Prediksi Sejarawan, Trump Dipaksa Mundur

    Foto: Google
    3 minute read

    Sejarawan yang baru saja menerbitkan buku soal nasib buruk para presiden AS, mengatakan, jika Trump mundur maka Mike Pence, yang saat ini wakil presiden, akan mengambil alih kekuasaan. 


    pinterpolitik.com

    WASHINGTON DC – Profesor Ronald L Feinman, sejarawan kawakan, memprediksi Donald Trump akan menjadi presiden dengan masa jabatan terpendek kedua sepanjang sejarah Amerika Serikat. Ia akan dipaksa mundur.

    Feinman memprediksi masa pemerintahan Trump akan berada di antara William Henry Harrison dan James A Garfield.  Harrison hanya memerintah AS selama 31 hari karena meninggal dunia pada 1841 akibat penyakit pneumonia. James Garfield meninggal dunia pada 1881, 79 hari setelah dia ditembak.

    Menurut Feinman, masa pemerintahan Trump juga tak akan mencapai 16 bulan 5 hari, seperti masa berkuasanya presiden ke-12 Zachary Taylor, yang meninggal dunia akibat kelainan pencernaan pada 1850.

    Lewat blog, Feinman memperkirakan Trump akan dipaksa mundur dalam beberapa pekan ke depan. Sejarawan yang baru  menerbitkan buku soal nasib buruk para presiden AS,  mengatakan, jika Trump mundur maka Mike Pence, yang saat ini wakil presiden, akan mengambil alih kekuasaan.


    Prediksi Feinman ini muncul tidak lama setelah Gedung Putih mengakui beberapa pekan lalu Trump sudah mendapatkan masukan bahwa penasihat keamanannya, Michael Flynn, berdusta soal pembicaraan telepon dengan Dubes Rusia.

    Kabar itu semakin membuat banyak kalangan prihatin terkait kedekatan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan peran Rusia dalam kemenangan Trump di pemilihan presiden.

    Feinman, pengajar di Universitas Atlantic Florida, menyebutkan, banyak pakar kebijakan luar negeri geleng-geleng kepala melihat perilaku tak lazim Trump dan bahasa yang digunakan di depan publik maupun di akun Twitter-nya.

    Fakta bahwa Wapres Mike Pence memainkan peran penting mendorong Flynn lengser dari jabatannya menunjukkan mantan Gubernur Indiana itu sudah menunjukkan ketegasannya.

    Sepanjang sejarah AS, belum satu pun presiden yang bisa dimakzulkan, meskipun  upaya untuk menyingkirkan Bill Clinton dan Andrew Johnson pernah dilakukan. Contoh lainnya, Richard Nixon mengundurkan diri sebelum Senat memakzulkannya akibat pelanggaran serius dalam skandal Watergate.

     

    Insiden Pelemparan

    Dari Miami dilaporkan, dua jenis benda, salah satunya sebongkah batu, dilemparkan ke arah iring-iringan kendaraan presiden AS, Jumat (17/2) waktu setempat, ketika Trump dalam perjalanan dari bandara menuju tempat peristirahatannya di Mar-a-Lago, Palm Beach. Hampir di sepanjang jalan menuju tempat peristirahatan itu ratusan warga setempat berdiri di tepi jalan untuk memprotes Presiden Trump.

    Menurut wartawan  CNN, Khalil Abdullah, dia menyaksikan dua benda sebesar bola kasti dilemparkan ke arah iring-iringan itu.

    Sejumlah laporan mengatakan, batu itu menghantam salah satu mobil, tapi bukan mobil Cadillac “The Beast”, yang ditumpangi presiden.

    Polisi segera menuju  pompa bensin dekat lokasi insiden untuk memeriksa kamera CCTV dalam upaya mencari pelaku pelemparan. Di lokasi, polisi menemukan dua benda yang diduga dilemparkan ke arah rombongan presiden.

    Laporan lain menyebutkan,  sejumlah jet tempur AU Amerika Serikat dikerahkan untuk mencegat sebuah pesawat terbang di dekat rumah peristiratan Presiden Trump di Florida, Jumat  sekitar pukul 17.00 waktu setempat ketika Trump  sedang berada di kawasan tersebut. Status siaga pun berakhir ketika jet-jet tempur F-15 berhasil menjalin kontak dengan pesawat yang terbang di atas Palm Beach itu. (Kps/E19)