Rakyat ‘Dipaksa’ Hormati DPR

Rakyat ‘Dipaksa’ Hormati DPR
Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI. (Foto: Merdeka)
2 minute read

“Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat”. ~ Ali Bin Abi Thalib


PinterPolitik.com

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memiliki banyak potret yang memilukan, dimulai dari kasus korupsi sampai kasus yang tidak seharusnya dipertontonkan kepada publik.

Terkadang debat kusir antar wakil rakyatpun tak mencerminkan kepentingan rakyat, tapi hanya kepentingan partainya saja.

Weleeeh weleeeeh, tontonan ini hanya membuat dahi mengkerut saja, kalau itu ada manfaatnya ga ya? Sudah jelas pasti ….ada ga ya? Hmmm, mungkin ada, mungkin pasti tidak. Waduh?

Nah, kalau perilaku anggota yang hanya bisanya diam saja, ikut – ikut aja sih ga usah diomongin kali ya, sudah jelas tak ada faedahnya. Ga usah jadi wakil rakyat kalau cuma iya iya aja, weleeeeh weleeeeh.


Apalagi anggota DPR kerap mendaftar sebagai langganan kasus korupsi, wedeeewww, makelar proyek kali ah. Ada proyek dikit – dikit dikorupsi, hadeuh mau jadi apa negeri ini kalau begitu kelakuan para wakil rakyat?

Bisakah paksa masyarakat menghormati anggota DPR kalau begini adanya? Kayaknya susah deh, masa iya bisa hormat kalau yang dihormatinya aja melakukan perilaku tak terhormat, weleeeeh weleeeeh.

Alhasil, perilaku tak terhormat ini yang membuat masyarakat memandang DPR sebelah mata, bahkan menaruh mosi tak percaya. Wakil rakyat, kau sebenarnya wakilnya siapa sih? Pasti para anggota DPR itu bingung kan? Yaiyalah, mikirin proyek mulu kali ya? Weleeeh weeleeeh.

Sebenarnya yang membuat rusak itu bukan lembaganya, karena kalau dilihat secara kelembagaan, DPR itu merupakan lembaga mulia sebagai penyambung aspirasi rakyat.

Kalau dilihat secara idealnya sih begitu, tapi kalau lihat perilaku anggotanya? Aahhhhh syudahhhlah, kaya yang ga tau aja.

Baca juga :
Sebelum Pak Jokowi Bosan

Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI yang hanya akan menjabat beberapa waktu ke depan dibebankan tanggungjawab menguatkan legitimasi moral para anggota DPR. Berat juga ya membenahi moral anggota DPR.

Tapi, secara pribadi, Bamsoet ingin juga sih membuat masyarakat memberikan rasa hormat kepada DPR karena anggota DPR itu berhak menerima kehormatan.

Memangnya segala bentuk fasilitas, gaji dan yang lainnya bukan merupakan bentuk kehormatan rakyat kepada wakil rakyatnya?

Kan walau rakyatnya susah payah untuk makan, para anggota DPR tak pernah kelaparan kan? Belum ada tuh ceritanya anggota DPR kena gizi buruk. Kuncinya sih harus bersyukur.

Hadeuuuhhh, masa iya masyarakat harus hormat kayak upacara terus. Hormatttt grraakkk!!! Tolong jangan paksa ya, karena kalau mau dihormati perbaiki dulu kehormatan anggota DPR.

Bingung? Kalau bingung ya belajar lagi atau tanya aja ke Mahkamah Kehormatan Dewan supaya lebih jelas, weleeeh weeleeeeeh. (Z19)