OK OCE Jadi Bahan Hujatan

OK OCE Jadi Bahan Hujatan
Foto : Istimewa
2 minute read

“Percuma berusaha kalau semua jadi sia-sia. Tapi, kalau kata pepatah tua, yang penting itu berusaha dulu. Masalah itu sia-sia, jadikan saja bahan cacian.”


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]oy warga Jakarte! Apa kalian sepakat jika ada yang bilang Program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship atau OK OCE yang digagas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dianggap stagnan bahkan dibilang program gagal?

Yoi gengs, pasalnya baru-baru ini ada orang yang bilang nih bahwa hingga akhir 2018, program OK OCE tetap belum mampu mencapai tujuannya melahirkan 200 ribu wirausahawan baru dengan 44 pos pengembangan kewirausahaan di tiap kecamatan. Wkwkwk.

Jadi kalau sudah begini, gimana dong gengs? Hmm, apa mungkin ya yang bilang program itu gagal orangnya punya sifat tidak sabaran? Kok bisa? Iya bisa lah, wong OK OCE kan baru berjalan setahun ya programnya, terus juga kan Gubernur Anies Baswedan masih lajang! Eh. maksud eyke, Anies masih sendiri, belum ketemu wakilnya lagi. Jadi gimana doi mau kerja benar kalau kayak gitu kondisinya. Betul apa betul? Ehehehe.

Di luar dari itu, kalian mau tahu nggak siapa sih orang yang berani-berani bilang program OK OCE milik Sandiaga Uno yang akan jadi program nasional ini produk gagal?

Nah, betul gengs, tuh kalian tahu siapa lagi kalau bukan orang-orangnya Jokowi. Kalau katanya Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo program OK OCE pada awalnya ditargetkan mampu melahirkan 40 ribu pengusaha baru di Jakarta per tahun. Namun, sampai hari ini animo masyarakat yang akan mendaftar belum juga terlihat. Jadi, artinya apa gengs? Eh kalian loh ya yang jawab gagal, eyke cuman nanya aja ehehehe.

Alasan tersebutlah yang akhirnya digunakan Rio untuk mengatakan program OK OCE adalah kebijakan yang gagal. Jika seperti ini terus kondisinya, menurut Rio, apa layak gerakan yang katanya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan ini dibawa ke tingkat nasional? Sementara yang disaksikan bersama faktanya gerai OK OCE di Jakarta banyak yang tutup. Ckckck.

Selain itu, Rio juga mengusulkan agar Anies menghapus dan mengganti saja program OK OCE dengan program lain. Soalnya, semenjak OK OCE ditinggal Sandi, kini tidak ada lagi yang mengawasi pelaksanaannya.

Aduh gengs, eyke malas ah terusin lagi. Kalau diterusin kan kasihan Anies. Sudah ditinggal sendiri di DKI Jakarta, masa sekarang harus kita bully sih. Kan enggak etis gengs kalau satu lawan banyak orang. Betul apa betul nih? Wkwkwk. (G35)