Menyoal Reuni Jokowi dan Ahok

Jokowi Ahok reuni
Presiden Jokowi dan Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Foto: BPMI Setpres)
2 minute read

“Kaulah yang bisa membuatku bahagia, dan itu sangat berarti,” – Rocket Rockers, Reuni


PinterPolitik.com

Mungkin, masih ada yang terngiang-ngiang dengan duet Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasangan ini memang tergolong fenomenal di mata netizen karena sempat menimbulkan gebrakan ketika menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Pas kampanye, strategi mereka di media sosial sepertinya cukup menarik banyak netizen sehingga banyak dukungan mengalir kepada mereka. Ketika resmi menjabat, mereka juga punya gaya kepemimpinan masing-masing di mana Pak Jokowi dikenal melalui blusukan sementara Pak Ahok terkenal melalui sikap frontalnya dalam mengurusi sesuatu.

Nah, kalau memang ada yang kangen dengan duo ini, keduanya akhirnya melakukan reuni. Setelah sebelumnya terpisahkan cukup lama karena Pak Ahok terkena kasus penistaan agama, akhirnya ada panggung yang bisa membuat keduanya berinteraksi.

Momen pertama tersaji ketika Pak Jokowi meninjau kilang minyak di Tuban, Jawa Timur. Kala itu, pak Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina ikut mendampingi Pak Jokowi di kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) itu.


Tak berselang lama, Pak Jokowi juga bereuni dengan Pak Ahok ketika sang presiden meresmikan implementasi energi baru terbarukan biodiesel 30% (B30). Kala itu, Pak Jokowi dan Pak Ahok bahkan sempat mengobrol berdua dengan tampang yang serius.

Nah, gimana nih pendukung Jokowi-Ahok di Pilgub DKI, apakah kedua momen reuni itu sudah cukup memenuhi rasa kangen?

Memang sih, sekarang ini posisi keduanya cukup berbeda. Pak Jokowi berada di pemerintahan eksekutif yaitu sebagai presiden. Sementara itu, Pak Ahok sekarang jadi pejabat perusahaan pelat merah yaitu Pertamina.

Meski demikian, bukan berarti keduanya gak bisa berinteraksi secara intens. Kan Pak Jokowi masih bisa menitip pesan ke Pak Ahok untuk menyelesaikan banyak perkara di sektor minyak. Pak Jokowi misalnya menekankan kepada Pak Ahok untuk bisa mengurangi ketergantungan kepada impor BBM.

Nah, pertanyaannya, apakah Pak Jokowi dan Pak Ahok bisa bereuni dalam bentuk saling berpasangan dalam sebuah jabatan publik? Misalnya, yang satu jadi presiden dan yang lainnya jadi wakil presiden?

Hmmm, sepertinya pertanyaan itu terlalu liar ya. Untuk sekarang ini, biarkan reuni mereka hanya untuk perkara migas aja. Semoga aja interaksi keduanya bisa memberikan gebrakan di sektor tersebut seperti ketika mereka menggebrak Pilgub DKI Jakarta. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.