Mobil Kepresidenan Pilihan Jokowi

Foto: Y14
8 minute read

“Kami sudah menyarankan untuk ganti mobil, tapi Presiden tetap bertahan untuk menggunakan mobil itu,” kata Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3).


PinterPolitik.com

Ternyata sudah empat kali mobil dinas Presiden Joko Widodo mogok di tengah jalan. Mogok terbaru  dalam perjalanan Jokowi dan istri, Iriana, dari Mempawah ke Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (18/3/2017). Mercedes Benz S600 Pullman Guard itu, yang jadi tumpa ngan resmi Presiden, memang bukan mobil baru, tapi bekas mobil dinas Presiden sebelumnya, yang usianya lebih dari 10 tahun.

Biasanya, Presiden baru di sejumlah negara, begitu dilantik langsung menggunakan mobil baru, yang sudah dipesan jauh-jauh hari. Beda dengan Jokowi, ketika memulai masa jabatannya sebagai presiden pada 20 Oktober 2014, dia memilih memakai mobil lama.

“Kami sudah menyarankan untuk ganti mobil, tapi Presiden tetap bertahan untuk menggunakan mobil itu,” kata Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3).


Menurut Pramono, selama digunakan Presiden Jokowi, mobil kepresidenan itu sudah empat kali mogok. Tiga diantaranya terjadi saat Pramono mendampingi Presiden. Dan pekan lalu, dalam kunjungan kerja di Kalimantan Barat, mobil itu mogok lagi.

Mengenai cerita mobil orang nomor 1 di Indonesia itu mogok di Kalimantan Barat, Kepala Biro Pers Istana, Bey Machmudin, mengatakan, pada saat itu mobil ditumpangi Presiden dan Ibu Negara, dari Mempawah menuju Kubu Raya. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit,  tiba-tiba mobil bermasalah pada setting gas.

Nah, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana terpaksa pindah mobil. Hanya dalam hitungan lima menit, Jokowi dan Iriana sudah berada di mobil Toyota Alphard, yang sebelumnya digunakan rombongan Istana Kepresidenan. Seperti biasa, sesuai ketentuan, ajudan lebih dulu mengecek situasi mobil, baru Ibu Negara naik disusul Presiden.

Dipinjamkan Negara ke SBY

Secara terpisah, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan, sekarang ini ada delapan mobil kepresidenan, semuanya Mercedes Benz S-600.Satu dipinjamkan oleh negara kepada Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan demikian tujuh berada di “garasi” Istana Negara, yang dipakai oleh Presiden dan wakil Presiden.

Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala. (Foto: Liputan6)

Mengenai mobil yang dipakainya, SBY membantah telah meminjam mobil dinas kepresidenan dari negara. Ia mengaku justru mobil dinas itu diserahkan kepadanya setelah masa jabatannya sebagai Presiden berakhir. SBY merasa hal ini sudah sesuai Pasal 8 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978, bahwa mantan Presiden dan Wakil Presiden disediakan sebuah kendaraan milik negara beserta pengemudinya.

“Dasar hukumnya sangat jelas. Karenanya, ketika setelah 20 Oktober 2014 mobil yang telah tujuh tahun saya gunakan itu diantar dan diserahkan ke rumah saya, saya nilai tidak salah,” kata SBY dalam keterangan tertulis, Selasa (21/3/2017).

SBY mengatakan, mobil tersebut sangat jarang dia gunakan. Terakhir kali ia menaiki mobil itu pada September 2016. Waktu itu, baru digunakan sekitar 20 menit langsung rusak. “Mobil tersebut kini berusia 10 tahun dan mudah sekali mengalami gangguan,” katanya SBY.

Sudah agak lama SBY berencana menyerahkan mobil tersebut ke negara. Ia sudah memberitahu staf dan unsur Paspampres yang melekat. Namun, rangkaian perbaikan baru selesai minggu lalu.

“Tidak mungkin saya kembalikan mobil tersebut dalam keadaan rusak,” katanya.

“Saya sedih, justru dengan niat baik itu, hari ini pemberitaan media sangat menyudutkan saya, seolah saya bawa mobil yang bukan hak saya,” katanya.

