<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Politik &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Sep 2023 11:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Politik &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK telah memulai penyelidikan terhadap LHKPN milik Kajati Sumsel Sarjono Turin karena diduga tidak jujur</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/humor-politik/kpk-telah-memulai-penyelidikan-terhadap-lhkpn-milik-kajati-sumsel-sarjono-turin-karena-diduga-tidak-jujur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A34]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2023 11:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Coretan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Humor Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjono Turin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=136201</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan (Sumsel) Sarjono Turin. KPK menduga ada yang aneh dalam LHKPN yang dilaporkan Sarjono. &#8220;2019 dia masukin (harta kekayaan) Rp1,6 miliar, 2020 dia masukin persis angkanya sama. Jadi lagi kita lihat nih jangan-jangan copas,&#8221; ujar Deputi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik</a></strong> &#8211; <strong><a href="https://kpk.go.id/" rel="nofollow">Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)</a></strong> mulai menyoroti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan (Sumsel) Sarjono Turin. KPK menduga ada yang aneh dalam LHKPN yang dilaporkan Sarjono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;2019 dia masukin (harta kekayaan) Rp1,6 miliar, 2020 dia masukin persis angkanya sama. Jadi lagi kita lihat nih jangan-jangan copas,&#8221; ujar Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan di Gedung ACLC, Kavling C1, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pahala menduga Sarjono Turin tak jujur dalam melaporkan LHKPN kepada KPK. Ditambah, Pahala menyebut Sarjono tak menyampaikan LHKPN pada 2021. Kemudian di tahun 2022 Sarjono melaporkan namun dirasa Pahala ada yang kurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;2021 dia enggak masukin (laporan), 2022 dia masukin tapi kurang surat kuasa anak. Minggu lalu kita sudah dapat surat kuasanya dan sudah tayang, (di laman elhkpn.kpk.go.id) hartanya Rp2 miliar,&#8221; kata Pahala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari LHKPN terbaru yang dilaporkan Sarjono, menurut Pahala ada yang aneh soal pemilikan tanah seluas 77 meter namun harganya hanya Rp2 jutaan di Tangerang. Selain itu, ada juga tanah seluas 123 meter seharga Rp4 juta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Nah yang ditanya kok ada 77 meter tapi harganya Rp 2 jutaan. Itu beliau naruh pembelian tanah di Tangerang tahun 2008. Jadi dia tanah Rp2 juta berapa, dan tidak pernah diupdate sama sekali berapa NJOP nya, berapa nilai wajarnya,&#8221; kata Pahala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Pahala, ada kemungkinan pihaknya akan memanggil dan memeriksa langsung Sarjono di KPK untuk klarifikasi berkaitan hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Baru kita cek dulu di dalam. Nanti akan kita putuskan juga apakah akan kita undang untuk klarifikasi untuk jelasin ini kenapa ini nilainya segini,&#8221; kata Pahala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rincian LHKPN Sarjono</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id yang diakses pada Selasa (5/9/2023), Sarjono tercatat memiliki harta sebesar Rp2.107.555.082. Harta itu dia laporkan pada Maret 2023 untuk tahun periodik 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sarjono tercatat melaporkan memiliki 14 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jambi, Tangerang, dan Bogor senilai Rp1.061.791.000.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut rinciannya:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanah Seluas 410 m2 di Jambi Rp15 juta<br>Tanah Seluas 354 m2 di Jambi Rp12 juta<br>Tanah Seluas 123 m2 di Tangerang Rp4 juta<br>Tanah Seluas 77 m2 di Tangerang Rp2.079.000<br>Tanah Seluas 202 m2 di Tangerang Rp9.696.000<br>Tanah Seluas 100 m2 di Tangerang Rp4.800.000<br>Tanah Seluas 192 m2 di Tangerang Rp9.216.000<br>Tanah Seluas 432 m2 di Jambi Rp30 juta<br>Tanah dan Bangunan Seluas 500 m2/300 m2 di Tangerang Rp400 juta<br>Tanah dan Bangunan Seluas 130 m2/100 m2 di Jambi Rp40 juta<br>Tanah Seluas 600 m2 di Bogor Rp125 juta<br>Tanah Seluas 600 m2 di Bogor Rp125 juta 125.000.000<br>Tanah Seluas 650 m2 di Bogor Rp135 juta<br>Tanah Seluas 700 m2 di Bogor Rp150 juta</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara alat transportasi Sarjono melaporkan memiliki tiga mobil dan dua motor senilai Rp895 juta. Harta bergerak lainnya senilai Rp10.800.000. Kas dan setara kas sebesar Rp139.964.082. Jadi total harta yang dia laporkan senilai Rp2.107.555.082.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/sarjono.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PDIP-Ganjar Ingin “Perangkap” Trah Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/pdip-ganjar-ingin-perangkap-trah-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 12:19:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132562</guid>

					<description><![CDATA[Posisi Presiden Jokowi akan sangat menentukan siapa yang menjadi presiden selanjutnya. Persoalannya, dukungan politik Jokowi terlihat mulai lebih berat ke arah Prabowo Subianto. Hal ini tentu membuat Ganjar Pranowo dan PDIP sebagai kubu di sebelahnya menganggap perlu untuk sedikit “memaksakan” dukungan politik Jokowi ada di sudut mereka. Mulai dari pengumuman capres yang dihadiri Jokowi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Posisi Presiden Jokowi akan sangat menentukan siapa yang menjadi presiden selanjutnya. Persoalannya, dukungan politik Jokowi terlihat mulai lebih berat ke arah Prabowo Subianto. Hal ini tentu membuat Ganjar Pranowo dan PDIP sebagai kubu di sebelahnya menganggap perlu untuk sedikit “memaksakan” dukungan politik Jokowi ada di sudut mereka. Mulai dari pengumuman capres yang dihadiri Jokowi yang terlihat “kurang bahagia”, hingga narasi mengajak putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk menjadi juru kampanye Ganjar – hal yang sepertinya tak berjalan lancar.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“The key to successful leadership today is influence, not authority”.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>::Ken Blanchard, Penulis dan Konsultan Bisnis::</strong></p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">“Ngebut atau nyantai aja nih, Mas?” Tukang ojek itu bertanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya udah agak telat sih, Bang”, jawabku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Oke, berarti ngebut. Seperti elektabilitas Pak Ganjar yang lagi ngebut. Hehehe”, timpal si abang ojek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melek politik juga nih si abang. Sambil sepeda motornya melaju, ia pun masih terus mengoceh ketika aku menanyakan maksud kata-katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tapi itu bergantung dari Pak Jokowi sih, Mas. Kalau Pak Jokowi lebih suka Pak Prabowo yang jadi presiden, Pak Ganjar <em>mah </em>bisa apa. <em>Wong </em>Pak Jokowi sekarang masih jadi tokoh paling populer di Indonesia kok”, tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Iya juga sih. Siapa yang didukung Pak Jokowi besar kemungkinan akan menjadi presiden selanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Abang kok ngerti politik?” Rasa penasaranku akhirnya membuat pertanyaan itu keluar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Anu, Mas. Saya <em>sebenernya </em>lulusan jurusan Ilmu Politik. Dulunya kerja kantoran, tapi gegera pandemi Covid-19 harus berujung jadi kang ojek. Walau kang ojek, minimal bisa sharing pengetahuan politik-politik sedikit lah. Hehehe”, jawab si abang ojek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Luar biasa. Memang nasib hidup tak ada yang tahu ujung pastinya. Perbincangan politik pagi ini terus berlanjut beberapa lama. Hebat juga pengetahuan abang ojek ini. Nggak kebayang perbincangannya bersama rekan-rekannya di pangkalan ojek setiap hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Eh, anu, Bang. Kantor saya udah kelewat, Bang”, aku memberitahu setelah beberapa saat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Wah, maaf-maaf, Mas. Jadi asik ngobrol, malah lupa tujuan”, ucap si abang ojek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Gapapa, Bang. Asal nggak kayak para pejabat aja, yang ketika terpilih malah lupa janji kampanyenya untuk rakyat. Hehehe”, jawabku mencoba melucu. Agak garing sih, tapi okelah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wajar jika Presiden Jokowi masih menjadi sosok penentu hasil akhir Pilpres 2024. Seperti yang disebut filsuf macam Socrates dan Aristoteles, di mata banyak masyarakat Indonesia – khususnya di kelas menengah ke bawah dan di Indonesia Timur misalnya – Jokowi setidaknya telah menunjukkan apa yang disebut sebagai <em>virtue ethics.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini adalah konsep etika yang menjadi dasar seseorang untuk bertindak dengan mengedepankan kebajikan-kebajikan yang bisa dilihat masyarakat. Karakter yang dimaksud adalah kejujuran, keberanian, kemurahan hati, <em>fairness, </em>integritas, dan lain sebagainya. Jokowi setidaknya dipersepsikan memiliki hal-hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, seperti yang disebutkan oleh si abang ojek, sulit bagi siapapun kandidat yang bertarung di 2024 jika tidak menghitung efek dari popularitas dan citra Jokowi. Tentu pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan oleh Ganjar Pranowo dan PDIP jika Jokowi benar-benar lebih memilih mendukung Prabowo Subianto?</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="pHdF4mWqBvw"><iframe title="Deal Spesial, Jokowi Jadi Ketua Umum Gerindra Selanjutnya?