Menyoal Unggahan Guntur Soal Anies-Bima

Guntur Anies Bima
Guntur Romli (Foto: Tagar/Morteza Syariati Albanna)
3 minute read

“Look at this photograph, every time I do it makes me laugh,” – Nickelback, Photograph


PinterPolitik.com

Di tengah musibah seperti banjir Jabodetabek sekarang ini, sepertinya ada aja orang yang menjadikannya sebagai komoditas politik. Kayaknya ada aja orang yang gak tahan untuk menjadikan bencana untuk menyindir aktor politik yang tak sejalan dengan pilihan pribadinya.

Salah satu dari gambaran dari hal ini adalah cuitan dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. Beberapa waktu yang lalu, sosok yang sempat berlaga di Pileg 2019 lalu itu mengirimkan foto lama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di kawasan Bendung Katulampa.

Kalau menurut Guntur, foto tersebut diunggah sebagai bentuk satire dan kontrapropaganda untuk foto-foto yang dikirimkan oleh para pendukung Anies. Secara khusus, ia menyebut kalau foto itu digunakan untuk membantah klaim pendukung Anies yang bilang kalau Pak Anies gak berfoto saat kerja.

Unggahan foto itu kemudian mendapatkan respons dari Pak Bima Arya. Waketum PAN itu menyoroti soal empati di kala musibah dan menyoroti kalau foto itu diambil pada 12 Februari 2018 tapi diunggah Guntur pada 2 Januari 2020.


Waduh, gimana nih Pak Guntur, Pak Bima Arya udah mengungkit-ungkit soal rasa empati. Kan gak enak juga kalau udah dikait-kaitkan dengan urusan semacam ini.

Memang sih kalau mau adil, menyeret-nyeret urusan politik ke perkara bencana ini adalah hal yang problematik. Bencana terlihat seperti jadi komoditas politik untuk membenarkan pilihan politik pribadi dan menyerang sosok yang tak sejalan dengan diri.

Bisa dibilang, langkah semacam itu adalah hal yang meleset secara timing. Kan lagi ada yang terkena musibah, mengungsi, jatuh korban jiwa, rugi materi, dan lain sebagainya. Idealnya sih, menyeret-nyeret perkara semacam itu dihindari itu karena rawan digugat soal rasa empati.

Yang juga membuat hal semacam itu rawan dicerca adalah karena yang diserang merupakan pejabat yang lagi bekerja di tengah bencana. Kita bisa berdebatlah apakah kinerja Pak Anies dan Pak Bima Arya ini sudah sempurna atau enggak dalam menangani banjir. Tapi, setidaknya mereka lagi bekerja dan gak berlindung di balik meja.

Pak Anies di Jakarta udah jelaslah ya lagi keluar masuk kawasan banjir untuk memastikan warga selamat. Sementara itu, Pak Bima Arya dan jajarannya ini juga ada kontribusinya terutama dalam menggkoordinasikan  kondisi di Bendung Katulampa.

Nah, dari hal itu, Pak Guntur dan banyak pihak lain di netizen rawan ditanya balik kalau mengirim sesuatu hal terkait banjir yang bernada politik. Banyak orang mungkin bakal bertanya, “emangnya kamu udah ngapain buat banjir ini?”

Ya semoga banyak dari kita bisa menahan diri dari menjadikan bencana sebagai komoditas politik. Kritik memang penting, tapi idealnya sih fokus ke substansi dan gak menghilangkan rasa empati. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.