Berita terbaru, Rabu (22/3), SBY sudah mengembalikan mobil dinas kepresidenan itu ke Istana. Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala, mengatakan, mobil diantar ke Istana, Rabu siang.

Mobil tersebut diserahterimakan secara resmi dengan berita acara.Saat ini, mobil disimpan di garasi Istana Negara.”Akan kita check up, tune up untuk memenuhi standar mobil kepresidenan,” ucap Djumala.

Mobil Para Kepala Negara

Mobil kepala negara dan kepala pemerintahan memang beda. Masing-masing punya spesifikasi khusus yang memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpangnya. Misalnya, bodi dan kaca tahan peluru dan ledakan ringan. Ban dirancang tahan lama tanpa udara, serta berbagai fasilitas lainnya.

Mobil kepresidenan menjadi fasilitas yang benar-benar dipersiapkan untuk kepala negara atau kepala pemerintahan agar dapat menjalankan tugasnya dengan lancar. Terutama sebagian besar fitur mobil dirancang untuk menjaga keselamatan Presiden atau perdana menteri.

Beberapa di antaranya, karena kecanggihan dan kemewahannya, menjadi “buah bibir” masyarakat dunia. Pers pun berupaya keras menggali informasi mengenai fasilitas-fasilitas mobil tersebut. Harganya tentu “selangit”.

Mobil kenegaraan yang ditumpangi Perdana Menteri Malaysia adalah Maybach 62. Mobil ini dilengkapi dengan fitur canggih, dengan  kursi setaraf business class, dilengkapi dengan meja piknik dan berbagai lapisan alat keamanan. Mobil ini dibanderol dengan harga US$ 394.000 atau setara dengan Rp 5,4 miliar.

Pemerintah Inggris mengoperasikan Jaguar XJ Sentinel, seharga Rp 6,31 miliar, sebagai mobil dinas. Ini adalah kendaraan utama yang digunakan oleh Perdana Menteri Inggris. Kabarnya, selain dilengkapi dengan baja tembus peluru, mobil ini dipersenjatai secara tersembunyi dengan mesin super-canggih, V8 engine.

Seperti halnya Malaysia, Thailand juga memilih Maybach 62 Limousine seharga Rp 6,94 miliar. Maybach 62 Limousine merupakan mobil resmi untuk Raja Thailand dan keluarganya.Mobil ini dilengkapi dengan mesin V12 dan interior yang sangat indah. Selain itu  dilengkapi dengan fitur elektronik, seperti sistem DVD dan VCD, kulkas, dan video games.

Vatikan mengoperasikan Mercedes-Benz M-Class seharga Rp 7,29 miliar. Mobil berwarna putih ini adalah  keluaran khusus, yang sengaja didesain untuk dapat mengantar Uskup Agung bepergian.

Berikutnya, Tiongkok, mengoperasikan Hongqi Limousine seharga Rp 11,1 miliar. Ini mobil termahal di Tiongkok.Mobil ini mampu mencapai kecepatan 100 km per jam dalam 8 detik.

Bagaimana dengan Amerika Serikat? Pada masa Presiden Barack Obama, AS punya mobil kepresidenan yang dikeluarkan oleh Cadillac Mobil yang sehari-hari digunakan oleh Obama untuk menjalankan tugas kenegaraan itu merupakan mobil terbaik di kelasnya lantaran memiliki spesifikasi yang canggih.

Mobil dinas yang dijuluki “The Beast” itu berlapis baja yang dilengkapi dengan sistem komunikasi dan kaca anti peluru. Kabin mobil dilengkapi dengan berbagai fasilitas keamanan lainnya, seperti gas antiracun dan dikenal punya kestabilan tinggi.

Lalu, mobil apa yang dipakai Donald Trump, Presiden ke-45 AS sejak 20 Januari 2017 lalu? Ya, masih “The Beast” dari Cadillac, tentunya produk terbaru.Semua fitur mobil kepresidenan  Trump dirahasiakan. Yang dapat diterka, mobil itu berlapiskan baja dan kaca antipeluru.Para pejabat Gedung Putih telah membuat kontrak untuk membeli mobil baru itu, yang disebut “Presidential State Car” (Mobil Kepresidenan).

