Prabowo (Makin) Hilang Pamor

Prabowo (Makin) Hilang Pamor
3 minute read

Berdasarkan survei IndoBarometer, sejak 2014 ternyata elektabilitas Prabowo semakin jauh menurun. Waduh, Prabowo semakin kehilangan pamor?


PinterPolitik.com

“Hal yang paling bermakna dari ambisi hanyalah bayangan dari mimpi.” ~ William Shakespeare

Berita akan elektabilitas Jokowi yang masih tinggi dari Prabowo Subianto, sepertinya berita basi. Namun penggemar fanatik Ketua Umum Gerindra tak perlu bersedih, karena dari hasil survei dari 502 Alumni Universitas Indonesia (UI), 48,8 persennya menyatakan kalau mereka kecewa dengan kinerja Jokowi.

Jadi wajar dong ya, Fadli Zon yang notabene alumnus dan dosen di UI misuh-misuh dengan kinerja pemerintah. Pokoknya, bagi Wakil Ketua DPR ini, semua yang “berbau” Jokowi itu buruk dan enggak bener deh. Nah, hasil survei di Ikatan Alumni UI (Iluni) ini seakan memvalidasi semua ocehan Fadli tersebut.

Bagi Wakil Ketua Umum Gerindra ini, platform Jokowi dan Prabowo pokoknya jauh banget. Jadi Fadli ga rela kalo Prabowo disanding-sandingin dengan Jokowi. Soalnya, menurut dia, Jokowi lebih terbuka dengan asing. Sementara Prabowo itu konsep kepemimpinannya lebih mengutamakan rakyat, kesejahteraan buruh, petani, dan nelayan. Hmmm, kok konsepnya mirip dengan ajaran sosialis gitu ya? Hmmm, masa sih.


Tapi eh tapi, ketika ditanya siapa yang paling pantas jadi presiden di 2019, nama Prabowo hanya bertengger di peringkat ketiga dengan 6,02 persen. Hah? Terus yang ada di nomor satunya siapa dong? Anehnya, Jokowi dengan 33,98 persen. Nama Prabowo aja, kalah jauh sama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dapat suara 33,25 persen.

Lho, katanya kecewa sama Jokowi tapi kok masih dipilih aja? Bukankah itu aneh? Pasti ada yang enggak beres nih. Jangan-jangan, Fadli yang bikin survei lagi nih, jadi Jokowi deh yang menang. Makanya bikin surveinya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI aja, biar Prabowo menang. Kan Jokowi udah disemprit tuh sama mereka. Hmmm.

Denger-denger, hasil survei Iluni ini masih bisa dipertanyakan kredibilitasnya. Namun kalau dilihat dari survei IndoBarometer terbaru, ternyata elektabilitas Jokowi memang lumayan merosot sekitar 5 persen sejak Pilpres 2014 lalu. Gimana dengan Prabowo? Ini yang bikin kaget, karena merosotnya hingga lebih dari 20 persen. Weeh, gawat dong!

Tenang saja, bisa jadi karena Prabowo kelamaan “tidur” dari panggung politik, itu menurut Fadli sih. Selain itu, Fadli juga menyalahkan masyarakat yang takut kalau Prabowo maju jadi calon presiden di 2019 nanti, Jokowi bakal kalah. Eh? Tunggu, aduh, sebenarnya maksud Fadli apa ya? Masyarakat enggak pilih Prabowo karena takut Jokowi kalah? Hmmm, kalimatnya ada yang salah ga ya? (R24)