PDIP Usung Politikus ‘Pengangguran’?

Djarot Bukan ‘Bandar Duit’
Djarot Saiful Hidayat, Calon Gubernur Sumatera Utara. (Foto: Tribunnews)
2 minute read

“Kasihan hanya perasaan orang berkemauan baik yang tidak mampu berbuat. Kasihan hanya satu kemewahan, atau satu kelemahan. Yang terpuji memang dia yang mampu melakukan kemauan baiknya.” ~ Pram


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]asca menelan pil pahit kekalahan di Pilgub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat masuk dalam kategori politikus ‘pengangguran’.

Namun, lowongan pekerjaan bagi politikus memang memasuki masanya apalagi sudah menginjak tahun 2018 sebagai tahun politik.

Mantan Bupati Blitar itu tak mungkin memimpin lagi di Blitar, apalagi harus menunggu Anies –Sandi purnatugas di Jakarta. Alhasil, Djarot masih ‘nyaman’ dengan status ‘nganggurnya’.

Namun, status ‘nganggurnya’ Djarot telah selesai pasca Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya mempromosikan Djarot untuk melamar pekerjaan sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara.


Tapi lamaran pekerjaan Djarot di Pilgub Sumatera Utara belum tentu juga diterima. Karena, Djarot bukan putra daerah dan juga elektabilitasnya pun mungkin sedikit diragukan.

Memang apa pertimbangan apa ya PDI Perjuangan mengusung Djarot menjadi Calon Gubernur Sumut?

Hmm, usut punya usut sih, PDI Perjuangan merasa ‘kasihan’ melihat kadernya yang kalah di Jakarta itu menganggur, akhirnya daripada luntang – lantung, PDIP mengusung Djarot di Pilgub Sumut.

Yailaaahhh, kirain memang punya potensi merebut kemenangan di Sumut karena elektabilitasnya yang tinggi.

Kalau hanya mengandalkan mesin partai politik aja sih bisa, tapi kan warga itu memilih pemimpinnya dilihat dari sosok juga lah, weleeeh weleeeh.

Akankah Sumatera Utara menjadi tempat merantau terakhirnya Djarot? Karena kan memang Djarot dikenal sebagai politikus nomaden yang sering berpindah kota bahkan pulau, demi sebuah jabatan. Bukan begitu? Weleeeh weleeeeh.

Merantau dari Blitar ke Jakarta, setelah itu merantau ke Kalimantan Timur untuk jadi Plt Ketua DPD PDI Perjuangan, eh sekarang malah ke Pulau Sumatera. Bisa bertahan di sana?

Tapi, belajar dari pengalaman, Djarot kan sudah kalah di DKI Jakarta, apakah kansnya masih bisa dipertaruhkan di Sumatera Utara?

Punya potensi apa emang untuk memimpin Sumatera Utara? Weleeeh weleeeh.

Jadi Cagub jangan coba –coba ah, nanti malah malu. Malu kalah lagi weleeeh weleeeh. (Z19)