Penyerang Novel Ditangkap, Nasib Buzzer?

mata dibayar mata
Novel Baswedan (Foto: Jakarta Post)
2 minute read

“Tapi sebelah mataku yang lain menyadari, gelap adalah teman setia, dari waktu waktu yang hilang,” – Efek Rumah Kaca, Sebelah Mata


PinterPolitik.com

Akhirnya, setelah lebih dari dua tahun, ada titik terang dari kasus penyerangan kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Beberapa waktu lalu, kepolisian baru saja mengumumkan kalau mereka menangkap dua sosok penyerang Novel yang ternyata adalah polisi aktif. Wah!

Memang sih, seperti yang disebut di atas, ini tuh baru setitik dari terang yang dinanti-nanti banyak pihak. Sepertinya, masih banyak yang berharap kalau penangkapan dua tokoh ini gak menjadi akhir karena diduga ada aktor intelektual di balik mereka.

Tak hanya itu, sebenarnya beberapa pihak juga masih menganggap kalau kasus ini masih diwarnai dengan teka-teki. Bagi mereka, ada beberapa unsur dari kasus ini yang masih harus dijawab jadi ya masih harus ditunggu kelanjutan kasusnya.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya ada beberapa pihak lain yang mungkin aja jadi harus memikirkan ulang sikap mereka terkait kasus ini. Salah satu dari pihak itu adalah Dewi Tanjung, caleg PDIP yang beberapa waktu lalu melaporkan kasus penyerangan Novel ini sebagai rekayasa.


Tak hanya itu, isu soal rekayasa kasus Novel ini juga sempat dihembuskan oleh para pendengung di media sosial. Kala itu, memang ada akun-akun media sosial dengan banyak pengikut menyebarkan isu tentang rekayasa penyiraman Novel.

Nah, kalau melihat sekarang ternyata kepolisian sudah menangkap penyerang Novel, gimana ya nasib mereka? Bu Dewi Tanjung kan sudah melaporkan tuduhan rekayasa ini ke kepolisian, gimana ya rasanya melihat kasus ini tiba-tiba punya arah berbeda?

Terus, para buzzer yang berbusa-busa menciptakan tren di media sosial, bisa dibilang menyebarkan kabar membingungkan gak ya karena sekarang polisi malah mengungkap kasus ini?

Disclaimer dulu nih, pertanyaan-pertanyaan itu melepaskan sedikit teka-teki tentang penangkapan dua sosok polisi beberapa waktu lalu. Pertanyaan-pertanyaan ini murni ditanyakan untuk mencolek pihak-pihak yang bilang rekayasa, tapi ternyata saat ini justru tak ada pernyataan resmi polisi tentang rekayasa.

Dari hal itu, apakah Bu Dewi dan para buzzer masih mau bilang rekayasa, khususnya kepada polisi?

Apapun itu, perjalanan kasus ini masih tergolong amat panjang. Kita tunggu aja apakah akan ada fakta-fakta lain dari kasus yang telah berjalan cukup lama ini. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.