Meramal Rencana Kecerdasan Buatan Jokowi

Rencana Kecerdasan Buatan Jokowi
Jokowi (Foto: Tekno Tempo.co)
2 minute read

“What all of us have to do is to make sure we are using AI in a way that is for the benefit of humanity, not to the detriment of humanity.” – Tim Cook


 PinterPolitik.com

Bayangkan, kita sebagai masyarakat yang sudah lelah dan ingin ngurus administrasi baik dari kesehatan, pendidikan hingga pekerjaan harus berhadapan dengan birokrasi yang menguji kesabaran. Jeritan hati para masyarakat ini pun didengar Pak Jokowi sehingga beliau pun berencana untuk menggantikan beberapa tingkat aparatur sipil negara (ASN) dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Bagi yang belum tau apa itu AI, singkatnya adalah mesin dengan tingkat kecerdasan tinggi yang diciptakan untuk mempermudah pelaksanaan kehidupan sehari-hari. Gak heran Pak Jokowi yang terkenal progresif dan gak suka ribet ini lebih milih AI daripada harus merekrut para ASN secara berkala.

Rencana pergesaran penggunaan AI dilakukan Jokowi dengan memangkas struktur eselon III dan IV supaya birokrasi hanya akan melewati eselon II dan I. Tentunya hal ini akan meningkatkan efisiensi pemerintah dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari ke depannya.


Pemangkasan struktur eselon ini rencananya akan dilakukan tahun depan yang akan bergantung pada pembentukan omnibus law. Omnibus law ini akan menjadi senjata Jokowi memberantas regulasi yang terlalu rumit dan bikin investasi mandek gak karuan.

Kita pun tentunya mafhum dengan kesulitan Pak Jokowi. Pemerintah secara berkala melakukan rekrutmen untuk menjaring ASN namun kinerja para ASN yang berhasil masuk ke pemerintahan tidak selalu optimal. Di sisi lain, pemerintah telah menggelontorkan biaya besar untuk menggaji para karyawannya.

Selain itu, ASN terkenal super ribet dan sering bikin kesalahan yang sulit dilacak dan akhirnya urusan gak kelar-kelar. Pemerintah pasti harus mikir-mikir kalau harus ngasih gaji dan tunjangan gede, tapi kinerjanya gak sesuai.

Tentu AI merupakan jawaban masa depan untuk terus relevan dan efektif dalam bekerja. Namun sekarang bagaimana mensiasati pemangkasan struktural ini supaya tidak mencederai nasib para ASN kalau kebijakan itu benar-benar diterapkan.

Yang unik, sekarang kan pemerintah lagi melakukan seleksi CPNS besar-besaran, gimana ya nasib pelaksanaan seleksi abdi negara itu di masa depan? (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Tugas Baru Jokowi untuk Ma’ruf