Panglima ‘Tergoda’ Diplomasi Presiden

Panglima ‘Tergoda’ Diplomasi Presiden
Presiden Jokowi mengundang Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk makan siang bersama di Istana Bogor. (Foto: Tempo)
2 minute read

“Diplomasi meja makan Presiden Jokowi sangat ‘laku’, dimulai dari pemimpin negara lain, Panglima TNI, politikus, mahasiswa sampai vloger sekalipun”


PinterPolitik.com

[dropcap]W[/dropcap]acana mengedepankan ruang dialog dengan berbagai stakeholder membuat Presiden Jokowi menggagas pertemuan langsung dengan dalih ajakan makan bersama.

Kalau dari tujuan pembicaraannya, tak ada yang mengetahuinya dan terkesan ditutupi. Lantas yang diketahui masyarakat dari diplomasi itu apa?

Yah palingan lebih ramai ke menu makanannya weleeeh weleeh buat apa juga sih, ya palingan ikan, sayur lodeh, dan sop buntut. Lah menu makanan buat apa coba, bentuknya juga ga berubah dari dulu hmmmm.

Tapi artinya mereka bisa ngobrol sambil makan sepuasnya hehehe asik juga. Ngobrolnya sama Presiden lagi weleeeh weleeeh.


Pada berani ngomong ga ya kalau ngomong depan mata Presiden gitu apalagi sebelumnya udah dikasih makan enak nyam, nyam, nyam wkwk. Nanti malah ngantuk lagi abis makan hehehe

Diplomasi meja makan ini dinilai ampuh untuk meredam konflik yang terjadi di tatanan publik, tapi dari sudut pandang lain dilihat sebagai upaya kompromi antara penguasa dan pihak tertentu. Weleeeh weleeeh

Sempat teringat, mahasiswa juga pernah ‘tergoda’ diplomasi meja makan Presiden menjelang Hari Kebangkitan Nasional, akhirnya gerakan mahasiswa lesu hmmm. Weleeeh weleeeeh mungkin karena kekenyangan jadi urung niat untuk demonstrasi wkwkwk

Kini, ‘pasien’ diplomasi meja makan Presiden ialah Panglima TNI beserta Kepala Staf di Istana Bogor. Hmm, ada narasi apa ya yang hendak dibicarakan diantara mereka? Weleeeeh weleeeeh lagi dan lagi kita tak tahu apa yang dibicarakannya.

Apakah sedikit merayakan kesuksesan pencalonan Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI? Weeew harusnya dibuat pesta sajalah daripada hanya sekedar makan siang hehehe.

Atau Panglima yang kebingungan mencari pengganti posisi KSAU yang telah ia tinggalkan? Atau meminta arahan kinerja prioritas Panglima? Hmmm, entahlah.

Ya kalau berpikir sederhananya sih, Panglima TNI dan Kepala Staf posisi lagi di Bogor dan pas jam makan siang mampir di Istana Bogor. Masa iya begini ah wkwk. (Z19)