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/pHdF4mWqBvw?start=19&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Memerangkap Dukungan Jokowi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti sudah disinggung sebelumnya, sosok kunci seperti Pak Jokowi masih punya pengaruh yang sangat besar di masyarakat. Hal ini membuat apa pun yang dilakukan atau dikatakan Jokowi masih akan punya dampak yang sangat besar pada pilihan politik masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Ilmu Sosiologi dan Psikologi ada konsep yang disebut sebagai <em>social influence </em>atau pengaruh sosial. Para penulis dan ilmuwan macam Stanley Milgram, Kurt Lewin, Robert Cialdini, dan lain sebagainya adalah beberapa orang yang mengembangkan konsep pengaruh sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini adalah kondisi ketika sikap atau pilihan politik seseorang diambil dengan melihat pengaruh yang ia dapat dari orang-orang dekatnya, atau orang-orang yang ia hormati, atau orang-orang yang ia idolakan, atau orang-orang yang ia yakini mampu menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang kita bicarakan ini baru sebatas <em>passive influence</em> yang sifatnya hanya sekedar mengekspos dukungan atau kedekatan. Efeknya akan berkali-kali lipat lebih besar jika sudah berubah menjadi <em>active influence </em>di mana ada ajakan untuk melakukan sikap politik tertentu. Ini menjadi lebih kompleks lagi kalau sifatnya sudah dalam tahapan “membantu pemenangan”. Pasalnya, di tahapan ini sudah ada investasi modal politik, baik itu yang sifatnya finansial, maupun tenaga, pikiran, dan sumber daya lainnya yang dimiliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini yang membuat mengapa kunci memenangkan dukungan Jokowi punya efek yang sangat besar. PDIP sadar betul akan hal itu. Pasalnya, saat pengumuman pencalonan Ganjar sebagai capres PDIP, ada wajah Jokowi yang dicetak besar dalam <em>banner</em> atau <em>back drop </em>yang ditampilkan dalam siaran pengumumannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belakangan, beredar gosip politik yang menyebutkan bahwa Pak Jokowi sebutulnya agak kurang <em>happy </em>terkait pengumuman Ganjar karena tak dilibatkan dalam pembuatan keputusan. Demikianpun dengan isu “Kontrak Politik” Ganjar dan PDIP yang bahkan sudah mengatur soal posisi menteri tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, PDIP memang berupaya “memerangkap” dukungan Jokowi itu. Termasuk dengan berupaya menampilkan Jokowi sebagai sosok yang sejalan dan seirama dengan pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh Partai Banteng itu. Tentu pertanyaannya adalah apakah semua itu cukup?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080-1024x1024.webp" alt="snapinsta.app 362953676 683322357166294 5514400237269504544 n 1080" class="wp-image-132565" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080-1024x1024.webp 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080-300x300.webp 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080-150x150.webp 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080-768x768.webp 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080-696x696.webp 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080-1068x1068.webp 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080-420x420.webp 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/snapinsta.app_362953676_683322357166294_5514400237269504544_n_1080.webp 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tuah Jokowi adalah Kunci</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Semua kandidat yang akan maju di Pilpres 2024 sepertinya sadar betul bagaimana pengaruh Presiden Jokowi akan ikut menentukan siapa yang memenangkan kontestasi elektoral nanti. Selain karena konteks popularitas dan <em>endorsement</em> politik yang bisa menentukan, ada juga faktor otoritas Jokowi sebagai presiden yang masih menjabat yang tidak kalah penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ganjar Pranowo sendiri sadar betul soal ini. Ini yang membuat Gubernur Jawa Tengah itu selalu berusaha untuk menampilkan dirinya sebagai penerus dari Jokowi. Kita bisa melihatnya dalam kasus baju putih garis-garis hitam yang dipilih sebagai fashion kampanye Ganjar, yang ia sebut sebagai “usulan Pak Jokowi”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Poin ini penting karena banyak pihak – termasuk dalam beberapa ulasan yang pernah PinterPolitik buat – menilai Jokowi merasa lebih “nyaman” jika Prabowo Subianto yang menjadi presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain karena faktor personal soal kedekatan, tetapi juga ada faktor pengalaman bagaimana PDIP selalu berusaha menjadikan tokoh yang diusungnya sebagai “petugas partai”. Konteks relasi petugas partai ini berpotensi akan membelenggu warisan politik Jokowi – katakanlah dalam program-program besar yang tengah dijalankan, misalnya soal ibu kota negara (IKN) – kalau-kalau nantinya Ganjar malah lebih tunduk pada PDIP dengan segala kontrak politiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, upaya Ganjar yang mendekati putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk dijadikan Juru Kampanye alias Jurkam misalnya, bisa dibaca sebagai upaya untuk memagari dukungan politik trah Jokowi. Gibran sendiri belakangan terkesan menolak status atau jabatan itu. Penolakan ini – meski dengan cara halus – bisa dianggap sebagai langkah taktis kalau-kalau sang ayah memang merasa lebih “nyaman” mendukung Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, saga perebutan dukungan politik Jokowi ini akan menjadi poin penting yang bisa sangat menentukan siapa pemenang Pilpres 2024. Ganjar dan PDIP perlu berhati-hati soal ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa sebaran berita terbaru bahkan menyebut Ganjar telah berani mengisyaratkan akan mengoreksi kebijakan pemerintahan Jokowi yang dinilai kurang pas. Pernyataan yang demikian bisa jadi akan membuat bulatnya dukungan Jokowi makin mengarah pada Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan hal ini bisa saja membuat pernyataan si abang ojek jadi terbukti, bahwa tak mungkin menang tanpa Jokowi. Sebab, seperti kata Ken Blanchard di awal tulisan, kepemimpinan itu bukan soal otoritas semata, tetapi juga soal pengaruh. (S13)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="xQm302GNPyU"><iframe title="Jika Indonesia-Timor Leste Tetap Satu" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/xQm302GNPyU?start=43&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jokowi-dan-ganjar-1024x732.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Ganjar Lengkapi Puzzle Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/benarkah-ganjar-lengkapi-puzzle-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[Ganjar Pranowo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[populisme]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132553</guid>

					<description><![CDATA[Ganjar Pranowo kerap disebut sebagai “Jokowi kedua&#8221;. Ganjar dinilai ingin meniru kesuksesan personal branding Jokowi. Namun, jika diperhatikan saksama, Ganjar sebenarnya justru adalah upgrade dari personal branding Jokowi. Benarkah demikian? PinterPolitik.com&#160; Jika ditelaah secara objektif, berbagi isu minor yang mengiringi pencapresan Ganjar Pranowo seolah tak dapat mereduksi citra politiknya secara signifikan. Setidaknya, saat dibandingkan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Ganjar Pranowo kerap disebut sebagai “Jokowi kedua&#8221;. Ganjar dinilai ingin meniru kesuksesan <em>personal branding</em> Jokowi. Namun, jika diperhatikan saksama, Ganjar sebenarnya justru adalah <em>upgrade</em> dari <em>personal branding</em> Jokowi. Benarkah demikian?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong>&nbsp;</p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Jika ditelaah secara objektif, berbagi isu minor yang mengiringi pencapresan Ganjar Pranowo seolah tak dapat mereduksi citra politiknya secara signifikan. Setidaknya, saat dibandingkan dengan kandidat lain seperti Prabowo Subianto maupun Anies Baswedan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa variabel tampak cukup mendukung postulat itu. Salah satunya adalah saat politisi muda Tsamara Amany yang belum lama ini mendeklarasikan dukungannya kepada sang Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di Pilpres 2024.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mantan politisi PSI itu meyakini Ganjar dapat melanjutkan progresivitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus menawarkan pembaruan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan segala kekurangan pemerintahan Pak Jokowi, perubahan-perubahan yang dilakukan beliau itu riil dan nyata dan dirasakan oleh banyak orang. Tapi kita butuh orang yang satu bisa melanjutkan perubahan dan juga menawarkan kebaruan,&#8221; begitu ujar Tsamara di sebuah diskusi yang digagas gerakan LARI (Langkah Anak Muda Republik Indonesia) pada hari Selasa 27 Juni 2023 lalu, yang mana merujuk “butuh orang yang satu” itu kepada Ganjar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, elektabilitas Ganjar pun cenderung konsisten di beberapa&nbsp;lembaga survei. Terlepas dari interpretasi lembaga survei “pesanan”, nyatanya jika itu bagian dari strategi, PDIP dan Ganjar tampak selalu unggul.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, angin segar pada pencapresan Ganjar juga disokong oleh koalisi politik yang tampak begitu memikat.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar.jpg" alt="jika ganjar prabowo duet pilpres bubar" class="wp-image-132496" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/jika-ganjar-prabowo-duet-pilpres-bubar-336x420.jpg 336w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh ini, selain PDIP, Ganjar telah diusung oleh PPP, Partai Hanura, Partai Perindo, PSI (kemungkinan besar), serta sejumlah parpol lain yang seakan telah memberikan sinyal seperti Partai Buruh.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu tentu menjadi kabar segar bagi pencapresan Ganjar, khususnya bagi PDIP untuk menasbihkan rekor <em>hattrick</em> kemenangan di tiga&nbsp;edisi pilpres beruntun.