Pilkada, ‘Wajah’ Panglima Dipertaruhkan?

Pilkada, 'Wajah' Panglima Dipertaruhkan?
Pangkostrad, Letjend Edy Rahmayadi dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Istimewa)
2 minute read

“Bersikap netral karena tak paham adalah suatu sikap yang terhormat.”


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]emori masih merekam bagaimana kiprah TNI dengan adanya dwifungsi tugas yang diemban.

Di masa lampau, TNI bukan hanya menjaga pertahanan negara tapi terjun juga dalam perpolitikan.

Namun, seiring dengan berjalannya zaman, TNI kini tidak diperkenankan untuk ikut campur dalam politik praktis.

Masa lalu majunya militer dalam kontestasi politik pernah memberi kesan bahwa masyarakat – katanya – lebih percaya militer dibandingkan orang sipil untuk menjadi pemimpin.

Namun, strategi ini sepertinya tak menggigit di era ini weleeeeh weleeeeh. Lah, tapi kok lima Jenderal masih saja ikut Pilkada ya? Hmmm entah menang atau engga nanti.

Kalau prasangka baiknya sih, mungkin ia masih membutuhkan medium pengabdian dalam bentuk yang lain. Weleeeh weleeeh.

Kalau misalkan sekarang militer tak boleh berpolitik, apa kabarnya Panglima TNI sebelumnya. Kata beberapa pihak sih ada indikasi berpolitik praktis. Hmm hayoloooh.

Walaupun sampai akhir jabatan tak ada yang bisa membuktikan. Malah partai politik terpesona dan jatuh hati ingin meminangnya di Pilpres 2019 weleeeeh weleeeh.

Kayanya hal ini yang tidak diinginkan Panglima Hadi Tjahjanto yang sekaligus akan mempertaruhkan ‘wajahnya’ di perhelatan Pilkada.

Ada dua hal yang mungkin jadi pertaruhan. Yang pertama ialah sikap TNI yang harus netral walau ada lima Jenderal yang terlibat politik praktis.

Maka, Panglima harus memastikan mereka mau undur diri. Jangan justru ditahan-tahan, kalau sudah terjun ke politik otomatis harus mengundurkan diri dari TNI.

Eh tapi kan, kemarin malah dikasih jabatan strategis, gimana dong itu? Weleeeeh weleeeh. Ya sesegera mungkin digantilah.

Masa mau nyambi militer iya, kepala daerah juga iya hmmmm. Itu juga kalau kepilih wkwkwk. Apa Dwifungsi TNI mau bangkit lagi ?

Pertaruhan lainnya adalah bahwa dikhawatirkan akan ada kesia-siaan melepas para Jenderal ikut Pilkada bila ujungnya akan kalah. Akan mengabdi dimana lagi para Jenderal yang kalah di Pilkada?

Bagaimanapun juga Panglima harus siap menerima kenyataannya nanti. Weleeeh weleeeh (Z19)