Prabowo Salat Jumat Kok Ribut?

Prabowo Salat Jumat Kok Ribut?
Foto : Istimewa
2 minute read

“Kami ingin ajak masyarakat untuk bisa salat Jumat bareng. Syukur-syukur bisa berdoa bareng agar beliau sukses di Pemilu.” ~ Rian D. Subagio, Wakil Ketua Milenial Terdepan Prabowo-Sandi (Mantaps) Semarang


PinterPolitik.com

Dunia digital setiap detiknya mengalami pertumbuhan yang pesat dan membawa banyak manfaat. Joy menjadi satu contoh masyarakat yang mendapatkan dampak positif dari perkembangan teknologi digital.

Pada awalnya Joy dikenal sebagai sosok yang tidak mengenal agama, namun berkat mudah dan majunya internet, Joy disebut-sebut telah berubah menjadi personal yang religius dan melek berbagai berita tentang semua hal, dari yang benar sampai hoaks pun menjadi konsumsi tiap hari.

Kamis malam kemarin, seperti biasanya Joy bersama Iim nongkrong di Warkop Pak Deden. Akhir-akhir ini keduanya gemar sekali berdiskusi soal agama dan politik nasional. Namun, berbeda dengan malam-malam biasanya, kali ini mood Joy lagi nggak jelas akibat berita dan video yang beredar di media sosial soal sosok cawapres pujaannya yang kembali tertimpa isu agama.

Joy: “Lagi dan lagi, calon presiden dambaan saya tertimpa isu agama. Masa cawapres jagoan saya besok mau salat Jumat harus dijaga sama Bawaslu segala? Ini ibadah coy, bukan kampanye!”


Iim: “Waduh Joy, bukan karena saya enggak suka sama capres dukungan kamu ya. Tetapi kamu harus tahu betul dulu dong duduk persoalannya gimana. Sebelumnya kan medsos sudah ramai dengan selebaran ‘Yuk solat Juma’t bersama Pak Owo’. Nah, mungkin itu yang menjadi pokok masalah. Coba Pak Owo tidak menyebarkan selebaran itu, pasti deh pada slow-slow aja.

Joy: “Wah, ketahuan gapteknya nih orang. Memangnya kenapa kalau tim Pak Owo nyebarin selebaran begitu? Wong dulu Kang Emil, Bang Anies dan beberapa politisi pernah lakuin hal yang sama? Bedanya mereka bukan salat Jumat aja!”

Iim: “Hmm, mungkin karena Prabowo salat Jumat-nya setahun sekali, jadinya kali ini baru mau salat Jumat aja dipermasalahin banyak orang. Buktinya sampai dibuat selebarannya segala. Wkwkwk.

Joy: “Wah, sembarangan kamu bicara Im, belum aja ditangkap sama polisi cyber kamu!”

Iim: “Eh enggak bakalan ditangkep lah, kan nyinyirinnya bukan ke Pakde, tapi ke Pak Owo! Ahahahay.

Joy: “Hust, jangan sembarangan ah, mending kamu baca-baca deh tulisannya Aldous Huxley. Nih saya kasih sedikit kutipan dari tulisannya: ‘Didefinisikan dalam istilah psikologis, seorang yang fanatik adalah orang yang secara sadar melebih-lebihkan suatu keraguan rahasia.’” (G42)