Nyaring Palapa Ring di Debat Penting

palapa ring
Jokowi. (Foto: Tirto)
2 minute read

“Komunikasi adalah kunci untuk membuka hubungan (apapun).” ~Tere Liye


PinterPolitik.com

Di zaman yang serba cekrek-cekrek upload ini, koneksi internet yang cepat tentu menjadi impian masyarakat kita. Tanpa sinyal internet, eksistensi di jagat dunia maya bisa berkurang. Hmmm…

Tapi mau gimana lagi, di negara berflower seperti Indonesia tercinta ini, koneksi internet masih kerap menjadi instrumen penguji kesabaran. Koneksi internet kita masih ketinggalan banget. Kalau di Korea Selatan aja sudah bisa pakai jaringan 5G, di Indonesia pakai 3G aja kadang masih suka ngos-ngosan. Hufft…

Nah, tapi saat debat Pilpres kedua kemarin, Presiden Joko Widodo bilang telah menyelesaikan proyek Palapa Ring. Apa itu? Intinya proyek untuk meningkatkan jaringan komunikasi di seluruh Indonesia. Dengan adanya proyek ini diharapkan tidak ada lagi daerah tertinggal atau terisolasi dalam hal informasi.

Nggak cuma itu, dia juga mengklaim telah menyelesaikan pembangunan jaringan 4G hingga 74 persen. Targetnya, akhir tahun ini bisa rampung dan dinikmati masyarakat. Wow, pernyataan beliau ini bener-bener bikin hatiku berbunga-bunga.


Tapi tunggu, kita cek fakta dulu terkait proyek tersebut. Sebenarnya, proyek Palapa Ring ini telah tercetus sejak era pemerintahan Presiden ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007. Namun karena banyaknya hambatan dan biaya yang mahal, akhirnya proyek ini terhenti sampai satu dekade. Kemudian Jokowi melanjutkan proyek ini sejak tahun 2015. Jadi, proyek Palapa Ring ini belum tentu akan seperti sekarang, kalau idenya tidak muncul di era Pak SBY.

Kalau lihat di situs Kominfo.go.id, pembangunan fiber optik kabel atau Palapa Ring memang hampir 100 persen selesai. Palapa Ring bagian Barat benar telah selesai 100 persen, dengan panjang fiber optik 2.995 kilometer. Sementara, Palapa Ring Tengah belum 100 persen seperti yang dikatakan Jokowi, namun sudah mencapai 99 persen dengan 2.995 kilometer. Namun, pembangunan fiber optik ring timur baru 89,57 persen, bukan 90 persen seperti yang diklaim saat debat.

Kalau biacara soal infrastruktur, lagi-lagi kita harus berpikir soal urgensi... Click To Tweet

Btw, aku penasaran deh. Prioritas pemerintah ini membangun proyek Palapa Ring nggak salah nih? Bukan apa-apa, soalnya pasokan listrik di beberapa daerah aja kadang nggak sampai semua. Di wilayah Timur misalnya, banyak yang pasokan air bersihnya belum melimpah. Apalagi, dulu sempat terhambat karena perkara biaya. Kalau misalnya proyek ini dialihkan untuk sektor-sektor tersebut, kira-kira akan punya pengaruh yang besar nggak ya? (E36)