Rahasia Partai Hanura Adem Ayem

Rahasia Partai Hanura Adem Ayem
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Ikatan Senior Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (ISHI) Oesman Sapta Odang (tengah) disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri). (Foto: Republika)
2 minute read

“Ada banyak manusia yang punya prinsip di partai-partai politik di sebuah negara, tapi tidak ada partai yang punya prinsip.” ~ Alexis de Tocqueville


PinterPolitik.com

[dropcap]B[/dropcap]elakangan ini beberapa partai politik dilanda catatan konflik, baik internal maupun eksternal, seperti pemakzulan Ketua Umum, sampai adanya dualisme. Namun, nasib buruk ini tidak hinggap di Partai Hanura.

Partai Hanura menjadi salah satu partai yang adem ayem. Terlihat lebih tenang dan tak banyak ribut-ribut di pemerintahan Jokowi ini. Kiranya apa yang menjadi alasan Partai Hanura itu adem ayem ya?

Gaungnya memang tak lagi sekencang saat di awal kemunculannya yang langsung meneriakkan Capres dan Cawapresnya: Wiranto dan Hary Tanoesudibjo. Weleeeeh weleeeeh

Kini, partai kuning tua ini terkesan diam-diam saja. Bahkan, Presiden Jokowi memberikan predikat khusus untuk Partai Hanura sebagai partai yang paling adem ayem.

Nah, alasannya kenapa adem ayem? Padahal kan banyak isu dan polemik kebangsaan yang mengemuka dewasa ini.

Memangnya pemerintahan Jokowi senyaman apa sih di mata Partai Hanura?

Wedewww gimana ga nyaman sih, Partai Hanura dapat satu ‘jatah’ Menteri Koordinator di Kabinet Kerja. Yaiyalah pantesan diam-diam aja ya, sudah enak. Weeleeeh weleeeh

Apalagi ditambah dengan Ketua Umumnya yang merangkap juga Ketua DPD RI dan juga Wakil Ketua MPR RI. Weleeeeh weleeeeh.

Pantesan adem ayem ya. Di pemerintahan dapet Menko, di DPD RI jadi Ketua Umum dan di MPR RI jadi Wakil Ketua.

Hmmm sikat habis saja semua jabatannya. Mungkin ini alasan Partai Hanura adem ayem.

Tapi, apakah penyataan Presiden Jokowi kepada Partai Hanura adalah bentuk pujian atau sindiran?

Kalau bentuk pujian, ya mungkin Partai Hanura tak mau ikut arus seperti partai lain yang penuh konflik tak berujung.

Cuma kalau bentuk sindiran, Presiden mungkin ingin menyampaikan, oh gini toh kalau mau bikin anteng dan adem ayem Partai Hanura hmmmm.

Coba kali ya, kalau ga dikasih jabatan, adem ayem juga ga ya? weleeeh weleeeh (Z19)