PDIP Ketularan Artis

PDIP Ketularan Artis
Foto : Istimewa
2 minute read

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?”


PinterPolitik.com

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan merekrut artis atau figur publik menjadi calon anggota legislatif.

Hasto mengatakan partainya merekrut artis atau publik figur dengan mempertimbangkan kompetensi.

Asli pak? Serius banget nih pak? Masa sih kayak gitu? Kok saya enggak yakin ya? Aduh pusing nih jadinya, kok mual ya. Ih jadi mau muntah! Uweeek.

Jadi gengs, PDIP mendaftarkan setidaknya sepuluh artis sebagai calon anggota legislatif. Mereka-mereka antara lain Krisdayanti, Harvey Malaiholo, Ian Kasela, dan Jeffry Woworuntu. Ada pula artis yang menjadi bacaleg muda, yakni Angel Karamoy dan Kirana Larasati.


Hmmm, kalian bisa nilai sendiri deh gengs sebelum eyke terusin. Hehehe.

Kalau eyke sih gak tahu kenapa KZL banget liat artis masuk ke dunia politik. Di luar dari kompetensi yang dimiliki, menurut eyke mereka terlalu “ADUH” untuk menjadi perwakilan kita di DPR.

“Apa jangan-jangan nilai kompetensi para politisi dan kader partai lebih rendah dibandingkan artis?” Aahaha tobat gengs, tobat.

Nah, Hasto juga sempat bilang, sosok artis dapat lebih mudah masuk ke hatinya ibu-ibu, seperti zamannya Iis Sugiarto dan masih banyak yang lainya.

Alah bossque, kok kompetensi yang menjadi standarnya rendah amat ya? Ini bukan soal masalah ibu-ibu PKK loh, ini masalahnya kita sedang bersaing dengan negara luar yang sudah sangat maju.

Eh, pak kita juga sedang berhadapan banyak persoalan perekonomian, kemiskinan, penganguran, pembangunan, pertanian, perikanan, penerbangan, kesehatan, teknologi dan lain sebagainya.

Sudah lah gengs, eyke langsung lesu mendengar banyak partai politik yang mengunakan artis sebagai caleg buat naikin suara partai doang.

Katanya parpol punya pendidikan politik dan kaderisasi yang bagus, tapi kok regenerasinya malah ke artis terus ya? Emang udah sekrisis itu kadernya?

Weleh-weleh ucing ala ue jadinya, mending kalian baca deh ungkapan dari Pramoedya Ananta Toer, mungkin bisa sedikit menggugah hati kita semua: “Perwakilan rakyat? Perwakilan rakyat hanya panggung sandiwara. Dan aku tidak suka menjadi badut, sekalipun badut besar.” (G35)