PKS, Si Teman Balik Kanan?

PKS, Si Teman Balik Kanan?
Istimewa
2 minute read

“Di tahun politik ini, sepertinya muncul sebuah fenomena baru, yaitu teman-teman yang mula-mula nampak lurus, nampak tawaduk, nampak istikamah, tiba-tiba agak berbalik kanan dan mengagetkan.” ~ Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.


PinterPolitik.com

Politik kini memang bukan barang pembahasan yang esklusif milik orang-orang di Senayan sana aja. Masyarakat kecil pun kini sudah terbiasa membahas politik sesuka mereka. Bisa di warung kopi atau bahkan saat sedang belanja kebutuhan memasak di pasar. Tapi terkadang gak semua komunikasi politik bisa dicerna dengan mudah oleh khalayak kebanyakan.

Seperti perkataan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais yang menyebut ada fenomena baru di tahun politik, yakni sejumlah teman yang balik kanan. Uniknya, Amien seakan memberi teka-teki pada publik, siapa sosok yang dimaksud. Dan cukup bikin keki juga sih buat menebak siapa yang dimaksud itu.

Namanya juga komunikasi politik tingkat dewa, kalau mudah diinterpretasi, ya bukan Amien Rais dung namanya. Tapi eike jadi ikutan kepoan nih sama pernyataan Amien ini. Celotehan Mbah Amien emang kelas kakap semua deh. Pake istilah tingkat dewa, hahaha. Ya merakyat dikit gitu kek istilah yang digunain.

Dugaan awal sosok yang dimaksud Amien ini mengarah pada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin. Tapi belakangan sih si Ngabalin sendiri udah menampik kalau bukan dia sosok yang dimaksud Amien itu. Toh Amien sendiri menggunakan kata “teman-teman” yang artinya jamak.


Mmm, jadi bukan sosok tunggal dung ya yang dimaksud. Curiganya kata “teman-teman” ini merujuk pada sebuah kelompok. Kek tau nih eike arah perkataan Amien. Jangan-jangan yang dimaksud “teman balik kanan” ini adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ternyata oh ternyata mereka toh. Maca ci, mi apa coba?

Tapi bisa jadi loh. Buktinya masa sekaliber PKS yang notabene bagian dari Sekretariat Bersama (Sekber) gak diajak tuh sama Amien dan Prabowo Subianto untuk menemui Rizieq Shihab saat “umrah politik” beberapa waktu lalu. Kan rasanya aneh aja ya. Apa mereka udah pecah kongsi ya? Hadeuh, aya aya wae.

Emang sih ada indikasi PKS membelot berkubu ke partai lain. Lagian bersama Gerindra, PKS juga gak ada jaminan bisa mendapatkan posisi Calon Wakil Presiden (Cawapres). Jadi ngapain juga mereka berlama-lama. Mending cari peluang yang lebih besar di tempat lain. Siapa tau nanti lebih hoki peruntungannya. (K16)