PDIP Takut Oknum Berkuasa?

PDIP Takut Oknum Berkuasa
Para petinggi PDIP mengumumkan pembentukan Tim Hukum PDIP. (Foto: Istimewa)
2 minute read

“And save me from myself and all this conflict” – Eminem, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini, pembicaraan di publik dan media banyak berfokus pada kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) yang melibatkan eks-komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Pembicaraan semakin santer mengarah ke partai berlambang banteng setelah dua staf Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku dikabarkan dan diduga turut terlibat.

Bahkan, Hasto sendiri dikabarkan sempat berlindung di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) guna menghindari operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski begitu, Hasto sendiri telah menyangkal kabar tersebut.

Tapi nih, meski telah menyangkal kabar-kabar tersebut, PDIP tampaknya tetap bakal menyiapkan “amunisi” guna menghalau dampak polemik ini. Beberapa waktu lalu, beberapa petinggi partai banteng itu mengadakan konferensi pers untuk memberikan klarifikasi.

Dalam konferensi per situ, PDIP menyebutkan telah menyiapkan sebuah tim hukum. Kabarnya sih, tim ini melakukan gerak cepat (gercep) guna menemui berbagai lembaga-lembaga terkait, seperti KPU dan Dewan Pengawas KPK.

Selain membentuk tim hukum, petinggi-petinggi PDIP juga berharap agar adanya kasus ini tidak membuat mereka dibentur-benturkan dengan lembaga-lembaga lain – KPU dan KPK. Koordinator Tim Pengacara DPP PDIP Teguh Samudra menyebutkan bahwa kasus ini merupakan bentuk pemerasan yang dilakukan oleh oknum berkuasa tertentu.

Hmm, kira-kira, siapa ya oknum berkuasa itu? Bukannya PDIP sendiri sekarang menjadi partai penguasa?

Selain banyak mengisi pemerintahan, kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga banyak diisi oleh partai berlambang banteng itu. Masa iya PDIP takut sama pihak yang berkuasa juga?

Wah, jadi teringat dengan meme-meme Spider-Man yang banyak tersebar di internet. Sering banget tuh, kita melihat meme yang mengambarkan sosok Spider-Man yang bertemu dengan tokoh Spider-Man lainnya. Dalam potongan gambar serial kartun tahun 1960-an itu, kedua Spider-Man saling terkejut dan saling tunjuk tuh.

Ya, mungkin, seperti kisah dalam serial kartun pahlawan super itu, salah satu mereka bukan “Spider-Man” yang sebenarnya. Bisa jadi, oknum yang berkuasa itu bukan bagian dari partai penguasa yang berlambang banteng itu.

Hmm, kalau kasus ini benar merupakan bentuk pemerasan oleh oknum-oknum yang dimaksud, boleh dong kasih tahu publik yang sedang penasaran. Barang kali, KPK bisa terbantu dalam menyelesaikan kasus ini. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.