Migas, yakni dengan menaikkan jumlah drilling atau workover/well service rig. Penulis percaya bahwa produksi minyak Blok Rokan dapat dipertahankan di atas sekitar 160.000 barel per hari pada penghujung tahun 2021.

Penulis percaya SKK Migas, PHR, dan kontraktor drilling dapat melakukan penambahan pengeboran sumur produksi, perawatan sumur, perawatan pipa-pipa minyak. Pasalnya, bukan tidak mungkin, kondisi harga minyak yang semakin mahal ini akan menaikkan devisa negara

Tentunya, semua kontribusi dari pihak-pihak terkait ini dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan nasional – demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia – karena minyak dan gas (migas) masih menjadi salah satu sumber daya alam yang paling berkontribusi bagi pendapatan negara ini. Hal ini juga sesuai dengan amanat dalam konstitusi Pasal 33 UUD NRI 1945 dan tujuan kegiatan usaha migas yang tertuang dalam UU No. 22 Tahun 2001, yakni dengan tujuan akhir untuk kesejahteraan umum (public prosperity atau social welfare) – seperti yang dituangkan dalam tulisan penulis bagian pertama, kedua, dan ketiga.


Tulisan milik Robert P. Radjagoekgoek, Mahasiswa S-3 Program Hukum di Universitas Pelita Harapan (UPH).


Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.


Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait