Moeldoko Mau “Ganti Nama”?

Moeldoko KSP
Moeldoko (Foto: Reuters)
3 minute read

“What’s in a name?” – William Shakespeare


Pinterpolitik.com

Gak kerasa ya, lima tahun masa pemerintahan Jokowi-JK akan segera berakhir. Eh, tapi buat beberapa orang sih kayaknya kerasa banget. Buat para pejabat di dalamnya misalnya, jangankan lima tahun, yang Cuma beberapa bulan juga kayaknya kerasa banget, kerja terus soalnya bray!

Nah, salah satu yang belakangan terlihat banyak bekerja ini adalah Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang dikepalai oleh Moeldoko. Di tengah kerjanya yang belakangan kelihatan sibuk, kantornya Pak Moeldoko ini tengah mempersiapkan hal khusus jelang masa akhir jabatan.

Jadi, kalau kata Pak Moeldoko, KSP ini akan dibubarkan pada 19 Oktober nanti, tapi akan ada Perpres baru lagi untuk kantornya tersebut. Nah, nanti pas dibentuk ada kemungkinan kalau KSP akan mengalami perubahan nama.

Wah, kok mau ada perubahan nama ya?


Hmmm, kalau dipikir-pikir sih secara institusi hal semacam ini tuh lazim dilakukan, apalagi kalau ada penambahan atau pengurangan tugas baru. Kementerian misalnya sering diganti-ganti namanya kalau terjadi pergantian kabinet.

Di kabinet Pak Jokowi jilid II nanti, nama Pak Moeldoko bakal ditambah embel-embel apa ya? Click To Tweet

Nah, sebenarnya yang menarik itu bukan soal kemungkinan perubahan nama KSP-nya, tapi kemungkinan perubahan “nama” Pak Moeldoko-nya itu sendiri. Eh, ini maksudnya bukan nama kelahiran Pak Moeldoko diganti, tapi nama jabatan Pak Moeldoko di periode kedua Pak Jokowi nanti.

Kalau sekarang kan Pak Moeldoko kalau dipanggil namanya ada embel-embel Kepala Staf Kepresidenan. Nah, kalau di periode kedua nanti, nama itu masih akan berlanjut atau enggak ya?

Mungkin aja nama Pak Moeldoko nanti bisa berubah embel-embelnya, jadi menteri misalnya. Kan banyak tuh pos menteri yang sebenarnya bisa diisi oleh orang sekaliber Pak Moeldoko. Jabatan semacam Menkopolhukam atau Menhan  kan lazim diisi oleh eks militer macam Pak Moeldoko.

Baca juga :  Ponsel DPR Ganggu “Sinyal” Masyarakat?

Di luar itu, bisa juga dipertanyakan, apakah tenaga dan pkiran Pak Moeldoko ini masih akan dipakai gak ya di periode kedua nanti? Kalau ternyata Pak Moeldoko, maka nama Pak Moeldoko ini akan minim embel-embel jabatan formal pemerintahan.

Nah, kira-kira Pak Moeldoko ini akan lanjut, diberi pos baru, atau dicukupkan tugasnya? Kalau yang itu sih kayaknya sejauh ini hanya Pak Jokowi yang tahu.

Sebenarnya, dalam konteks ini, kata-kata penyair Inggris William Shakespeare yaitu apalah arti sebuah nama bisa menjadi kutipan yang cocok. Apapun nama jabatan Pak Moeldoko nanti, sebenarnya tidak terlalu penting.

Yang lebih penting sebenarnya bagaimana Pak Moeldoko bisa berkontribusi sebesar-besar untuk Pak Jokowi dan buat Indonesia secara keseluruhan. Kita tunggu aja, kita nanti bakal harus memanggil Pak Moeldoko dengan jabatan apa. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.