Petualangan Begadang Wishnutama

Wishnutama Siap begadang Mengepalai Kemenpar dan Bekraf
Wishnutama (Foto : Travel Kompas)
2 minute read

“Lack of sleep greatly impairs your ability to make good decisions.” – Amy Morin, Psychotherapist


 PinterPolitik.com

Naiknya Wishnutama sebagai Kementerian Pariwisata kayaknya bakal bikin Mas Tama lembur terus-menerus. Pasalnya dalam Kabinet Indonesia Maju bentukan Jokowi, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan dilebur dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Triawan Munaf selaku mantan Ketua Bekraf memberi saran kepada penerusnya, bahwa sebagai menteri dengan latar belakang swasta seperti Mas Tama, sebaiknya cepat menguasai birokrasi dan administrasi yang lumrah dalam lembaga negara. Bedalah menavigasikan badan swasta dan lembaga negara, yang satu banyak remnya satu lagi bisa langsung berlari kencang mengerjar profit.

Wishutama pun mafhum dia pemain dari lapak berbeda. Dia pun menyatakan bahwa saat ini sedang mempelajari penyelarasan serta aturan main lembaga pemerintah. Abis dilantik pun Wishnutama tak diberikan instruksi detail mengenai penggabungan Kemenpar dan Bekraf. Jadi PR buat Wishutama ini memang nambah.


Gimana engga, sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishutama tidak hanya diberi tugas untuk menaikkan cadangan devisa negara. Namun, dia juga dituntut untuk menaikkan standar pariwista di Indonesia agar bisa bersaing setidaknya dengan negara-negara Asia Tenggara.

Kalo berdasarkan The Travel & Tourism Competitiveness Report 2019 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, Indonesia menempati urutan keempat di Asia Tenggara. Di urutan pertama bertengger Singapura di urutan ke-17. Disusul Malaysia di urutan ke-29 dan Thailand di urutan ke-31. Indonesia sendiri di urutan ke-40.

Ini baru pariwisata, belum ekonomi kreatif yang mengurusi game developer, arsitektur, seni rupa dan desain, kriya, kuliner, musik hingga periklanan dan televisi. Agaknya potensi Wishnutama begadang setaip hari termasuk besar dengan segudang tugas yang diembannya. Mungkin hal ini lumrah sih karena dia sudah pernah kerja di media. Tapi mungkin juga beda ga sih?

Mas Tama ini kan dulu atasan, kalo mau pulang cepet boleh lah ya, siapa juga yang berani ngelarang. Tapi sekarang kan sebagai Menpar sudah jadi anak buah Pak Jokowi. Jadi sekarang bapak bisa merasakan jadi karyawan di media yang pulang larut malam dan dikejar-kejar deadline. Terus kalo hasil kerja jelek bukan bapak yang marah tapi Pak jokowi. Jadi selamat begadang ya pak, jangan lupa siapin obat masuk angin dan balsem buat kerokan. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.