PDIP, Ada Apa Denganmu?

pdip partai korup
Megwati. (Foto: Harnas.co)
2 minute read

“Memerangi korupsi itu bukan hanya lewat pemerintahan yang bersih. Ini pertahanan diri. Ini aksi patriotisme. Ini aksi kepahlawanan.” ~ Joe Biden


PinterPolitik.com

[dropcap]W[/dropcap]aktu kecil, mamakku selalu menasihati aku agar senantiasa menjadi anak yang jujur dan baik hati. Nggak boleh mencuri, kalau nggak nanti di akhirat tangannya dipotong.

Aku ingat banget, waktu itu doi juga bilang, kalau di dunia kita bisa berkilah, tapi di akhirat nanti, mulut kita ditutup, cuma kaki dan tangan kita yang bicara. Jadi pasti ketahuan. Nanti kalau ketahuan tangan kita dipotong, terus nyambung lagi, terus dipotong lagi, begitu seterusnya. Tergantung seberapa banyak yang kita curi. Ngeri kan?

Mamakku juga dulu suka menceritakan dongen tentang si Kancil Anak Nakal, sukanya mencuri ketimun dan akhirnya ditangkap Pak Tani untuk dimakan. Ihhh, betapa sialnya jadi pencuri, pikirku kala itu. Tapi kenapa ya, seiring tumbuh kembangku, pencurian di negara ini menjadi hal yang amat lumrah? Yang dicuri uang negara lagi. Kalau mendengar berita korupsi, paling banter netizen hanya komentar ‘sudah biasa di negara ber-flower’.

Ealaahhh, mana bisa begitu? Masa korupsi dijadikan hal yang wajar. Kalau korupsinya sampai merugikan negara triliunan rupiah gimana? Kayak kasus korupsi yang melibatkan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian. Ckckck.

Politisi PDIP ini, telah merugikan negara sebesar Rp 5,8 triliun karena menyalahgunakan wewenang terkait penertiban izin usaha pertambangan IUP pada tiga perusahaan, yakni PT Fajar Mentaya Abadi, PT Billy Indonesia, dan PT Aries Iron Mining.

Bayangin gaes, demi dua mobil mewah dan uang, doi bikin rugi negara sedemikian parah. Hasil pertambangan bauksit dicuri seenak udel, lingkungan jadi rusak, belum lagi kerugian kehutanan akibat produksi dan kegiatan pertambangan. Wahh, ini sih harus dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu bikin aksi berjilid-jilid biar doi kapok. Hehehe.

Koruptor itu tak ada bedanya dengan binatang yang lapar. Apa saja diembat, asal kenyang... Click To Tweet

Eike tuh bener-bener nggak habis pikir. Bagaimana bisa kader PDIP lagi-lagi kena kasus korupsi. Padahal, beberapa kader PDIP seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo jadi model KPK untuk kebijakan antikorupsi.

Weleh-weleh, mana masih ada 200-an pejabat daerah dari kader PDIP lagi. Mudah-mudahan aja deh nggak ada yang ketularan korupsi. Bisa amsyong nasib negeri ini.

PDIP benar-benar harus lebih hati-hati memilih kader deh. Jangan sampai predikat partai terkorup melekat terus. Apalagi kasus Supian ini merupakan kasus korupsi dengan kerugian negara terbesar. Wahh, rakyat bakal milih PDIP lagi nggak yah? (E36)