Menimbang Pendamping Ma’ruf dan Sandiaga

Maruf Tanya Status Ulama Sandi
Ma'ruf Amin. (Foto: Senayanpost)
2 minute read

“Di balik lelaki hebat, ada perempuan tangguh yang selalu berada disampingnya.”


PinterPolitik.com

Hari ini waktu senggangku cukup banyak. Mau ngapa-ngapain rasanya malas. Kalau sudah mager maksimal seperti ini, berselancar di dunia online memang sudah paling oke. Dan lagi, stok coklat yang ku beli waktu hari Valentine kemarin cukup banyak. Maklum, lagi banyak diskon.

Btw, mumpung lagi senggang, kali ini ku lagi mau kepo tentang istri-istri para calon pemimpin negeri ini. Ya, seiring perjalanan waktu, peran perempuan di segala bidang selalu menjadi perhatian. Apalagi bagi mereka-mereka yang merupakan istri calon pemimpin negeri.

Kalau istri presiden Joko Widodo, Iriana Widodo aku udah banyak tahu-lah ya. Apalagi dia sudah beberapa kali muncul di media. Nah, kalau istri dari para cawapres kita bagaimana ya? Mereka masih terlalu asing di pikiranku.

Hmmm, mulai dari siapa ya? Ahh, bagaimana kalau istri kedua Ma’ruf Amin, Wury Estu Handayani. Oh, ternyata Ma’ruf sudah menikah dua kali. Waktu menikah, Ma’ruf berstatus duda, sedangkan Wury berstatus janda. Ternyata, mereka bersatu melalui jalan ta’aruf.


Wury ini ternyata lulusan Akademi Kesehatan Gogo Politeknik Kesehatan, dan menjadi seorang perawat gigi di sebuah puskesmas. Selain itu, dia juga pernah menjadi Dewan Penasihat Pengurus PP Muslimat NU, periode 2016-2021.

Lalu, bagaimana dengan istri Sandiaga Uno? Mari kita browsing sejenak…

Ternyata, perempuan yang pernah dipacari selama 13 tahun sejak SMP ini merupakan Lulusan Stilwater Oklahoma, Amerika Serikat. Tapi, walaupun punya gelar memukau, Nur Asia lebih memilih menjadi ibu rumah tangga biasa. Meski begitu, ia aktif mengikuti Sandiaga di berbagai kegiatan, baik kegiatan dalam dunia politik maupun bisnis.

Baca juga :  Mempertanyakan Pendirian Indonesia Aid

Hmmm, menjelajahi identitas dua perempuan ini ku jadi makin tersadar, pria yang hebat biasanya didampingi oleh pasangan yang hebat juga. Dalam kadar tertentu, suatu tokoh politik bisa terbentuk citranya melalui hubungan  dengan pasangannya.

Tidak percaya? Tengok saja bagaimana nasib mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pasca buru-buru menikah, tak lama setelah bercerai. Ternyata, kehadiran pasangan baru bagi Ahok membuat citranya tak lagi memukau di mata perempuan.

Kalau menurut kamu gimana? Siapa yang paling bisa memberi nilai tambah bagi citra para cawapres ini? Apakah Wury dengan kiprahnya di Muslimat NU? Atau Nur Asia dengan berbagai aktivitasnya bersama Sandi? (F41)