PDIP Memuja Ulang JK?

PDIP dukung Jusuf Kalla
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf-Kalla. (Foto: Politik Today)
2 minute read

“Reformasi hakikatnya adalah perubahan dan kesinambungan, yang baik wajib dilanjutkan, yang tidak baik mesti dikoreksi & perbaiki.” ~ Susilo Bambang Yudhoyono


PinterPolitik.com

Organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Benteng Muda Indonesia (BMI) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) agar segara memutuskan guguatan judicial review Pasal 169 huruf N UU Pemilu 2017 tentang syarat wakil presiden hanya dibatasi dua periode.

Duhh, ada apa ini? Jadi akhirnya mau tetap menerima Jusuf Kalla sebagai cawapres Jokowi atau gimana? Bukannya kemarin sudah bilang tidak akan menerima JK ya? Kok sekarang bimbang?

Tapi eike juga masih samar-samar nih. Dukungan BMI terhadap langkah JK dan Perindo ini bisa diartikan sebagai dukungan PDIP juga bukan?

Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mengatakan kalau gugatan menyangkut jabatan dua periode cawapres adalah hak kelompok atau warga negara yang merasa dirugikan.Hal itu wajar, lumrah, dan patut ditanggapi.

Oh begitu, jadi maksudnya JK merasa dirugikan dengan hukum tersebut? Wah wah, emang segitu enaknya ya jadi wakil presiden, sampe kalo nggak dapet kesempatan lagi jadi rugi gitu?Hmm, mudah-mudahan Pak JK jauh dari aura-aura kekuasaan kayak gitu ya.

Eh, tunggu sebentar deh, apa mungkin kegalauan Jokowi dalam menentukan cawapres selama ini ada hubungannya dengan keputusan MK? Soalnya nih, dari kubu PDIP juga sudah terang-terangan mengatakan kalau sebenarnya Jokowi dan JK merupakan pasangan yang sangat cocok. Eike juga masih inget pujian-pujian PDIP untuk JK. Tapi gimana ya, kok kayak nggak ada calon lain aja?

Katanya gaes, mencalonkan JK kembali sebagai cawapres Jokowi bisa menjadi jalan tengah agar tidak memunculkan polemik di antara parpol-parpol pengusung Jokowi, yang punya ambisi mengajukan cawapres untuk Jokowi.

Hmm, rakyat Indonesia itu kan ada lebih dari setengah miliar orang ya Pak, dan nggak semuanya anggota parpol. Kalau mau dicari pasti ada kok calon berkualitas di luar parpol yang cocok untuk mendampingi Jokowi. Jangan males deh… Usaha dikit gitu kalau emang niatnya ingin memajukan bangsa. Hehehe. (E36)