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, sejauh ini Ganjar secara konsisten dirundung sejumlah isu minor. Bahkan, sejak sebelum pencapresannya oleh&nbsp;PDIP pada 21 April 2023 lalu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai dari tumpang tindih plus konflik kepentingan penetrasi kampanye capres terhadap statusnya yang masih mengampu jabatan sebagai Gubernur Jateng, hingga rekam jejak minor seperti isu agraria dan lingkungan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu belum termasuk&nbsp;polemik hebat mengenai penolakannya terhadap Piala Dunia U-20 karena keikutsertaan Israel, dan komentar masa lalu terkait film porno.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa variabel di atas tentu memantik pertanyaan menarik, yakni mengapa Ganjar seakan justru tampak memiliki peluang yang lebih di Pilpres 2024, setidaknya jika dibandingkan kandidat lainnya?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Modifikasi Politik Jawa Jokowi?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan merepresentasikan sebagai suksesor Presiden Jokowi yang memiliki basis massa yang telah terbukti di dua ajang kompetisi elektoral, tak salah memang jika Ganjar meniru strategi sang mantan Wali Kota Solo itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa artikel PinterPoltiik, Presiden Jokowi sendiri diinterpretasikan memainkan strategi politik Jawa yang begitu kental dalam proses pencapresannya di 2014 serta sepanjang memimpin sebagai RI-1.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1219" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar.jpg" alt="baju hitam putih ala ganjar" class="wp-image-132234" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar-266x300.jpg 266w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar-907x1024.jpg 907w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar-133x150.jpg 133w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar-768x867.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar-696x786.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar-1068x1205.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/baju-hitam-putih-ala-ganjar-372x420.jpg 372w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono dan analis politik dari Universitas Diponegoro Teguh Yuwono sempat menyatakan kentalnya aktualisasi politik Jawa dalam karakteristik dan <em>branding image</em> Jokowi selama ini.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara yang dipakai Jokowi disebut memeragakan sifat akomodatif terhadap semua kekuatan politik untuk mencapai harmoni dan keserasian.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi masyarakat Jawa, harmoni dalam sebuah interaksi adalah sesuatu yang sangat penting. Harmoni diwujudkan dengan mengikat kebersamaan dalam budaya gotong royong.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden ke-1 RI Soekarno yang menjadi sosok kiblat PDIP pun dikatakan begitu memegang teguh filosofi itu untuk mewujudkan pondasi dan dasar demokrasi Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan itu menjadi aspek yang juga terlihat dari strategi politik pencapresan Ganjar. Sejumlah karakteristik politik Jawa seolah berhasil memikat entitas politik lain untuk bergabung. Ihwal yang menjadi aspek mendasar nan konkret atas pembentukan koalisi politik di 2024.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, dari aspek citra personal, Ganjar kiranya juga menerapkan strategi <em>adopt and adapt </em>atau mengadopsi dan mengadaptasi/memodifikasi apa yang telah dilakukan Jokowi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat pencapresannya pada 2014 silam, Jokowi kerap mengaktualisasikan apa yang kemudian disebut sebagai populisme melalui falsafah dan tajuk-tajuk bernuansa Jawa.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tajuk seperti “berpihak kepada <em>wong cilik”</em> (masyarakat kelas bawah) hingga kampanye “kerja, kerja, kerja” juga mengacu pada bagaimana filosofi Jawa yang “dimainkan”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Niels Mulder dalam bukunya <em>Mysticism and Daily Life Contemporary Java, Cultural Persistence and Change </em>meyakini masyarakat Jawa memiliki etos kerja tersendiri yang disebut sebagai bagian dari kejawen.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya melalui nasihat penting, yakni <em>sing sopo gelem obah bakal mamah</em> artinya siapa yang mau berusaha (bekerja) pasti akan makan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara harfiah, nasihat itu sendiri bermakna etos kerja yang kuat dan disiplin tinggi yang harus dijunjung tinggi sekaligus harus dicitrakan oleh sosok pemimpin.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, figur “bapak” atau filosofi paternalistik masyarakat Jawa yang mengayomi juga menjadi unsur berikutnya yang juga diterapkan oleh Jokowi dalam mengimpresikan kesan “merakyat”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati saat ini politik pencitraan hingga <em>buzzword</em> bertajuk ”merakyat” semacam itu kerap disebut tak lagi relevan, Ganjar sejauh ini tampak cukup apik memeragakan modifikasi politik Jawa itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekali lagi, <em>adopt and adapt</em> juga tampak berupaya dilakukan Ganjar untuk meneruskan serta melakukan metamorfosis terhadap aspek personal Jokowi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, Ganjar kiranya sedang mempraktikkan falsafah Jawa “<em>gampang ditekuk-tekuk</em>&#8221; yang memiliki makna orang Jawa mudah “ditekuk” atau luwes dalam artian suku mudah beradaptasi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu tampak dikemukakan Ganjar dalam pernyataan terbarunya yang menyebut tak akan serta merta melanjutkan kebijakan dan program Presiden Jokowi jika terpilih nantinya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau ada (kebijakan dan program Jokowi) yang tidak benar, ya kita hentikan. Kecuali ada yang tidak pas, ya kita koreksi,” begitu ujar Ganjar kemarin lusa (29/7/23) saat membicarakan bagaimana visi kepemimpinannya kelak.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar konteks filosofi Jawa, visi tersebut kiranya juga menarik untuk diinterpretasi lebih dalam. Terutama mengenai adaptasi citranya di hadapan calon pemilih dan ketika disandingkan dengan visi calon rival lain.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, mengenai pembeda Ganjar dengan Jokowi yang selama ini berupaya diimpresikan sebagai suksesor yang lebih baik.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar-1024x1024.jpg" alt="cap cip cup cawapres ganjar" class="wp-image-132311" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/cap-cip-cup-cawapres-ganjar.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Halo Effect</em></strong><strong> Ganjar?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain sebuah keharusan untuk berbeda dari kandidat rival lain, Ganjar juga kiranya sedang berusaha menjadi versi lebih baik dari Jokowi agar bisa unggul.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu dapat dipahami melalui apa yang Gaurav Gulati jabarkan dalam publikasinya yang berjudul <em>Why is Personal Branding Important for Politicians? And Tips to Elevate Your Political Career</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gulati&nbsp;menjelaskan <em>personal branding</em> merupakan hal krusial bagi politisi karena membantu mereka menonjol serta membangun reputasi dan kredibilitas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aspek <em>personal branding</em> yang kuat membuat politisi terhubung dengan pemilih secara lebih intim dan personal. Aspek tersebut sangat penting dalam membangun dukungan dan memenangkan pemilu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam suasana politik kontemporer, di mana pemilih memiliki akses informasi yang sangat luas tentang kandidat, <em>personal branding</em> dapat menjadi faktor kunci untuk membedakan satu kandidat dengan kandidat lainnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara lebih spesifik, dalam sebuah konsep <em>branding</em> dari “produk” sebelumnya, titik perbedaan tidak perlu signifikan dan cukup ada satu hal pembeda yang menarik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu serupa tapi tak&nbsp;sama seperti <em>branding</em> perusahaan di mana satu perubahan kecil dapat menciptakan kesan berbeda&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ditelaah secara praktikal terhadap Ganjar, tampak terdapat keunggulan personalnya&nbsp;dari Jokowi yang kiranya akan memberikan <em>halo effect</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut kajiak psikolog Edward Lee Thorndike, <em>halo effect</em> merupakan efek psikologi yang membuat manusia kerap kali menilai keseluruhan objek berdasarkan atas suatu impresi awal yang terlihat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Halo effect</em> akan membuat seseorang menilai sesuatu atau orang lain hanya berdasarkan pada <em>single quality</em> yang jelas terlihat, seperti kecantikan, status sosial, usia, hingga kemampuan berorasi. Ini seperti penilaian yang mengacu pada pandangan pertama.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan Ganjar tampaknya memenuhi kriteria itu. Tak dapat dipungkiri, mulai dari parasnya, nada suaranya yang cenderung bersahabat, tidak terkesan kasar, hingga gaya komunikasinya yang terlihat lebih unggul jika dibandingkan dengan Jokowi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, aspek terakhir ketika dibandingkan dengan Anies yang gaya bahasanya kurang membumi, maupun dengan Prabowo yang dalam aspek serupa seolah terlalu <em>old school</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ditelaah secara organisasi, strategi <em>branding</em> demikian agaknya cukup apik digunakan Ganjar dan PDIP. Cukup sederhana namun efektif, selaras dengan konsep pragmatisme Richard Rorty yang mengafirmasi keberagaman nilai dan kepentingan manusia sebagai subjek konkret.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, akankah Ganjar sukses merengkuh kesuksesan saat memaksimalkan strategi tersebut? Menarik untuk ditunggu kelanjutannya.&nbsp;(J61)&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="xf1xix9Snss"><iframe loading="lazy" title="Bagaimana Jika Dunia dalam Satu Pemerintahan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/xf1xix9Snss?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/ganjar-jokowi-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Usaha Doni Monardo Berujung Percuma?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/usaha-doni-monardo-berujung-percuma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2020 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Doni Monardo]]></category>
