Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Ruang Publik > Indonesia Akhirnya ‘Merdeka’ dari Covid-19?

Indonesia Akhirnya ‘Merdeka’ dari Covid-19?

Oleh Joshua Kurlantzick

Pinter Politik - Sunday, October 10, 2021 19:00
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pejabat-pejabat pemerintahan lainnya meninjau kegiatan vaksinasi massal di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta pada Mei 2021 lalu. (Foto: BPMI Setpres)

0 min read

Indonesia yang sebelumnya disebut-sebut menjadi negara dengan kondisi wabah Covid-19 terburuk di Asia – bahkan di dunia – akhirnya mulai berhasil mengontrol penyebaran virus ini. Apakah Indonesia akhirnya berhasil untuk benar-benar ‘merdeka’ dari Covid-19?


PinterPolitik.com

Indonesia telah melalui masa-masa sulit dalam menangani salah satu wabah Covid-19 terburuk di Asia – dan bahkan di dunia. Pada awal Agustus, gelombang kedua Covid-19 yang melanda negara kepulauan ini diperkirakan telah menyebabkan sekitar lima puluh ribu kematian dalam beberapa minggu – dengan jumlah total infeksi dalam jutaan.

Beberapa minggu sebelumnya, Indonesia telah dinyatakan sebagai salah satu episentrum virus dunia, dan negara itu berjuang untuk memenuhi kebutuhan oksigen, tempat tidur pasien, dan kebutuhan lainnya untuk penderita Covid-19. Angka-angka ini mungkin belum lengkap karena Indonesia secara fisik adalah negara yang luas dan mungkin sulit untuk mengumpulkan statistik dari beberapa bagian kepulauan yang lebih terpencil.

Alasan mengapa Indonesia sangat terpukul sebenarnya sangat kompleks. Memang, di awal pandemi – baik Presiden Joko Widodo, atau Jokowi, maupun para petinggi lainnya – melakukan kesalahan besar. Beberapa dari pejabat ini malah mempromosikan pengobatan alami yang belum teruji untuk virus Corona yang baru ini.

Sementara, Jokowi kadang-kadang tetap ragu untuk mengambil tindakan keras untuk menangani ancaman virus tersebut. Jokowi sendiri menggembar-gemborkan jamu untuk melawan Covid-19 dan, pada tahun 2020, tidak ada tindakan yang jelas selama Hari Raya Idulfitri, yakni kala orang-orang bermigrasi ke seluruh negeri dan memunculkan kekhawatiran akan virus Corona yang baru.

Baru-baru ini, ketika Jokowi telah mengambil langkah-langkah yang lebih ketat dan didasarkan secara ilmiah, gelombang kasus baru disebabkan oleh beberapa faktor di dalam kendali Indonesia dan faktor lain yang tidak. Di negara besar dengan pulau-pulau yang padat dan sektor informal yang besar, tentu saja sulit untuk menahan virus.

Varian Delta membuat penularan lebih mudah, dan negara-negara di kawasan seperti Myanmar, yang hampir tidak memiliki kemampuan untuk menahan Covid-19, mungkin menyebarkan virus ini ke seluruh Asia Tenggara. Tidak seperti negara-negara kaya di kawasan seperti Singapura, Indonesia tidak memiliki akses awal yang luas ke vaksin, dan saat ini hanya memiliki 18,5 persen dari populasi yang memenuhi syarat yang divaksinasi penuh.

Memang, varian Delta Covid-19 yang lebih menular – dikombinasikan dengan kurangnya tingkat vaksinasi yang tinggi di sebagian besar Asia Tenggara – telah menyebabkan wabah baru hampir terjadi di mana-mana pada kawasan ini. Bahkan, negara-negara yang disebut-sebut sebagai kisah sukses besar pada tahun 2020 – seperti Vietnam dan Thailand yang tahun lalu memiliki sedikit atau tidak ada kasus menular domestik dan diakui oleh spesialis kesehatan masyarakat – kini rata-rata sekitar sembilan ribu atau sepuluh ribu kasus baru per hari.

Namun, Indonesia sekarang tampaknya telah berbelok. Jumlah kasus menurun menjadi rata-rata hanya di bawah dua ribu kasus harian dan tingkat kematiannya juga menurun. Beberapa dari penurunan ini mungkin hanya terjadi karena virus telah memotong petak yang begitu besar.

Meski begitu, Indonesia juga mengambil tindakan yang lebih proaktif. Indonesia telah mulai mengumpulkan lebih banyak vaksin dari Tiongkok, serta mendapatkan sumbangan dari Selandia Baru dan negara-negara lain, serta para pejabat terkemuka juga mulai lebih agresif memerangi keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin. Negara ini juga telah meningkatkan kapasitas pengujian dan penelusurannya.

Pengamanan Indonesia masih belum terlalu bagus. Negara ini menempati urutan ke-49 dari 53 negara yang diteliti dalam Peringkat Ketahanan Covid-19 oleh Bloomberg – meskipun studi itu tidak memasukkan negara-negara yang lebih tertinggal daripada Indonesia yang mungkin akan jatuh jauh lebih rendah dalam daftar tersebut.


Artikel ini sebelumnya telah tayang di Council on Foreign Relations dengan judul "Indonesia Finally May Have Turned a Corner on COVID-19" dan telah diterjemahkan serta dipublikasikan ulang di PinterPolitik.com atas seizin penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.



Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait