PKS Tengah Gigit Jari

PKS Tengah Gigit Jari
Foto : Istimewa
3 minute read

 “Petarung terbaik adalah petarung yang tidak pernah marah.”


PinterPolitik.com

[dropcap]C[/dropcap]ring, bukan sulap apalagi sihir, akhirnya PKS akan tetap setia bersekutu bersama Partai Gerindra meski keputusan yang diberikan pahit untuk partai putih itu.

Weleh-weleh. Apa sih yang pahit gengs?

Hmmm, coba, pahitan mana di antara kedua kasus ini:

Kasus yang pertama, di saat kalian buru-buru ke kantor naik motor, udah pakai jaket, pakai helm, bawa SIM,  tapi pas di depan polisi kamu lupa nyalain lampu. Akhirnya kamu ditilang.


Kasus yang kedua, sudah dijanjiin bakal dapat jatah cawapres, tapi pas udah waktunya, ditolak mentah-mentah karena kesalip sama partai sebelah. Ahahaha.

Pilih mana gengs? Kalau eyke sih pilih ditilang polisi karena lampu depan lupa dinyalain, daripada di PHP-in. Ahahahah, atit gengs, atit.

Pengamat politik yang juga merupakan pendiri lembaga survei Kedai KOPI, Hendri Satrio berpendapat, PKS akan tetap bersama Gerindra, apa pun hasil pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, menurut Hendri, PKS dan Gerindra adalah sekutu yang sulit dipisahkan.

Walah pak, kok eyke jadi keinget kisah Hayati di film Van Der Wijck ya?  Nih cuplikan dialognya:

“Siapakah di antara kita yang kejam Hayati? Siapakah yang telah menghalangi seorang anak muda yang bercita-cita tinggi menambah pengetahuan? Kamu kejam Hayati!”

Sadis gengsHehehehe.

Pertemuan SBY dan Prabowo malam kemarin memang menambah keyakinan kepada PKS yang sepertinya memang tidak akan mendapat jatah cawapres. Weleh-weleh, kasihan ya PKS, padahal sudah berharap.

Meski begitu gengs, PKS akan tetap menerima karena tidak ada pilihan lain lagi selain bergabung dengan koalisi Prabowo bersama PAN, PBB dan Partai Demokrat.

Memang, kunjungan Prabowo ke rumah SBY itu belum pasti membahas persoalan syarat cawapres yang disodorkan oleh Partai Demokrat. Tapi, dari situ kita bisa menilai kemungkinan cawapres dari PKS akan semakin kecil.

Walaupun demikian, siapa tahu, pertemuan Prabowo-SBY hanya menyepakati poin-poin di luar syarat cawapres yang diberikan Partai Demokrat. Kalau benar begitu, pasti PKS enggak jadi murung deh. Ahahaha, mantap deh.

Tetapi, dari semua ini gengs, yang jadi pertanyaan adalah apa mungkin sekelas Partai Demokrat tidak memberikan nama untuk dijadikan cawapers?

Hmmm, kayaknya mustahil ya gengs. Jadi PKS harus besar hati deh sekedar menjadi tim hore di Pilpres 2019 nanti. Wkwkwwk.

Berarti PKS tengah gigit jari? Gapapa lah, yang penting kata “tengah” jangan dipindahin ke belakang ya pak. Kalimatnya jadi bahaya hahahaha.

Nih gengs, ada ungkapan menarik dari Aristoteles: “Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar, itu yang sulit.” (G35)