Pasangan Rindu, Cagub Gembul

Pasangan Rindu, Cagub Gembul
Istimewa
2 minute read

“Penamaan program-program unggulan Rindu dengan nama kuliner dimaksudkan agar gampang diingat saat disosialisasikan ke masyarakat.” ~ Koordinator Tim Pakar dan Materi pasangan Rindu, Ridwansyah Yusuf


PinterPolitik.com

Bagi anak “sekolahan”, menghafal pelajaran bukanlah pekerjaan gampang. Sebab itu, banyak pengajar yang menggunakan “jembatan keledai” agar apa yang dihafalkan itu bisa cepat masuk ke kepala dan bertahan lama di memori muridnya. Nah, bagaimana membuat cara membuat jembatan keledainya, tergantung kreativitas masing-masing.

Kalau bagi Ridwan Kamil, jembatan keledai yang kerap ia gunakan adalah dengan menyingkat kalimat menjadi sebuah kata baru yang terkadang unik dan lucu. Jadi kalau program yang akan ia tawarkan sebagai calon gubernur Jawa Barat menggunakan istilah yang “aneh-aneh”, itu sih sudah enggak kaget lagi.

Bersama pasangannya, Uu Ruzhanul Ulum yang inisial keduanya disingkat menjadi Rindu, sudah mempersiapkan berbagai program yang akan dijalankan kelak kalau terpilih sebagai orang nomor satu dan dua di negeri Pasundan tersebut. Program yang disebut sebagai Nawaitu (niatan) itu, terdiri dari beraneka ragam jenis makanan.


Makanan ini juga bukan sembarang makanan, karena khas dari wilayah barat Jawa. Salah satunya ada Laja, Semur, Jamu, Opak, Wajit, Cikur, Talas, Lemper, hingga bubur. Euleeuh euleeuh, apa enggak malah lapar ya yang dengerin penjelasannya nanti? Atau jangan-jangan, jelasinnya entar sambil ngunyah juga? Wew, asooy banget itu.

Tapi kalau kata Ridwansyah, dengan semua suguhan makanan itu, pasangan Rindu akan memastikan kalau masyarakat Jabar enggak hanya kenyang, tapi juga makmur, sejahtera, hingga bahagia. Soalnya, dari urusan pangan, sandang, papan, hingga infrastruktur adalah bahan baku makanan tersebut.

Misalnya aja Laja yang singkatan dari LApangan kerJA, Semur yang berarti SEMbako MURah, serta Jamu yang diartikan sebagai JAlan MUlus. Hmm, kalau begitu hati-hati ajalah bila meminta jamu sama pasangan Rindu, jangan-jangan nanti malah dikasih semen sama pasir lagi! Weleh-weleeeh.

Walaupun program Nawaitu-nya Rindu lebih banyak bikin pendengarnya jadi lapar dan perut keruyukan, tapi setidaknya menurut Ekonom Theodore Levitt dari Harvard Business School, istilah-istilah itu membuktikan kreativitas pasangan Rindu. Sementara kalau mampu menciptakan sesuatu yang baru, namanya inovatif. Jadi pasangan Rindu cuma kreatif atau juga inovatif? Tapi yang pasti sih gembul ya! (R24)