		<category><![CDATA[Gugus Tugas Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Satgas Lawan Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81775</guid>

					<description><![CDATA[“Penderitaan karena disiplin, lebih baik daripada penderitaan karena penyesalan” – Mario Teguh, motivator asal Indonesia PinterPolitik.com Cuy, kalian masih ingat gak sih dengan prediksi Badan Intelijen Negara (BIN) pada April lalu yang mengatakan bahwa puncak persebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Juni atau akhir Juli? Nah, saat ini banyak yang mengatakan bahwa prediksi itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Penderitaan karena disiplin, lebih baik daripada penderitaan karena penyesalan” – Mario Teguh, motivator asal Indonesia</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">C</span>uy</em>, kalian masih ingat <span style="font-style: normal !msorm;"><em>gak sih</em></span> dengan prediksi Badan Intelijen Negara (BIN) pada April lalu yang mengatakan bahwa puncak persebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Juni atau akhir Juli?</p>
<p>Nah, saat ini banyak yang mengatakan bahwa prediksi itu <em>nggak</em> benar dan akurat, <em>cuy. </em>Pasalnya <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nih</em></span>, hingga 28 Juli kemarin, sudah mencapai <span style="font-weight: normal !msorm;"><strong><a href="https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5110667/perjalanan-wabah-corona-di-indonesia-hingga-capai-100-ribu-kasus/" rel="nofollow">100.303</a></strong></span> kasus. Duh, ngeri banget kan, <em>cuy</em>.</p>
<p>Melihat kondisi ini, ternyata langsung membuat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo langsung bersikap. Adapun sikapnya yaitu dia membuat pernyataan yang sedikit menggemparkan jagat Indonesia, <em>cuy</em>.</p>
<p>Doi menegaskan bahwa hal ini terjadi karena memang salah satunya disebabkan oleh kesalahan masyarakat karena tidak sedikit masyarakat hingga saat ini masih <span style="font-weight: normal !msorm;"><strong><a href="https://www.beritasatu.com/nasional/659671/positif-covid19-tembus-100000-doni-monardo-masyarakat-tidak-disiplin/" rel="nofollow">kurang disiplin</a></strong></span> dalam menerapkan protokol kesehatan.</p>
<p><span style="font-style: normal !msorm;"><em>Jlebb</em></span>, bagai disambar kilat disiang bolong <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nih</em></span>, <em>gengs</em>. <span style="font-style: normal !msorm;"><em>Lah</em></span>, <span style="font-style: normal !msorm;"><em>gimana</em></span> ya? Bagi kita yang masih semangat dan mempunyai keyakinan kuat Indonesia mampu melewati badai dan cobaan Covid-19, ini <span style="font-style: normal !msorm;"><em>tuh</em></span> ibaratnya jadi sebuah bom yang seketika bisa hancur lebur semangat dan harapan kita.</p>
<p>Terlebih, kalimat Pak Doni ini, seakan mencerminkan bahwa doi sudah patah arang dan putus asa <span style="font-style: normal !msorm;"><em>gitu loh</em></span>. Duh, jangan begitu <span style="font-style: normal !msorm;"><em>dong</em></span>, kita kasih semangat <span style="font-style: normal !msorm;"><em>deh</em></span> buat Pak Doni.</p>
<p>Jika kita lihat secara utuh <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nih</em></span>, <em>cuy</em>, secara serta merta kita tidak bisa menyalahkan Pak Doni ya. Pasalnya, dalam menangani kasus ini, pengorbanan doi sebagai Ketua Satgas Covid-19 ini sudah diupayakan secara maksimal.</p>
<p><span style="font-style: normal !msorm;"><em>Bayangin</em></span> saja <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nih</em></span>. Demi menangani kasus ini, Pak Doni sampai istirahat di <span style="font-style: normal !msorm;"><em>rest area</em></span>, <em>cuy</em>. Bahkan, doi tidak pulang ke rumah sudah sekitar <span style="font-weight: normal !msorm;"><strong><a href="https://news.detik.com/berita/d-5009543/ulang-tahun-di-tengah-corona-doni-monardo-8-pekan-tak-pulang-ke-rumah/" rel="nofollow">delapan</a></strong></span> pekan, itu semua demi menjalankan tugasnya.</p>
<p><em>Weleh-weleh</em>, tentu kita sadar ya, dia ini sebagai manusia biasa juga mempunyai kehidupan dan keluarga. <span style="font-style: normal !msorm;"><em>Beh</em></span>, jadi ingat semboyan, pantang pulang sebelum menang. <em>Hehehe</em>.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CDK9Pc5Blk-/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDK9Pc5Blk-/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDK9Pc5Blk-/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">PLN bakal kolaps, gimana nih pak? #posterpinterpolitik #posterpinpol #pln #perusahaanlistriknegara #jokowi #erickthohir #bumn #faisalbasri #corona #coronavirus #covid19 #jagajarak #cucitangan #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-07-28T03:47:12+00:00">Jul 27, 2020 at 8:47pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Terkait kondisi secara personal Pak Doni, kita sangat mengapresiasi ya, <em>cuy</em>, belum tentu ada orang setangkas beliau. Namun, melihat <span style="font-style: normal !msorm;"><em>statement</em></span> yang doi keluarkan, sadar <span style="font-style: normal !msorm;"><em>gak</em></span> <span style="font-style: normal !msorm;"><em>sih</em></span> bahwa ini <span style="font-style: normal !msorm;"><em>tuh</em></span> seakan ada pesan tersirat yang memperlihatkan bahwa negara kita saat ini <span style="font-style: normal !msorm;"><em>tuh</em></span> lemah dan pasrah <span style="font-style: normal !msorm;"><em>gitu</em></span> loh?</p>
<p>Padahal, ini kan bahaya kalau dibiarkan seperti ini terus. <em>Hadeuh</em>.</p>
<p>Apa jangan-jangan selama ini Pak Doni bekerja sendirian dan tidak ada rekan kerja yang bisa diandalkan ya sehingga kemarin <span style="font-style: normal !msorm;"><em>tuh</em></span> Pak Doni sedikit mengeluh?</p>
<p>Kalau memang ternyata begitu adanya, ayo <span style="font-style: normal !msorm;"><em>dong</em></span> Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) kumpulkan orang yang bapak percaya dan buat tim untuk membantu Pak Doni Monardo dalam Satgas Covid-19.</p>
<p>Terlebih, tentu sebenarnya keinginan antara pemerintah dan masyarakat itu sama. Pemerintah ingin Covid-19 ini mereda, begitu pula dengan masyarakat. Jadi, jika masyarakat sampai saat ini ada yang tidak taat pada protokol, bukan berarti semuanya salah masyarakat.</p>
<p>Mungkin ada faktor yang melatarbelakangi kenapa masyarakat masih terkesan acuh dengan protokol. Misalnya <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nih</em></span>, tidak semua masyarakat kita secara edukasi ini <em>well-educated</em>, jadi bisa menelaah bahaya Covid-19 secara optimal dan memberikan perlindungan diri secara pribadi.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, harusnya <span style="font-style: normal !msorm;"><em>sih</em></span> pemerintah sadar bahwa yang dibutuhkan oleh masyarakat ya kebijakan yang sifatnya <em>top-down</em>, bukan malah menunggu inisiatif masyarakat alias <em>bottom-up</em>. Salah satunya ya berikan edukasi kepada masyarakat hingga tataran desa tentang bahaya Covid-19 misalnya.</p>
<p>Dengan gerakan edukasi bahaya Covid-19 hingga bawah, dijamin <span style="font-style: normal !msorm;"><em>deh</em></span> <em>awareness</em> masyarakat juga akan lebih terbentuk sehingga penanggulangan juga efektif. Jangan lupa Pak Presiden <em>knowledge is power</em> kata Om Michel Foucault. (F46)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Naruto: Politik di Balik Anime &amp; Manga" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/8gTz4wJMyKI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<figure class="wp-block-image"><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" id="element1" class="wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Usaha-Doni-Monardo-Berujung-Percuma.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nasib TNI Bergantung pada Prabowo?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/nasib-tni-bergantung-pada-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2020 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Tentara Nasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81742</guid>

					<description><![CDATA[“Itu bukanlah soal kekayaan ataupun kemegahan; kesejahteraan dan kenyamanan yang memberikan Anda kebahagiaan” – Thomas Jefferson, Presiden ketiga Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Hangat-hangat berita di Papua, panas-panas birokrasi di Jakarta. Begitulah kalimat yang mimin buat secara serampangan untuk menggambarkan timbul dan tenggelamnya kasus di Papua, mulai dari persoalan hak asasi manusia, pembangunan, sampai separatisme. Nah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Itu bukanlah soal kekayaan ataupun kemegahan; kesejahteraan dan kenyamanan yang memberikan Anda kebahagiaan” – Thomas Jefferson, Presiden ketiga Amerika Serikat (AS)</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">H</span>angat-hangat berita di Papua, panas-panas birokrasi di Jakarta. Begitulah kalimat yang <em>mimin</em> buat secara serampangan untuk menggambarkan timbul dan tenggelamnya kasus di Papua, mulai dari persoalan hak asasi manusia, pembangunan, sampai separatisme.</p>
<p>Nah, yang belakang itu paling menegangkan. Pasalnya, ada asumsi baru <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nih</em></span> yang disampaikan oleh Brigjen Egianus Kogeya sebagai Panglima Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Nduga, Papua, yang notabenenya merupakan sayap militer dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).</p>
