Partai Berkarya “Berkhayal”?

Partai Berkarya “Berkhayal”?
Foto : Istimewa
3 minute read

“Munir takut, tapi dia lebih takut melihat sesamanya tertindas! Kamu jangan takut, ayo kita lawan komprador!”


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]ulisan kali ini diawali dengan tajuk pada sebuah portal berita: “Berkarya Anggap Sistem Pemerintahan Soeharto dan Orde Baru Masih Relevan.”

Paragraf berikutnya diisi dengan jeritan minta tolong: “Tolong-tolong, mana nih alumni aktivis 98, kita menghirup aroma diktaktor nih!”

Dan selanjutnya penulis pun hilang “terciduk”. Ya Allah! Amit-amit, bercanda ya gengs huft.

Udah ah bercandanya, yuk serius.


Ini tentang Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso yang mengatakan kalau partainya begitu mengidolakan sosok kepemimpinan Presiden Kedua RI, Soeharto.

Menurut Priyo, partainya optimistis bahwa sistem pemerintahan Orde Baru masih relevan jika digunakan saat ini.

Ia mengatakan bahwa jika saja pemerintah mau sedikit mengikuti beberapa ajaran kebaikan pada zaman Pak Harto maka akan ada hal positif yang bisa dicapai. Itu salah satu yang coba ditawarkan Partai Berkarya.

Hmmm ajaran kebaikan yang mana ya, yang kita harus ikuti?

Ah mungkin yang dimaksudkan itu Garis Besar Haluan Negara (GBHN) kali ya? Atau strategi swasembada pangan? Oh, iya, jadi macan Asia juga oke tuh. Asal jangan jadi macan di negeri sendiri aja gengs. Bisa dimonopoli semua nanti hehehe.

Eh bukan berarti Soeharto suka main monopoli ya. Jadi ingat game monopoli hehehe.

Menurut Priyo, Partai Berkarya meyakini, sejumlah pandangan kebijakan Soeharto masih bisa diaplikasikan. Misalnya, mengenai trilogi pembangunan.

Wacana tersebut pernah dicanangkan oleh pemerintahan Orde Baru di Indonesia sebagai landasan penentuan kebijakan politik, ekonomi dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara.

Trilogi pembangunan terdiri dari stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi tinggi dan pemerataan pembangunan serta hasil-hasilnya.

Baca juga :  Menyoal Buruknya Koordinasi Tangani Corona

Nah setuju nih kalau gini. Tapi hmmm…….. wacana doang gak ya? Nanti kayak rezim sekarang lagi, bilangnya poros maritim tapi anggaran kebanyakan habis di darat. Tupoksi laut masih amburadul, gimana ngomongin masalah wacana Soeharto ya?

Wacana Soekarno saja gak jadi-jadi tuh sampai ucing ala ue.

Eh eh eh, semangat nih ane soalnya ada yang baru gengs. Kalian tahu kan gerakan #2019gantipresiden? Itu kuno gengs, jadul! Yang kekinian itu adalah #2019gantidpr! Hahahaha.

Tahu dong ini seruan siapa? Jelas lah ya, Partai Berkarya  dalangnya. Meraka lantang dan yakin akan dapat 80 kursi di DPR. Mantap ya? Btw kalian bakal pilih emang? Ahahaha.

Makin ucing ala ue nih gengs, mending minum air mineral dulu deh gengs, biar gak kemana-mana fokus kita.

Sambil minum air mineral, baca deh ungkapan dari bang Munir yang nyawanya hilang karena berjuang menegakkan hak sesama: “Aku harus tenang walaupun takut untuk membuat semua orang tidak takut. Normal, sebagai orang, ya pasti ada takut, nggak ada orang yang enggak takut. Cuma yang coba aku temukan merasionalisasi rasa takut.” (G35)