Mobil Esemka Ikut Pilpres

Foto : Istimewa
2 minute read

“Penakut dan pembohong, mereka takut makanya berbohong.”


PinterPolitik.com

[dropcap]J[/dropcap]angan aneh gengs, tahun politik kayak gini memang menjadi ajang tim sukses menyerukan kebobrokan lawan politiknya. Satu sama lain saling menyerang bagaikan tentara yang berada di tengah medan peperangan.

Saran eyke sih gengs jangan terlalu banyak baca dan nonton video hoax deh, daripada nanti jadi tentara sukarelawan atau jadi ngomong-ngomong sendiri kayak orang bener. Ahahaha.

Nah iya gengs, eyke sampai lupa tiba-tiba sudah ngasih advice aja ya? Ahahaha, maap ya eyke kebanyakan makan micin nih jadi begini deh gengs.

Jadi gini gengs, pembahasan kali ini tentang pernyataan Presiden Jokowi terkait mobil Esemka yang dulu katanya akan segera dibuat menjadi industri nasional. Wew.

Tetapi, kenyataanya kebijakan itu hanya lah menjadi kebijakan yang membohongi publik dan tidak ada sedikit pun realisasinya gengs. Weleh-weleh, cobaan apa lagi ini? Huft

Amirullah Hidayat, mantan relawan Jokowi yang terlibat dalam timses 2014 lalu, mengaku sangat paham dengan nasib mobil Esemka. Hmmm, untung bukan mantan pacar Jokowi ya yang terlibat. Bisa beda tuh ceritanya. Ahahaha.

Amirullah Hidayat juga bilang, para relawan lah yang berjasa mem-booming-kan dan mensosialisasikan tentang keberadaan mobil Esemka, dengan harapan mobil itu bisa menjadi masa depan bangsa. Tetapi sekarang itu semua hanya tinggalah janji yang meningalkan kesan Jokowi adalah seorang pembohong yang besar. Ckckck.

Untuk itu, relawan meminta Presiden Jokowi berhenti melakukan kebohongan sebab rakyat sudah muak dan bosan melihat kebohongan yang terus menerus ditunjukkan untuk pencitraan, keras gengs siap-siap nih #2019gantimobilbaru. Wakakaka.

Tapi menurut eyke sih Jokowi bukanya tidak ingin membangun industri mobil bersekala besar kok gengs. Jokowi enggak buat itu karena masih takut aja sama mafia atau pabrikan mobil yang bersekala internasional. Kok bisa?

Iya bisa lah gengs, kalau saja Jokowi buat industri mobil bersekala nasional terus mengarahkan kebijakan nasionalnya untuk lebih pro sama produk dalam negerinya itu, otomatis dong pasar internasional akan terganggu dan mereka akan… Hmmm, kalian bisa bayangain sendiri deh akan apa. Ahahaha. Kan banyak tuh mobil-mobil merek Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan yang lainnya.

Hmmm, dan kalau menurut eyke lagi sih gengs, apa yang diungkapkan Hidayat bahwa Jokowi itu adalah pembohong besar kayaknya kurang tepat deh. Namanya Presiden harus dihormati lah, nah lo nggak takut diciduk gara-gara pasal penghinaan simbol negara?  Hahaha.

Kalau kalian gimana, setuju enggak sama Hidayat? Atau setuju sama eyke? Hehehe. (G35)