Partai Wong Cilik Musiman?

Partai Wong Cilik Musiman
(doc: jawapos.com)
2 minute read

Megawati berpesan kepada Gus Ipul-Puti Guntur untuk berpihak kepada wong cilik. Apa maksudnya?


PinterPolitik.com

Kelihatannya Partai Banteng tengah berusaha membangun strategi untuk memenangkan Pilgub Jatim. Bahkan baru-baru ini Mama Mega memberikan pesan kepada pasangan Gus Ipul dan Puti Guntur untuk memihak kepada wong cilik alias rakyat kecil. Hmmm, seriusan nih atau cuma dadakan saat Pemilu berlangsung?

Kalau melihat sepak terjang Partai Banteng di dunia politik tanah air yang sarat dengan praktik korupsi, apakah layak jika partai tersebut dijuluki partainya wong cilik? Entahlah, silahkan nilai sendiri. Jangan-jangan wong cilik hanya dijadikan sebagai formalitas doang, tapi pelaksanaannya malah memihak wong licik, upsss keceplosan.

Pilgub Jatim yang tinggal beberapa bulan lagi, memang mengharuskan partai-partai politik termasuk Partai Banteng berusaha mencari strategi yang manjur untuk bisa memikat hati masyarakat agar nanti saat hari ‘H’, mau memilih pasangan Gus Ipul dan Puti.


Selama ini kan Partai Banteng selalu stigma-stigma negatif seperti sarang koruptor, pro komunis, antek asing hingga dijuluki partai penista agama. Mungkinkah ini adalah momen yang tepat bagi Partai Banteng untuk ‘membersihkan diri’ atau untuk menepis semua tuduhan tersebut? Au ah pucing palaku, mikirinnya.

Kalau memang demikian, mengapa baru dilakukan menjelang Pemilu? Jangan sampai ini hanya sekadar trik untuk memenangkan Pemilu aja? Akankah Pilkada berubah menjadi Pil-nggak ada? Semoga sampai nggak begitu ya.

Selain itu, daerah Jatim juga dinilai sebagai salah satu basis suara terbesar kedua di Pulau Jawa. Maka, jangan heran kalau Mama Mega berani “turun gunung” karena memang Partai Banteng butuh kemenangan untuk mengamankan tiket ke Pilpres 2019 nanti.

Tapi nggak semudah itu juga kaleee. Masyarakat sekarang udah pada kritis dalam memilih saat Pemilu.  Mungkin tergantung pendekatan dari Partai Banteng sih. Kalau upaya untuk memihak wong cilik hanya dilakukan saat musim Pemilu, maka itu patut dipertanyakan. Tapi, kalau ini terus menjadi program yang berkesinambungan setelah terpilih, maka itu patut diapresiasi. Nah, Partai Banteng mau jadi Partai wong cilik musiman atau sebaliknya? (K-32)