Nasib Nahas “Penggal” Jokowi

Nasib Nahas “Penggal” Jokowi
Pemuda ancam penggal kepala Presiden Jokowi (foto: Tribunnews.com)
3 minute read

“Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya” . – Charles De Gaulle


PinterPolitik.com

Demonstrasi memang memiliki bermacam-macam cara ya gengs. Ada aksi damai seperti yang biasanya diklaim dilakukan oleh PA 212, ada juga aksi yang berujung bentrok dengan aparat.

Nah, aksi kedua ini sih yang paling gereget cuy. Pas berangkat, peserta sih masih cantik dan ganteng. Eh, ketika pulang, udah pada cemong-cemong hitam semua. Hehehe.

Memang ketika kita mengeluarkan aspirasi melalui gerakan demonstrasi, itu merupakan hak yang tidak dapat dibatasi oleh siapapun gengs, bahkan termasuk negara. Karena pada dasarnya, itu semua sudah dilindungi oleh UUD 1945 pasal 28 E. Yang terpenting, dalam melakukan aksi harus sesuai dengan cara dan koridornya serta tidak melanggar aturan hukum.

Berbicara mengenai aksi yang demikian, demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kemarin ternyata menyisakan masalah pelik tersendiri gengs. Pasalnya, dalam aksi yang digelar oleh simpatisan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini, terdapat salah satu massa aksi yang membuat masalah.


Iya kalau masalahnya remeh kayak mukul kepala petugas keamanan, lah ini masalahnya doi bilang pengen memenggal kepala Presiden Jokowi cuy. Waduduh. Ini sih namanya berlebihan ya.

Apalagi dalam waktu sekejab, video ucapannya langsung viral di dunia maya. Duh, seharusnya ente lebih hati-hati ya tong kalau berbicara. Tau sendiri, bagaimana kerasnya jagat dunia maya, sekali viral susah meniadakan bukti. Namamu akan selalu dikenang di alam sana tong. Hehehe.

Berbicara mengenai aksi, demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kemarin ternyata menyisakan masalah pelik tersendiri gengs. Ada yang pengen penggal kepala Presiden. Click To Tweet

Pasca viralnya vidio tersebut, secara cepat pihak kepolisian langsung mencari sang pelaku loh. Walhasil ketika menginap di rumah bibinya di Bogor, doi langsung diringkus oleh pihak Polda Metro Jaya. Hadeh, pasti bibinya itu jadi kayak Aunt May alias Bibi May di film Spiderman, yang bakal kebingungan ngelihat Peter Parker bisa ngeloncatin gedung. Bedanya, Peter Parker nggak ngancem mau menggal presiden. Uppps. Hehehe.

Lagian nih gengs, seorang Presiden itu kan simbol sebuah negara, jadi kita memang harusnya bisa menghormati Jokowi. Kalaupun ada perasaan sakit hati sama model pemerintahannya, sebagai manusia waras harusnya sabar dan menahan dulu ya, apalagi tensi politik saat ini panas banget.

Baca juga :  Fadli Zon Terpaksa Ngerem?

Kalau mau memberikan kritik, dipikir terlebih dahulu, kira-kira akan jadi bumerang buat kita nggak. Kalau kemungkinan ada, mending ditahan dulu cuy. Apa sih susahnya menahan ucapan kotor? Pasti nggak lebih berat dari menahan rindu kok. Dilan aja bilang sama Milea: “Jangan rindu, karena rindu itu berat”. Hehehe.

Andai doi yang ngancem itu hidup di zaman Orde Baru, waduh sudah tiggal nama tertulis diatas batu nisan mungkin. Lha nanya kenapa presiden cuma satu aja jawabannya menyeramkan kok. Upsss. (F46)