<p>Seperti pemeo <span style="font-style: normal !msorm;"><em>mimin</em></span> di awal &#8220;panas-panas birokrasi di Jakarta&#8221; memang pernyataan Egianus bisa membakar para pejabat di ibu kota, dalam hal ini Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.</p>
<p>Dengan gaya bicara hangatnya selayaknya prajurit yang tahu kelemahan lawan, Egianus mengaku mendapat amunisi senjata dari hasil jual beli dengan TNI dan Polri, <em>cuy</em>.</p>
<p>Parahnya lagi, seperti menyindir pemerintah yang abai terhadap kesejahteraan rakyatnya, <span style="font-weight: normal !msorm;"><strong><a href="https://suarapapua.com/2020/07/27/egianus-kogeya-saya-beli-senjata-dan-amunisi-dari-tni-dan-polri/" rel="nofollow">Egianus</a></strong></span> melempar kalimat, &#8220;Kalau tidak [jual amunisi], mereka [TNI dan Polri] mau dapat makan dari mana. TNI/Polri mereka jual jadi kami beli.&#8221; <span style="font-style: normal !msorm;"><em>Wih</em></span>, <span style="font-style: normal !msorm;"><em>mimin</em></span> ngilu dengarnya, bahkan meskipun belum terbukti benar <span style="font-style: normal !msorm;"><em>lho</em></span>, ya.</p>
<p>Sebabnya, <span style="font-style: normal !msorm;"><em>mimin</em></span> juga pernah dengar berita di tahun 2020 yang membeberkan kisah tentang seorang <span style="font-weight: normal !msorm;"><strong><a href="https://regional.kompas.com/read/2020/03/13/06150071/prajurit-tni-penjual-senjata-dan-amunisi-ke-kkb-divonis-penjara-seumur-hidup/" rel="nofollow">prajurit TNI</a></strong></span> yang dijatuhkan hukuman seumur hidup akibat terbukti menjual amunisi senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).</p>
<p>Nah <span style="font-style: normal !msorm;"><em>lho</em></span>, <span style="font-style: normal !msorm;"><em>mimin</em></span> jadinya gamang kan mau percaya ke siapa. Kayaknya harus menunggu <span style="font-style: normal !msorm;"><em>statement</em></span> dari Pak Mahfud dan Pak Prabowo dulu <span style="font-style: normal !msorm;"><em>deh</em></span> terkait ini semua, biar <span style="font-style: normal !msorm;"><em>balance</em></span> dan terang begitu duduk soalnya. Pasalnya, <span style="font-style: normal !msorm;"><em>mimin</em></span> masih mendengarkan nasihat <span style="font-weight: normal !msorm;"><strong><a href="https://nasional.okezone.com/read/2020/07/27/337/2252737/kala-mahfud-md-kembali-ke-papua/" rel="nofollow">Pak Mahfud</a></strong></span> kala berkunjung di Papua pada tahun 2019.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CDLpwhshwxp/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDLpwhshwxp/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDLpwhshwxp/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jadi catatan penting untuk peningkatan kesejahteraan prajurit? #opm #kkb #oknumtni #senjata #amunisi #corona #coronavirus #covid19 #jagajarak #cucitangan #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-07-28T10:16:11+00:00">Jul 28, 2020 at 3:16am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Secara bijak, ia berkata, &#8220;Kita jaga negeri ini dengan sepenuh hati, tapi jangan sampai terprovokasi oleh pihak manapun.&#8221; Ya sudah <span style="font-style: normal !msorm;"><em>deh</em></span>, <span style="font-style: normal !msorm;"><em>mimin nggak</em></span> mau terpancing dengan pernyataan Egianus, sekalipun sudah pernah ada fakta keterlibatan prajurit TNI dalam jual beli senjata.</p>
<p><span style="font-style: normal !msorm;"><em>Tapi</em></span>, <span style="font-style: normal !msorm;"><em>ngomong-ngomong</em></span> Pak Mahfud mungkin perlu berkoordinasi dengan Pak Prabowo sebelum bertindak <span style="font-style: normal !msorm;"><em>deh</em></span>. Soalnya, Egianus kan menyebut faktor kesejahteraan prajurit sebagai salah satu biang kerok nekatnya prajurit menjual amunisi itu.</p>
<p>Kenapa kok harus Pak Prabowo? Ya, sebab <span style="font-weight: normal !msorm;"><strong><a href="https://rri.co.id/nasional/745691/menhan-prabowo-upayakan-tingkatkan-kesejahteraan-prajurit-tni/" rel="nofollow">Menhan</a></strong></span> lho sudah berjanji dan menjamin bahwa aparat negara pasti akan sejahtera. Makanya, seyogianya Pak Prabowo segera klarifikasi lah, <em>cuy</em>, biar publik <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nggak</em></span> menuduhnya abai.</p>
<p>Sebagai bahan mencari dalang, mending kita belajar dari transfer pemain dalam dunia sepak bola. Sebab, modus operandi perdagangan seperti kata Egianus <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nih</em></span> hampir sama dengan sistem jual beli pemain bola.</p>
<p>Jadi, singkatnya, baik transfer pemain maupun jual beli senjata sama-sama melibatkan tiga aktor penting, yakni pemilik, penyambung, dan pembeli. Di ranah praksis, pemilik berarti elite militer. Pembeli jelas pasukannya Egianus. Sementara, penengah ini tentu prajurit militer yang berada di perbatasan dan terlibat komunikasi dengan dua aktor lain.</p>
<p>Sebagaimana cara memastikan pemain berlabuh, ada pada klub awal yang sedang dibela pemain, maka dalam jual beli senjata ini kuncinya ada pada elite militernya sih. Kalau memang asumsi <span style="font-style: normal !msorm;"><em>mimin</em></span> itu benar, dan apabila Menkopolhukam pun Menhan serius mengungkap kejahatan militer ini, maka sebentar lagi kita bakal tahu siapa dalang di balik ini semua. <em>Stay tune </em>ya, <em>cuy</em>. Jangan lupa camilannya biar <span style="font-style: normal !msorm;"><em>nggak</em></span> kaget. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Inilah 5 Pakta Pertahanan Terkuat Yang Pernah Ada" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/huNAWGOGsDE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Nasib-TNI-Bergantung-pada-Prabowo.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Puan Maharani dan PKS</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/misteri-puan-maharani-dan-pks/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 13:40:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Mardani Ali Sera]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81734</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Saya agak puji Mbak Puan, sebelum Ketua DPR kan Ketua Pemenangan Bapilu, kemudian maju DPR, kemudian maju Menko. Career path-nya ada”. – Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS PinterPolitik.com Publik mungkin ingat beberapa hari lalu Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyebutkan bahwa partainya “akan sangat sulit” berkoalisi dengan dua partai, yaitu PKS dan Partai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Saya agak puji Mbak Puan, sebelum Ketua DPR kan Ketua Pemenangan Bapilu, kemudian maju DPR, kemudian maju Menko. <em>Career path</em>-nya ada”. – Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>ublik mungkin ingat beberapa hari lalu Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyebutkan bahwa partainya “akan sangat sulit” berkoalisi dengan dua partai, yaitu PKS dan Partai Demokrat, dalam Pilkada 2020.</p>
<p>Kata “akan sangat sulit” itu bisalah diartikan bahwa dari skala 1 sampai 100, probabilitas koalisi itu kemungkinan ada di bawah 10 persen, bahkan mungkin 5 persen.</p>
<p>Kalau dengan Demokrat, sudah jadi rahasia umum bahwasanya hubungan antara Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah warna utamanya. Keduanya memang untuk waktu yang lama telah berseberangan.</p>
<p>Ada yang bilang karena dendam Mega saat SBY mencalonkan diri menjadi presiden di Pilpres 2004, namun ada juga yang bilang karena peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 alias peristiwa Kudatuli. Bisa di-Google sendiri  ya yang soal peristiwa Kudatuli itu.</p>
<p>Sementara, dengan PKS sebetulnya secara ideologis sudah saling berseberangan. Akibatnya memang sering kali tak ada titik tengah yang bisa menyatukan dua partai ini. PKS sangat Islamis, sementara PDIP cenderung sekuler.</p>
<p>Walaupun demikian, selalu saja ada pertanyaan besar, misalnya mengapa PDIP bisa berkoalisi dengan partai Islam lain seperti PKB dan PPP, namun sangat jarang terjadi dengan PKS? Tak ada yang tahu pasti.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Hari ini peringatan Kudatuli, tonggak sejarah negara ini, walaupun demokrasi yang diperjuangkan belakangan mulai mati suri. Uppps. Mimin didn&#39;t say that. 🙃<a href="https://twitter.com/hashtag/politik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#politik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/pinterpolitik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#pinterpolitik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/infografis?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#infografis</a> <a href="https://t.co/Zp6Vmp2AnW">https://t.co/Zp6Vmp2AnW</a> <a href="https://t.co/m7og8oEes6">pic.twitter.com/m7og8oEes6</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1287749732148813825?ref_src=twsrc%5Etfw">July 27, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Hubungan kedua partai ini kini memasuki babak baru setelah muncul potensi hampir semua partai di parlemen merapat ke kubu pemerintah. PAN misalnya, mulai meraba-raba peluang menjadi bagian dari kabinet Presiden Jokowi seiring santernya isu reshuffle kabinet beberapa waktu terakhir. Sementara Demokrat cenderung bermain abu-abu, sering kali tak jelas oposisi dan tak jelas pendukung pemerintah.</p>
<p>Tinggal PKS yang masih keras mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah, katakanlah dalam penanganan Covid-19 beberapa waktu terakhir.</p>
<p>Makanya, ketika Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera “memuji” Ketua DPR Puan Maharani, banyak pihak yang bertanya-tanya. Belakangan kan lagi ramai perbincangan tentang politik dinasti. Nah, sosok Puan sebagai putri Megawati menjadi salah satu yang disorot.</p>
