Mencari Peran Parpol Atasi Corona

Mencari Peran Parpol Atasi Corona
Seorang tenaga medis mengenakan beberapa alat pelindung diri (APD) di tenda medis yang dibangun untuk menghadapi wabah virus Corona (Covid-19) di Lhokseumawe, Aceh. (Foto: AFP Forum)
3 minute read

“Politicians never did s**t for me. Except lie to me, distort history” – JAY Z, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Masih dalam nuansa berkabung terkait pandemi Corona (Covid-19), gengs, banyak banget nih masyarakat yang mengeluhkan permasalahan yang ada di dalam negeri. Seperti kurang cepatnya antisipasi pemerintah terhadap penyebaran nih virus dan terlalu meremehkannya pemerintah terhadap pandemi ini. Bahkan nih, sampai keluar ungkapan, “apa ekonomi lebih penting daripada nyawa warga Indonesia ya?”

Dari berbagai permasalahan itu, ada nih gengs permasalahan dasar yang harusnya bisa diatasi secara jauh-jauh hari. Ayo tebak apa itu. Ada yang tau gak nih?

Pasti udah tau semua dong tentunya. Bener banget cuy, yaitu minimnya ketersediaan masker dan hand sanitizer. Dua barang yang biasanya menurut kita tidak menjadi kebutuhan primer ini, secara mendadak menjadi sangat berharga cuy. Kalau diibaratkan nih dua barang itu sekarang lebih berharga dari pada emas batangan bro.

Bahkan, nih saking langkahnya, harga masker yang biasanya dijual per box seharga Rp 50 ribu kemarin harganya sempat melonjak sampai Rp 500 ribu, cuy. Bahkan, ada yang jual sampai Rp 1 juta . Wah, gokil sih.


Permasalahannya nih, kedua barang tersebut masih langka banget cuy sampai sekarang. Ngomongngomong pemerintah gak ada insiatif untuk produksi massal gitu? Kan tanggung jawab pemerintah menyediakan barang kebutuhan pokok masyarakatnya.

Apa jangan-jangan maskernya udah terlalu banyak diekspor ke Tiongkok? Yah, jadinya keceplosan lagi deh.

Ceritanya gini gengs. Bulan Januari hingga Februari kemarin, ekspor masker Indonesia ke beberapa negara tetangga naik drastis lho. Ekspor masker ke Singapura naik sebesar 827,645%, ke Hongkong naik 123,274%, sedangkan ke Tiongkok naik sekitar 5,3 juta persen.

Gokil gak tuh? Saat ini masyarakat Indonesia sedang butuh lho. Kalau begini, yang harus disalahkan Kementerian Perdagangan atau siapa nih jadinya?

Terlepas dari itu, terdapat hal yang lebih menarik nih. Coba teman-teman renungkan sebentar. Ke mana sih sebenarnya partai politik yang kemarin pada nyari kita ketika Pemilu? Ada yang tau gak teman-teman di mana mereka? Auk ah gelap nih kepala mimin.

Dulu aja ketika Pemilu, mereka semua secara kompak cetak kaos dengan lambang partai dan gambar calon pejabat yang diusung. Lah sekarang, ketika rakyat butuh masker dan hand sanitizer mereka malah hilang.

Apa sebenarnya mereka itu sesosok mahluk gaib yang antara ada dan tiada? Jadi ingat lagunya Band Utopia deh kalau seperti ini.

Bagi kaos bisa, bagi-bagi masker kapan? Apa lagi kan sekarang banyak tenaga medis yang mengeluh kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

Oh iya, lupa gengs mimin lupa, kan mereka ada pas waktu butuh suara kita aja ketika Pemilu, kalau pas momentum seperti sekarang, mungkin mereka tiba-tiba amnesia cuy. Upsss.

Sampai-sampai nih dai nyentrik yang akrab dipanggil Gus Miftah juga menyindir mereka nih di Instastory nya. “Di mana partai partai politik yang ketika Pemilu bagi-bagi kaos, ini masyarakat butuh masker dan hand sanitizer kok gak ada yang kelihatan” tanya Gus Miftah.

Di dalam hati, mimin berucap, “sama gus, pertanyaan anda dengan kami. Kita senasib gus cuma dicari pas ada butuhnya, seperti teman cewek yang nyari kita ketika pengen curhat disakiti pacarnya, setelah baikan kita dilupakan”. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.