Mobil Kepresidenan Pilihan Jokowi

Seperti yang dilansir oleh dailymail.co.uk, di dalam dokumen dijelaskan bahwa GM telah membayar total Rp196 miliar untuk mengembangkan mobil kepresidenan. Gedung putih  diduga mengembangkan 12 mobil yang dikerahkan di seluruh dunia untuk melindungi Presiden, dengan harga Rp19,6 miliar per mobil.

Walaupun penampilan mobil tersebut tergolong biasa, bila dilihat dari luar, tetapi di lapisan bawah memiliki sesuatu yang tak biasa. Mobil itu diperkirakan seberat 8 ton. Setiap pintu berketebalan sekitar 8 inci, dan masing-masing berat pintu sama dengan pintu pesawat Boeing 747, yang benar-benar menutup bagian kabin untuk melindungi dari serangan bahan kimia dan lainnya.

Ratu Elizabeth dari Inggris menggunakan mobil Bentley State Limousine untuk aktivitas kenegaraan sehari-hari. Mobil yang dimodifikasi pada 2002 itu dirancang hampir sama dengan mobil berkelas lain, seperti Mercedes Benz.

Sementara itu, Presiden Rusia biasanya menggunakan mobil mewah Mercedes Benz S-Class Limousine. Mobil produksi Jerman ini memiliki kerangka berlapis baja yang anti peluru serta memiliki sistem komunikasi tercanggih, yang memudahkan Presiden berkomunikasi dan berkoordinasi dengan siapa pun, sesuai dengan keperluannya dan dimana pun dia berada.

Pandangan Filsuf Plato

Tugas memimpin sebuah negara sungguh berat, dan oleh karena itu, harus disingkirkan hal-hal yang dapat menghambat kelancaran tugas tersebut. Maka pemimpin dilengkapi dengan berbagai prasarana dan sarana, termasuk ide dan pandangan dari pihak lain.

Immanuel Kant, Filsuf Jerman. (Foto: Wikipedia)

Berkaitan dengan tugas memimpin negara, kita teringat akan pandangan filsuf asal Jerman, Immanuel Kant, yang menyebutkan, untuk membangun sebuah negara yang ideal diperlukan sebuah konsep yang baik. Pada negara yang ideal harus terdapat tiga golongan, yang menjadi bagian terpenting. Gambaran Plato tentang negara diilustrasikan dengan bagian tubuh manusia, yang terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, dada dan perut. Negara mempunyai pemimpin, pembantu atau pelengkap, dan pekerja.

Sebagaimana manusia yang hidup sehat dan selaras mempertahankan keseimbangan dan kesederhanaan, begitu pula dengan negara yang baik ditandai oleh adanya kesadaran setiap orang akan tempat masing-masing.

Menurut Plato, terciptanya negara yang baik bergantung pada siapa yang memerintah. Jika akal yang memerintah, sebagaimana kepala mengatur tubuh, maka filsuflah yang mengatur masyarakat. Maka, dia berpendapat negara yang baik tidak akan pernah ada apabila filsuf belum menjadi pemimpin di negara tersebut.

Dalam konteks fasilitas negara untuk pemimpin, menurut kita, sepanjang fasilitas yang lama masih dapat dimanfaatkan secara maksimal atau 100 persen, sungguh tepat. Dana untuk membeli yang baru dapat dipakai untuk kebutuhan lain. Di sini berlaku prinsip efektif dan efisien, yang sama-sama jalan dan berfungsi.

Tapi, apabila fasilitas lama atau bekas itu sudah sering bermasalah, hingga dapat menimbulkan ketidaksukaan, maka perlu dipertimbangkan untuk segera diganti  dengan yang baru, sesuai ketentuan perundang-undangan. Sebab perasaan yang sempat terganggu karena mobil mogok, misalnya, akan dapat memengaruhi langgam kerja.

Sekalipun demikian, kita menghargai pilihan Presiden Jokowi untuk tetap menggunakan mobil kepresidenan yang lama sampai masa jabatannya berakhir nanti.Semoga mobil kepresidenan itu tidak mogok lagi. (Berbagai Sumber/E19)