<p>Namun, kata Pak Mardani, dirinya memuji Puan karena secara <em>career path </em>alias jenjang karirnya, mantan Menko PMK itu jelas tahapan jabatannya. Mulai dari Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Anggota DPR, lalu jadi Menko PMK, kemudian baru jadi Ketua DPR.</p>
<p>Hmm, yang bikin aneh adalah bukannya jabatan-jabatan itu juga bisa diraih karena Puan anak Megawati juga kan ya? Walaupun doi memang mulai berkarir di PDIP dari bawah, tapi setidaknya ada minimal pengaruh dari sang ibu.</p>
<p>Jangan-jangan pujian Pak Mardani sebetulnya nyindir halus nih. Uppps. Pizz pak hehehe.</p>
<p>Tapi bicara soal PDIP memang bakal jadi topik menarik, apalagi soal pergantian posisi tertinggi di partai tersebut. Pasalnya, sebentar lagi Mega akan pensiun. Dan pertanyaannya, akankah Puan siap menggantikannya? Menarik buat ditunggu. (S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="jvJDeVtC4xQ"><iframe loading="lazy" title="Coca-Cola vs Pepsi: Soda Politics dan Kisah Cola Wars" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jvJDeVtC4xQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Mister-Puan-Maharani-dan-PKS.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kartu Prakerja Siap Kerjai Lagi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kartu-prakerja-siap-kerjai-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Kartu Prakerja]]></category>
		<category><![CDATA[Prakerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81691</guid>

					<description><![CDATA[“Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence” – Robert Frost, penyair asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Cuy, percaya gak sih jika sesuatu yang tidak sesuai pada tempat dan waktunya itu hanya akan mendapatkan kritikan dan mengakibatkan madhorot atau ketidakbermanfaatan. Percaya dong pastinya karena memang itu seakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Education is the ability to listen to almost anything without losing your temper or your self-confidence” – Robert Frost, penyair asal Amerika Serikat (AS)</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">C</span>uy</em>, percaya gak <em>sih</em> jika sesuatu yang tidak sesuai pada tempat dan waktunya itu hanya akan mendapatkan kritikan dan mengakibatkan <em>madhorot</em> atau ketidakbermanfaatan. Percaya <em>dong</em> pastinya karena memang itu seakan sudah menjadi sebuah hukum alam.</p>
<p>Ibaratnya <em>nih</em>, kalian sedekah atau memberikan santunan tetapi ternyata kalian memberikannya kepada orang yang secara ekonomi sudah mampu dan bahkan lebih-lebih. Terus sedekah itu apa manfaatnya?</p>
<p>Ya, jawabannya memang tetap ada <em>sih</em>, yaitu hubungan dengan orang tersebut semakin baik. Namun, kalau dilihat dari kebermanfaatan secara sosial yang lebih pas <em>gimana</em>? Ya, itu gak pas banget karena yang lebih berhak mendapatkan masih banyak.</p>
<p>Hal ini sama, <em>cuy</em>, dengan kondisi yang saat ini terjadi. Berita terbaru <em>nih</em> datang dari dunia ketenagakerjaan tetapi tidak jauh dari kartu-kartu yang menuai polemik, yaitu Kartu Prakerja.</p>
<p>Pasalnya <em>nih</em>, ternyata, senyap-senyap mengagetkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meneken Peraturan Presiden (<strong><a href="https://nasional.sindonews.com/read/114236/12/pks-terkejut-gaji-pengelola-kartu-prakerja-rp47-77-juta-1595812050/" rel="nofollow">Perpres</a></strong>) Nomor 81 Tahun 2020 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas bagi Direktur Eksekutif dan Direktur Pada Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. Bahkan,  di dalamnya, disebutkan bahwa besaran gaji pengelola Kartu Prakerja Rp 47 juta hingga Rp 77 juta per bulan di luar fasilitas lainnya, <em>cuy</em>.</p>
<p><em>Beh</em>, menurut <em>mimin sih</em>, ini <em>gokil</em> banget ya. Masalahnya, kemarin saja terkait polemik tentang segala permasalahan yang dimilikinya belum ada kejelasan perbaikan manajemen dan yang lainnya. Eh, malah secara mengejutkan keluar Perpres yang isinya ternyata gaji jajaran direksi sebegini besar.</p>
<p>Ingat ya, <em>cuy</em>, ini semua masih ibaratnya gaji utama, belum fasilitas yang lainnya. <em>Lah</em>, kalau dapat fasilitas yang lainnya, mungkin bisa <em>tuh</em> hampir menyentuh 100 juta.</p>
<p>Mohon maaf <em>nih</em> sebelumnya, ini kan program yang dapat dikatakan berbasiskan sistem yang berjalan secara <em>online </em>begitu. Konten sudah ada dan tersedia sehingga nanti yang mengatur ya tinggal bagian IT saja gitu <em>loh.</em></p>
<p>https://www.instagram.com/p/CDNtomBJ-9M/</p>
<p>Terus, kenapa harus ada banyak banget jajaran direksinya? Ini kan mengakibatkan struktur jadi gemuk.</p>
<p>Padahal <em>nih</em>, secara konsep organisasi, ketika terdapat struktur yang terlalu gemuk, itu juga berpotensi menghambat efektivitas kinerja. Kalau kondisinya seperti ini, lantas <em>gimana</em>? Duh, <em>mbuh</em> lah, kalian bisa menilai sendiri ya.</p>
<p>Padahal, di tengah kondisi seperti sekarang ini, anggaran sebegitu besarnya kan lebih baik digunakan untuk membantu anak-anak yang saat ini sedang kesusahan menghadapi sekolah secara daring. Misalnya nih, kondisi yang melanda siswa SMPN 1 Rembang yang bernama <strong><a href="https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5105293/ini-dimas-tetap-semangat-sekolah-sendirian-karena-tak-punya-smartphone/" rel="nofollow">Dimas</a></strong> yang sampai rela masuk sekolah sendirian karena tidak mempunyai <em>smartphone</em> ketika yang lainnya bisa sekolah secara <em>online</em>.</p>
<p>Benar <em>gak</em>, <em>cuy</em>? Menurut <em>mimin sih</em> benar, soalnya mereka ini lebih layak mendapatkan bantuan <em>gitu</em> <em>loh</em> daripada mereka yang sudah kaya malah diberi uang tambahan. <em>Hadeuh</em>.</p>
<p>Adanya informasi ini, sontak membuat Fraksi PKS merasa kaget sehingga ada anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) angkat bicara, yaitu Kurniasih Mufidayati. Doi <em>sih</em> berharap ini tidak benar, bahkan akan melakukan <em>cross check</em> ke Kementerian Ketenagakerjaan katanya.</p>
<p><em>Tapi</em>, sebentar <em>deh</em>, Bu. Kalau mau <em>check</em> terkait Prakerja, mending langsung ke Menteri Koordinator (Menko)Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saja. Kan, sejak awal memang program ini ibaratnya sudah diambil alih oleh Kemenko Perekonomian.</p>
<p>Kalau Ibu Kuniasih mau melangkah ke Kemenaker, ya nanti ujung-ujungnya tetap hasilnya nihil, alias <em>gak</em> dapat informasi apa-apa. <em>Lah wong</em>, <em>gak</em> tepat sasaran. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Coca-Cola vs Pepsi: Soda Politics dan Kisah Cola Wars" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jvJDeVtC4xQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Kartu-Prakerja-Siap-Kerjai-Lagi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aksi Duo Hashim-Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/aksi-duo-hashim-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hashim Djojohadikusumo]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81665</guid>

					<description><![CDATA[“Penyebaran berita bohong dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Jadi ya hati-hati” – Joko Widodo, Presiden Indonesia PinterPolitik.com Gengs, berhati-hatilah dengan statement dari orang lain, ya, meskipun orang tersebut punya nama mentereng. Pasalnya nih, banyak korban yang sudah merasakan pahitnya &#8216;berita bohong&#8217;. Dalam dunia perfilman, mimin yang pencinta Bollywood ini pernah dengar perseteruan seputar masalah tersebut. Adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Penyebaran berita bohong dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Jadi ya hati-hati” – Joko Widodo, Presiden Indonesia</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://pinterpolitik.com//">PinterPolitik.com</a></span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">G</span>engs</em>, berhati-hatilah dengan <em>statement</em> dari orang lain, ya, meskipun orang tersebut punya nama mentereng. Pasalnya <em>nih</em>, banyak korban yang sudah merasakan pahitnya &#8216;berita bohong&#8217;. Dalam dunia perfilman, <em>mimin</em> yang pencinta Bollywood ini pernah dengar perseteruan seputar masalah tersebut.</p>
<p>Adalah Saif Ali Khan, si artis yang gempal dan ganteng itu tercatat sebagai pembuat berita bohong yang mencatut nama artis Hollywood papan atas, Natalie Portman. Kejadiannya bermula saat Saif Ali Khan ber-<em>statement</em> bahwa dirinya lagi terlibat penggarapan film bersama Mbak Natalie. Sontak saja publik menaruh ekspektasi, pun juga curiga.</p>
<p>Setelah beberapa waktu bergulir sampailah berita ini ke Mbak Natalie yang secepat kilat langsung mengklarifikasibahwa berita pelibatan dirinya dalam <em>project</em> film bersama Saif Ali Khan itu tidak benar.</p>
<p>Akhirnya, publik pun mendatangi Saif Ali dan menanyakan perihal <em>statement</em>-nya. Dengan tertunduk malu, Saif Ali bilang bahwa apa yang dikatakan Natalie memang benar.</p>
<p>Terus, apa <em>dong</em> alasannya? Kok bisa <em>lho</em> tokoh papan atas mengada-adakan suatu berita?</p>
<p>Tentu saja, alasan melambungkan nama pribadinya adalah jawaban yang ia akui secara jujur. Ya begitulah, <em>cuy</em>, kadang kala orang juga perlu <em>caper</em> alias cari perhatian. <em>Tapi</em>, ya, <em>nggak</em> begitu juga cara mainnya. <em>Hehe</em>.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CDMEzpjJxwS/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDMEzpjJxwS/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDMEzpjJxwS/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Menhan Prabowo kunjungi India jalin kerja sama pertahanan #menhan #menhanprabowo #prabowo #india #corona #coronavirus #covid19 #jagajarak #cucitangan #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-07-28T14:12:33+00:00">Jul 28, 2020 at 7:12am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Beda ladang, sama persoalan. Hal yang hampir mirip juga kayaknya sedang menyelimuti meja kerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan).</p>
