New Normal, New Luhut?

New Normal New Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) ketika melakukan inspeksi mendadak terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (Foto: Istimewa)
3 minute read

“The world has changed and none of us can go back. All we can do is our best and sometimes the best we can do is to start over” – Peggy Carter, Captain America: The Winter Soldier (2014)


PinterPolitik.com

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ini memang keren abis. Bayangkan, saking hebat dan super power-nya di jabatan struktural pemerintahan, beliau sampai ngurusin berbagai hal.

Bahkan, karena banyaknya urusan yang beliau urusi, sampai–sampai doi sempat mendapatkan pandangan buruk. Beliau akhirnya mendapatkan julukan sebagai “Perdana Menteri” Indonesia dari masyarakat, cuy.

Memang ada–ada aja ya masyarakat Indonesia ini. Tapi, sebenarnya, kenapa doi terkesan sampai ikut campur dalam berbagai bidang? Mungkin, alasannya memang kapabilitas beliau mumpuni dan bisa menyelesaikan itu semua. Ya,memang kadang terlihat offside sih. Upsss.

Kalau kita samakan dengan permainan sepak bola, sebenarnya, justru itu yang membuat pemain menjadi lebih andal melihat langkah hakim garis. Contoh saja Inzaghi si pemain AC Milan yang terkenal pandai mengelabuhi jebakan offside. Nah, kali ini Pak luhut juga lebih lihai dan bermain lebih smooth.

Kali ini mimin seperti melihat sosok Pak Luhut yang mulai bijak selayaknya orang tua bagi menteri-menteri yang masih muda. Mimin jadi ingat dalam film Captain America: The Winter Soldier (2014) saat Steve Rogers diberi kalimat pamungkas oleh Peggy Carter begini, “The world has changed and none of us can go back. All we can do is our best and sometimes the best we can do is to start over.”

Dalam bahasa Indonesia, kurang lebih seperti ini, cuy, “Dunia sudah berubah dan tidak ada dari kita yang bisa kembali. Yang bisa kita lakukan adalah yang terbaik, dan yang terkadang yang terbaik itu adalah memulai dari awal.”

Mumpung tema Indonesia kali ini kan new normal. Jadi, siapa tahu Pak Luhut mau memulai semuanya dari awal kan –menghapus jejaknya dulu yang kadang kita memandangnya sangat menyebalkan.

Semua itu terlihat dalam kalimat Pak Luhut seperti ini, cuy, “Di bawah, para pelaku industri banyak yang bingung karena informasi yang ada banyak yang berbeda. Saya sarankan Kemenkes dan satgas me-lead ini, disamakan, tapi tanpa mengubah spesifik-spesifik di industri-industri tersebut.”

Gimana menurut kalian? Betul gak yang dibilang beliau? Mimin sih menilainya betul, secara meski Menteri Kesehatan (Menkes) sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) untuk dunia industri, tapi kayaknya kurang penguat dari satuan tugas (Satgas).

Mungkin, kali ini, Pak Luhut sudah jengkel ya melihat dunia industri yang kudu segera buka. Namun, ternyata,respons Satgas masih belum menindaklanjuti Kepmenkes lewat protokol dan langkah yang massif. “Waduh, Indonesia butuh uang dari sektor perindustrian nih buat survive, ayo dong,” mungkin begitu batin Pak Luhut.

Tidak berhenti di soal kerja saja, beliau juga kali ini perhatian sama urusan kebahagiaan batin masyarakat, cuy. Secara tersirat, doi ini mengakui kalau pandemi sudah bikin masyarakat tekanan batin dan butuh refreshing.

Makanya, doi pengen supaya sektor pariwisata di-recover secara perlahan dan tetap diperketat sesuai protokol kesehatan. Bahkan kalau bisa, fokus pada turis lokal atau domestik aja dulu.

Wah, gitu dong, Pak Luhut. Tegas dan berwibawa. Bravo!

Ya, meski Pak Luhut pernah bilang, “Kami bukan manusia sempurna”, tapi kita lihat saja ya semoga kebijaksanaan yang menyegarkan dari beliau sebagai senior di struktur kementerian Indonesia terus berlanjut. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.