Risma Siap Salam Ala Presiden?

Tri Rismaharini Salam Ala Presiden
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto : Jawa Pos)
2 minute read

“There is no higher religion than human service. To work for the common good is the greatest creed.”

– Woodrow Wilson


 PinterPolitik.com

Larangan. Kayaknya umat beragama udah kenyang dengan ini. Menambah rasa kenyang pun MUI Jawa Timur punya menu baru. Melalui imbauan dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken oleh Ketua MUI Jawa Timur KH. Abdusshomad Buchori, umat Islam dilarang mengucapkan salam agama lain. Katanya sih bid’ah dan tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Tentunya gak semua setuju. Tengok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau biasa disapa Bu Risma. Bu Risma ini dengan jelas bilang kalo beliau gak bisa menerapkan imbauan itu. Sebagai pemimpin sudah sepatutnya dia menghormati perbedaan agama di masyarakat. Bu Risma pun menambahkan kalo warga Surabaya itu reno-reno (macam-macam) agamanya. Jadi gak mungkin diterapkan di Surabaya, yang ironisnya ibukota Jawa Timur.

Selain Bu Risma, ada juga ulama yang gak setuju. Contohnya Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii. Buya Syafii menganggap bahwa imbauan MUI Jatim tersebut itu berlebihan. Harusnya dalam masyarakat yang majemuk macam di Indonesia lebih mengutamakan Bhinneka Tunggal Ika. Cie, unity in diversity ala nusantara lah.

Ironisnya, berkaca dari sejarah para Presiden Indonesia dari zaman Soekarno sampai Jokowi, salam pun sebenarnya cukup majemuk. Presiden Soekarno baru menggunakan ucapan Assalamualaikum Wr. Wb. ketika memasuki tahun 1950-an, sebelumnya mah plural aja.

Soeharto sendiri biasanya pake salam “Hadirin yang berbahagia”. Bacharuddin Jusuf Habibie pun sebelum salam Agama Islam tak lupa menghormati hadirin sebangsa dan setanah air.

Trio Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pakemnya malah salam sejahtera. Pak Jokowi bahkan pake salam dari berbagai agama. Tentunya hal ini mengingatkan kita ketika seseorang menjadi pemimpin sangat penting untuk memuliakan semua rakyatnya.

Tuh kan bukan gak pernah dilakukan sebelumnya. Lebih tepatnya memberi salam agama lain atau salam universal sudah sering dilakukan namun tidak diperbolehkan oleh beberapa pihak.

Eh tapi, Bu Risma udah memenuhi kriteria sebagai pemimpin yang egaliter. Kayaknya Bu Risma udah siap nih kasih salam ala presiden yang mencoba mengakui masyarakat dari berbagai latar belakang, sok lah bu maju untuk Pilpres 2024. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.