<p>Pasalnya <em>nih</em>, setelah Hashim Djojohadikusumo – adik Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto –melempar isu keberadaan proyek kisaran Rp 50 triliun, ternyata dalam suatu kesempatan hal itu dibantah oleh Kepala Biro Human Kemenhan <strong><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5108937/kemhan-respons-kabar-proyek-rp-50-t-dibatalkan/" rel="nofollow">Djoko Purwanto</a></strong>. Menurut Om Djoko, Kemenhan ternyata tidak pernah kedatangan proyeksenilai Rp 50 triliun dalam bentuk apa pun.</p>
<p><em>Waduh</em>, kok jadi membingungkan begini <em>sih</em>? Penonton bisa-bisa kecewa kalau ternyata pernyataan Om Djoko benar, sedang <em>statement</em> Pak Hashim yang menyimpan motif mengangkat citra kakaknya itu hanya berita bohong belaka. Apabila sudah begini, harusnya Pak Prabowo membuat pernyataan <em>dong</em>. Bagaimanapun juga, kan, ini kaitannya dengan pribadi sekaligus institusi yang sedang dipimpinnya.</p>
<p>Jujur saja ya, <em>cuy</em>, <em>mimin</em> agak curiga <em>deh</em> dengan duo kakak beradik tersebut. Coba dilogika saja <em>deh</em>. Kalau memang pernah ada proyek Rp 50 triliun seperti yang dikatakan oleh Pak Hashim, mengapa kok dia sekaligus Pak Prabowo tidak melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?</p>
<p>Ya, terlepas dari fakta itu, <em>mimin </em>dan para <em>netizen</em> <em>nggak </em>tahu yang benar siapa <em>nih</em> pernyataannya? Boleh lah Pak Prabowo klarifikasi buat <em>ngejelasin</em> ke kita-kita yang <em>kepo</em> ini. <em>Hehe</em>.</p>
<p>Apalagi, mengingat kalau Pak Prabowo ini merupakan pejabat publik sekaligus juga tokoh yang masih diisukan mau maju buat politik elektoral ke depan. Yuk, Pak Prabowo, <em>speak up</em>, ini untuk kebaikan bapak juga loh. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="jvJDeVtC4xQ"><iframe loading="lazy" title="Coca-Cola vs Pepsi: Soda Politics dan Kisah Cola Wars" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jvJDeVtC4xQ?start=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Aksi-Duo-Hashim-Prabowo.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Kekhawatiran Pangan Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/ruang-publik/di-balik-kekhawatiran-pangan-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Food Estate]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81669</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu mengungkapkan kekhawatiran akan krisis pangan di Indonesia. Sebenarnya, langkah apa saja yang diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19? PinterPolitik.com Penerapan normal baru seyogianya memperhatikan beberapa dimensi kebijakan yang saling kait-berkelindan dan tak dapat dijalankan secara sektoral. Dimensi kebijakan itu meliputi kebijakan kedaruratan kesehatan, jaringan pengaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu mengungkapkan kekhawatiran akan krisis pangan di Indonesia. Sebenarnya, langkah apa saja yang diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://pinterpolitik.com//">PinterPolitik.com</a></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>enerapan normal baru seyogianya memperhatikan beberapa dimensi kebijakan yang saling kait-berkelindan dan tak dapat dijalankan secara sektoral. Dimensi kebijakan itu meliputi kebijakan kedaruratan kesehatan, jaringan pengaman sosial, stimulus fiskal, serta dimensi paling penting dan menentukan efektivitas berjalannya normal baru, yakni mitigasi risiko terkait ketahanan pangan.</p>
<p>Pemulihan ekonomi tanpa diiringi dengan kebijakan sistem layanan kesehatan yang ketat akan menghasilkan lonjakan warga terpapar pandemi. Sebaliknya, sistem layanan kesehatan yang ketat tanpa diiringi dengan langkah mitigasi risiko ketahanan pangan akan memunculkan efek domino yang lebih besar. Setiap dimensi kebijakan yang menopang berlangsungnya normal baru tersebut harus dijalankan secara berimbang.</p>
<p>Berdasarkan data Global Food Security Index (GFSI) dari <em>The Economist Intelligence Unit </em>2019, indeks ketahanan pangan Indonesia naik dari 54,8 pada 2018 menjadi 62,6 pada 2019. Indonesia di posisi ke-62, naik dari posisi 65 pada 2018 dari 113 negara di dunia.</p>
<p>Di ASEAN, Indonesia di posisi ke-5 setelah Vietnam. Penilaian indeks ini berdasar pada empat aspek, yaitu keterjangkauan, ketersediaan atau terjaganya penawaran, kualitas, dan keamanan standar nutrisi dan sumber daya, lahan, dan produksi pangan.</p>
<p>Namun, situasi pada tahun sebelumnya tentu tak dapat menjadi acuan di tengah masa krisis. Wabah Covid-19 yang tak kunjung usai telah merangsek dan mengubah situasi secara cepat.</p>
<p>Segala aspek kehidupan cenderung mengarah pada situasi baru. Imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk melakukan pekerjaan dari rumah dan menjaga jarak secara fisik serta kebijakan beberapa pemerintah daerah yang mengimplementasikan karantina wilayah secara parsial dan melakukan pembatasan kegiatan di keramaian telah membuat perubahan situasi baru di hampir semua aspek kehidupan, termasuk perubahan pola rantai pasok pangan. Sistem atau pola kerja di sektor pangan memang tampaknya berubah sangat signifikan di tengah wabah virus, mulai dari proses produksi hingga konsumsi, dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Dari perspektif produksi atau hulu, para petani dan produsen makanan mulai merasakan perubahan terkait pasokan <em>input </em>dan juga harus menyesuaikan protokol berproduksi untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan di tengah pandemi, khususnya di wilayah yang sudah terkontaminasi.</p>
<p>Mobilisasi bahan pangan juga mengalami beberapa penyesuaian di mana terjadi pola perubahan jalur pasokan yang lebih banyak menuju pasar-pasar modern dan pasar yang berbasis <em>online. </em>Sementara itu dari sisi konsumsi, akibat diterapkannya pembatasan sosial di beberapa wilayah, pola transaksi juga mulai berubah yang ditunjukkan semakin meningkatnya transaksi yang menggunakan platform digital.</p>
<p>Kondisi inilah yang pada akhirnya membutuhkan penyesuaian strategi kebijakan terkait pangan di semua lini (produksi hingga konsumsi dari hulu hingga hilir) agar ketahanan pangan di Indonesia tetap terjamin selama pandemi Covid 19 berlangsung.</p>
<h4><strong>Ironi Ketahanan Pangan </strong></h4>
<p><em>Food and Agriculture Organization </em>(FAO) menyampaikan akan adanya ancaman kelangkaan pangan di masa pandemi Covid 19. Masalah ketahanan pangan menjadi sangat penting sekaligus rentan bermasalah pada situasi bencana.</p>
<p>Ketahanan pangan mengindikasikan pada ketersediaan akses sumber makanan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar. Kondisi pandemi mengakibatkan ketersediaan akses terhadap makanan akan diperparah dengan semakin memburuknya penyebaran wabah serta  perpindahan penduduk yang mengikutinya.</p>
<p>Warga kota yang kehilangan pekerjaan memboyong keluarganya untuk kembali ke desa. Lonjakan ruralisasi ini yang kemudian dikhawatirkan menjadi beban baru bagi pemenuhan stok pangan di pedesaan selama wabah virus. Hal ini juga semakin membenarkan pernyataan Burgui (2020) bahwa wabah yang terjadi di dunia akan meningkatkan jumlah penduduk yang mengalami kelaparan dan malnutrisi.</p>
<p>Kekhawatiran pemerintah dan berbagai pihak mengenai kelangkaan bahan pangan ternyata tidak memudahkan petani sebagai hulu produksi pangan. Ironisnya, yang terjadi adalah penurunan harga komoditas pangan hingga pada level terendah di berbagai wilayah, terutama di Pulau Jawa.</p>
<p>Anjloknya harga komoditas pertanian sangat merugikan petani di tengah pandemi. Petani yang menjadi tumpuan harapan penyedia pangan masyarakat justru terancam merugi yang berakibat pada ketidakmampuan membeli bibit dan memperbaharui tanaman mereka.</p>
<p><em>The Strategic Research and Consulting (TSRC)</em> baru-baru ini melakukan jajak pendapat secara daring berjudul ketahanan pangan hadapi pandemi Covid 19. Jajak pendapat ini mencoba menguak cadangan ketersediaan makanan pokok masyarakat. Adapun responden dalam penelitian ini menyasar 466 petani yang tersebar di 17 Provinsi di Indonesia.</p>
<p>Per Mei 2020, status musim tanam per Provinsi di Indonesia adalah 60 persen provinsi sedang menanam seperti Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Lampung, NTB, Riau, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Jawa Barat, Maluku Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Timur serta 40 persen Provinsi sedang masa panen seperti Maluku, NTT, Sulawesi Selatan, Papua Barat, Kalimantan Selatan, Bengkulu dan Sulawesi Utara.</p>
<p>Berdasarkan status musim tanam tersebut, ketahanan pangan dominan per Provinsi hanya dapat bertahan dalam rentang waktu 2 minggu hingga di atas 3 bulan (80%). Jika akhir masa pandemi adalah bulan Oktober 2020 (Prediksi Singapore University) maka hampir seluruh provinsi lokasi jajak pendapat terancam krisis pangan.</p>
<h4><strong>Adaptasi Normal Baru, Memperkuat Resiliensi Pangan</strong></h4>
<p>Cukup-tidaknya ketersediaan pangan sepanjang masa Covid 19 ditentukan dari kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah. Normal baru seharusnya menjadi momentum untuk reformulasi strategi memperkuat ketahanan pangan warga.</p>
<p>Pemerintah pusat meminta daerah untuk mengoptimalkan percepatan tanam padi jelang musim kemarau tahun ini. Hal itu sekaligus sebagai penanda langkah mitigasi yang diambil pemerintah untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan yang diprediksi bakal terjadi pasca-pandemi Covid 19.</p>
<p>Namun, tak cukup di situ saja. Pemerintah perlu memperhatikan dimensi lain yang mempengaruhi terjadinya ancaman krisis pangan seperti; pertama, meningkatnya angka kemiskinan dan disparitas ketimpangan pengeluaran masyarakat yang semakin lebar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada 26,42 juta orang miskin di Indonesia pada Maret 2020. Jumlah ini naik 1,63 juta orang dibandingkan September 2019 yang sebanyak 24,79 juta orang.</p>
