PBB Didesak Bawa Suriah ke Pengadilan Internasional

    2 minute read

    Perang di Suriah sudah menjadi permasalahan Internasional dan membutuhkan solusi politik dalam menyelesaikannya. Menyikapi permasalahan ini, PBB sedang membuat badan baru yang akan membantu menyelesaikan konflik yang telah berkepanjangan tersebut.


    pinterpolitik.com

    SWISS – Perang antara Tentara Suriah yang dipimpin Presiden Bashar Al Assad dengan pihak oposisi, telah berlangsung lima tahun.  Berdasarkan data Amnesty Internasional, Pemerintah Suriah telah mengeksekusi sekitar 13 ribu tahanan dan dituding melakukan penyiksaan sistematis di penjara militer.

    Bila dilihat dari korban jiwa dan kerusakan yang terjadi, konflik di Suriah telah menjadi keprihatinan Internasional. Oleh karena itu, sekitar 60 negara yang diprakasai Swiss mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membawa Suriah ke Pengadilan Internasional (ICC). Desakan ini dilancarkan untuk menyelidiki kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang yang terjadi di Suriah.

    Duta Besar Swiss untuk PBB Paul Seger yang mengkoordinasi upaya resolusi damai ini, menyatakan kalau resolusi ini layak didukung bila melihat dari alasan moral dan hukum.

    “Dalam situasi seperti di Suriah di mana terdapat ribuan korban dan jutaan warga mengungsi, jika ini bukan kasus yang harus dibawa ke pengadilan Internasional, katakan ke mana saya harus membawanya,” jelas Seger.


    Namun besar kemungkinan desakan ini akan ditentang, karena dalam tubuh DK PBB sendiri masih terdapat perbedaan pendapat antara negara-negara Barat dengan Rusia dan Tiongkok yang merupakan sekutu lama Suriah.

    Meskipun begitu, sebanyak 58 negara menyerukan kepada 193 anggota negara PBB lainnya untuk memberikan dukungan terhadap resolusi tersebut. Sehingga pengadilan dapat melakukan investigasi atas tuduhan kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah Suriah, milisi pendukung pemerintah, dan kelompok oposisi bersenjata.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, Majelis Umum juga akan melakukan pemungutan suara untuk menetapkan mekanisme pada Desember mendatang dan akan mengajukan nama untuk hakim atau penuntutnya pada awal bulan ini.

    Baca juga :
    Menimbang Dana Otonomi Khusus Aceh

    Sudah terlalu banyak warga sipil yang menjadi korban dalam kejahatan perang di Suriah. Semoga PBB dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah agar korban tidak bertambah lagi. (Berbagai sumber/A15)