Nasdem Nantang Oposisi Lomba Lari?

Nasdem Nantang Oposisi Lomba Lari?
Foto : Istimewa
3 minute read

“Politik itu seram, seperti film horror produksi negara Thailand dan Amerika Serikat. Tapi pacarku lebih horror dibanding film produksi kedua negara itu!”


PinterPolitik.com

[dropcap]P[/dropcap]rabowo dan manta Presiden dua periode Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kabarnya sudah membentuk tim kecil untuk merayu PAN dan PKS masuk dalam koalisi yang kompak demi menekuk lutut Presiden Jokowi di Pilpres 2019.

Gimana gengs? Serem enggak tuh? Jangan bilang enggak loh, nanti eyke samain kaya kecebong unyu, mau kamu? Enggak kan? Makanya bilang: “Wow terkejut, iih seram!”

Ahahaha, good-good and nice. Gitu dong nurut. Tapi gengs, ternyata masih ada yang enggak nurut nih! KZL…..

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate bilang, koalisi poros Jokowi tidak akan terpengaruh  dengan bergabungnya Partai Demokrat dengan koalisi poros Prabowo Subianto.


Weleh-weleh, sembarangan, masih enggak takut juga ya? Kalau kalah pemilu nanti baru tau rasa loh! Uppss just belimbing pak. Eh maksudnya just kidding pak. Ahahaha.

Iya, tahu kok. Poros Jokowi sudah kompak. Tahu deh yang sudah tinggal deklarasi! Hmmm, sombong!

Kenapa sih kok Pak Johnny enggak takut? Kalian mau tahu alasannya?

Nih, katanya koalisi penantang Jokowi itu belum pasti terbentuk, berbeda dengan poros Jokowi yang sudah terbangun koalisinya. Duh…

Gimana, kalian sudah ngerti belum? Nih dilanjutin deh.

Katanya, mereka belum melihat bahwa pertemuan Prabowo dan SBY itu menuju pada hasil akhir. Mereka masih di dalam satu proses yang panjang. Ibarat di atletik, kalau koalisi Jokowi sudah di garis start tinggal lari, kalau yang satu masih menuju garis start.

Gimana masih mau lanjut? Analoginya sudah cukup pas belum? Ini dikasih bonus deh.

Johnny juga bilang kalau koalisi poros Jokowi telah selesai terbentuk. Mulai dari partai koalisi, capres, dan cawapres sudah ditentukan dan segera diumumkan juga programnya.

Keadaan itu berbeda dengan koalisi penantang Jokowi yang belum menemukan format koalisi yang pas. Apalagi, lanjut Johnny, partai di koalisi penantang Jokowi itu juga masing-masing menginginkan posisi cawapres.

Uppss, masa begitu sih pak? Hati-hati pak pendapatnya, bisa kena jitak loh! Hehehe, becanda loh pak.

Dan satu lagi nih, menurut Jhony, yang dikedepankan di Pilpres 2019 adalah politik without reason. Koalisi Jokowi menyerahkan soal cawapres kepada Jokowi sendiri.

Nah, kalau yang di sebelah itu mah penuh dengan syarat yang besar, bahkan tidak berbasis  saling percaya. Hmmm, pedas juga ya Partai Nasdem memberikan pandangannya. Weleh-weleh.

Nih gengs, Gusdur perah bilang seperti ini: “Kalau kamu bisa melakukan yang baik untuk semua orang, orang tidak tanya apa agamamu.”

Apa perlu aku tanyakan sesuatu kepada pejabat dan politisi? “Apa niatmu? Kamu niat maling ya?” (G35)