<p>Dimensi kedua adalah fasilitas produksi dan konsumsi di sektor pangan. Hampir seluruh negara di dunia berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangan domestiknya sendiri karena jalur perdagangan internasional terganggu semenjak wabah Covid 19 mulai merebak massif. Produksi dalam negeri menjadi tumpuan utama bagi setiap negara saat ini, termasuk Indonesia. Fasilitas produksi dan daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama untuk memastikan peningkatan produksi dalam negeri.</p>
<p>Dari sisi <em>supply, </em>komoditas pangan penting dalam negeri, seperti beras dan jagung, tampaknya akan mencukupi hingga 3-4 bulan ke depan (CSIS,2020). Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, apalagi kedua komoditas tersebut sangat tinggi permintaannya. Jika memang membutuhkan keran impor, ada baiknya segera difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan, melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Bulog, sebelum negara-negara pengekspor komoditas pangan melakukan restriksi perdagangan untuk keperluan domestik mereka sendiri.</p>
<p>Sementara itu, dari sisi konsumsi, untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi pemerintah juga telah memberikan stimulus fiskal sebesar Rp 405,1 triliun. Hal ini setidaknya dapat mengurangi beban yang ditanggung masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang terkena imbas dari penyebaran wabah virus.</p>
<p>Namun, penerima bantuan atau fasilitas yang telah disebutkan di atas harus dipastikan benar-benar tepat sasaran agar tujuan dari alokasi stimulus fiskal terpenuhi. Selain itu, yang lebih penting lagi sebenarnya adalah bagaimana koordinasi Kementerian dan Lembaga Negara (K/L) untuk memastikan strategi kebijakan pangan di semua lini dapat berjalan secara efektif, bukan malah cenderung sektoral dan tumpang tindih.</p>
<p>Dimensi ketiga adalah ketersediaan akses pasar. Pandemi telah membatasi akses pasar. Sebagian dari kita memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk bertahan.</p>
<p>Namun sebaliknya, masyarakat kelas menengah-bawah yang tidak memiliki akses teknologi, terkendala dan terancam krisis. Kebijakan pemerintah bisa lebih dioptimalkan lagi pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.</p>
<p>Platform digital sebetulnya dapat dimanfaatkan untuk membuka pasar baru. Hal ini penting dilakukan mengingat banyak petani tanaman pangan kini mengalihfungsikan lahannya ke lahan pertanian non-pangan akibat ketersediaan akses pasar yang semakin terbatas.</p>
<p>Dimensi terakhir adalah memastikan kebijakan silang logistik. Untuk kebijakan jangka pendek dalam membendung potensi krisis pangan, pemerintah perlu menerapkan kebijakan silang logistik terjadi antar provinsi.</p>
<p>Dengan kata lain, provinsi yang sedang panen raya membantu ketersediaan pangan provinsi yang sedang menanam. Perlu ada pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk memastikan status masa tanam dan silang logistik pangan terjadi di setiap provinsi.</p>
<p>Empat dimensi tersebut adalah kunci memperkuat resiliensi pangan di tengah pandemi. Sebab, pangan adalah soal mati-hidupnya suatu bangsa; apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka malapetaka menghampiri. Oleh karena itu, perlu usaha secara besar-besaran dan adaptif untuk keluar dari belenggu ancaman krisis pangan yang melanda.</p>
<h5 style="text-align: right;"><strong>Tulisan milik Yayan Hidayat, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik di Universitas Indonesia.</strong></h5>
<hr />
<h6><strong><em>“Disclaimer: Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.”</em></strong></h6>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Di-Balik-Kekhawatiran-Pangan-Jokowi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nadiem “Rugi” Gara-gara POP?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/nadiem-rugi-gara-gara-pop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Anwar Makarim]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Makarim]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Mendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Program Organisasi Penggerak (POP)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81661</guid>

					<description><![CDATA[“Seni tertinggi guru adalah untuk membangun kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan” – Albert Einstein, Ahki Fisika asal Jerman PinterPolitik.com Cuy, kalian percaya gak sih jika orang atau lembaga yang berbuat kebaikan itu melakukan segala hal biasanya menggunakan nilai yang diyakininya? Dengan berlandaskan nilai tersebutlah, sebuah prinsip dan kepercayaan tidak akan mudah luntur, bahkan meskipun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Seni tertinggi guru adalah untuk membangun kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan</strong><strong>” – Albert Einstein, Ahki Fisika asal Jerman</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">C</span>uy</em>, kalian percaya <em>gak</em> <em>sih</em> jika orang atau lembaga yang berbuat kebaikan itu melakukan segala hal biasanya menggunakan nilai yang diyakininya? Dengan berlandaskan nilai tersebutlah, sebuah prinsip dan kepercayaan tidak akan mudah luntur, bahkan meskipun ditawari sebuah embel-embel nilai materiil yang besar sekalipun, karena memang melalui prinsip tersebutlah orang atau lembaga bisa menjadi besar.</p>
<p>Hal tersebut juga kelihatannya dipegang tegas oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Padahal, organisasi masyarakat sekaliber NU dan Muhammadiyah, pasti masuk dalam kategori gajah dan bisa mendapatkan dana hibah Rp 20 miliar setiap tahunnya.</p>
<p>Namun, karena menilai terdapat kejanggalan dan tidak sesuai dengan prinsip kebajikan yang mereka pegang teguh, akhirnya mereka berdua memilih jalan untuk mundur dari program yang diselenggarakan Kemendikbud tersebut, yakni Program Organisasi Penggerak (POP).</p>
<p>Tidak lama berselang, <em>eh</em>, <em>ladalah</em>, kok ada lagi yang menyusul, yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (<strong><a href="https://republika.co.id/berita/qdyo59320/susul-nu-muhammadiyah-pgri-ungkap-alasan-keluar-dari-pop/" rel="nofollow">PGRI</a></strong>). Ya, meskipun pertimbangan dan alasannya berbeda, tetapi dengan tiga organisasi besar yang sudah bercokol lama dalam dunia pendidikan di Indonesia keluar dari POP, tentu menjadi <em>warning</em> dan alarm <em>dong</em> bagi Kemendikbud, khususnya untuk menterinya, Nadiem Makarim.</p>
<p>Lebih jauh dari sengkarut terkait proses seleksi yang cenderung aneh, ajaib, penuh kejanggalan, dan cenderung seakan seperti pembuatan program asal-alasan, ada lagi nih, <em>cuy</em>, kejanggalan yang berlanjut, yaitu terkait alokasi dana dalam program POP ini. <em>Behh</em>, kalau <em>mimin</em> mau bahas ini, sebenarnya <em>nggak</em> tega, <em>cuy</em>, pasalnya parah banget <em>t</em><em>api</em> ya <em>gimana</em>lagi ya. Semua hal yang memang tidak sesuai dengan semestinya akan kita coba urai sehingga memberikan pencerahan kepada masyarakat. <em>Buset</em>, gaya banget <em>dah mimin</em> ya, <em>hehehe</em>.</p>
<p>Nah, <em>gini</em>, <em>cuy</em>, jika melihat jumlah organisasi masyarakat (ormas) yang lolos seleksi POP, yaitu 28 ormas yang masuk kategori gajah, 43 ormas masuk kategori macan, dan 1.112 masuk kategori kijang, seharusnya anggaran yang keluar bisa mencapai Rp <strong><a href="https://today.line.me/id/pc/article/Kemendikbud+Dinilai+Tak+Transparan+Menjalankan+Organisasi+Penggerak-EZRxDa/" rel="nofollow">800 miliar</a></strong>. Sementara, anggaran yang dimiliki Kemendikbud ternyata hanya Rp 595 miliar. <em>Weleh-weleh</em>, <em>lah</em> kok kurangnya banyak banget?</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CDBKsEXh0uo/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDBKsEXh0uo/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDBKsEXh0uo/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Seteru NU-Muhammadiyah vs Mendikbud #mendikbud #menteripendidikandankebudayaan #nadiemmakarim #nu #nahdhatululama #muhammadiyah #pendidikan #corona #coronavirus #covid19 #jagajarak #cucitangan #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-07-24T08:32:17+00:00">Jul 24, 2020 at 1:32am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Mimin jadi mau bertanya <em>nih</em> kepada Mas Menteri – sapaan akrab Nadiem – sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan pebisnis. Ini kan bukan uang sedikit ya untuk <em>nambal</em> kekurangan anggaran. Terus,<em>gimana</em> nanti laporan yang akan dibuat <em>gitu</em> <em>loh</em>?</p>
<p>Duh, <em>mimin</em> jadi bingung <em>nih</em>. Kekurangan anggaran ini nanti masuknya kategori keuntungan bagi Kemendikbud apa kerugian ya? <em>Hadeuh</em>, mungkin Mas Menteri bisa bantu jawab <em>deh</em>.</p>
<p><em>Gini</em> loh, kalaupun ternyata ada beberapa organisasi filantropi yang menggunakan dana mandiri dan masuk dalam program POP ini, harusnya kan dijelaskan sejak awal sehingga tidak ada salah paham. Bukan menunggu gaduh, malah baru ada yang bersuara.</p>
<p>Kan, lebih enak jika ada penjelasan terlebih dahulu, biar tidak ada salah paham di antara kita. Lebih-lebih, kepada <em>mimin nih</em> sebagai insan yang <em>kepo abis</em>. <em>Heheh</em><em>e</em>.</p>
<p>Melihat kondisi seperti ini, <em>mimin</em> jadi sepakat <em>nih</em> sama Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) <strong><a href="https://radarbanyumas.co.id/pgri-mundur-dari-program-organisasi-penggerak-pop-kemendikbud-program-organisasi-penggerak-dinilai-banyak-kejanggalan/" rel="nofollow">Fahriza Tanjung</a></strong> yang meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawas Keuangan (BPK) untuk menelisik anggaran untuk program POP sehingga nantinya tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan pribadi.</p>
<p>Kan, bahaya. Negara sudah kembang kempis dan ibaratnya puasa Senin-Kamis demi menghemat anggaran. <em>Ehh</em>, malah di-<em>sl</em><em>i</em><em>ding</em> sama orang lain. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="jvJDeVtC4xQ"><iframe loading="lazy" title="Coca-Cola vs Pepsi: Soda Politics dan Kisah Cola Wars" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jvJDeVtC4xQ?start=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Nadiem-Rugi-Gara-gara-POP.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
