Menanti Kiprah BKPM

Menanti Kiprah BKPM
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Jokowi menandatangani kesepakatan investasi di Ulsan, Korea Selatan. (Foto: Istimewa)
3 minute read

“We got to do better, people” – J. Cole, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Mungkin, akhir-akhir ini, dinamika politik bisa dibilang lebih stabil dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Setelah asa panas Pemilu 2019 berakhir dan masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang kedua telah bergulir, pertarungan politik di tingkat nasional tampaknya menjadi lebih adem ayem.

Setidaknya, beberapa aktor politik yang dulu saling bersaing kini telah menjadi kawan “baik” dalam mendorong jalannya pemerintahan. Dengan begitu, harapannya sih, lima tahun ke depan dapat berjalan dan menciptakan kesejahteraan ekonomi yang lebih merata.

Ya, mungkin, itulah yang diungkapkan oleh Presiden Jokowi di awal-awal periode keduanya beberapa bulan lalu. Gebrakan kebijakan ekonomi – seperti kemudahan berinvestasi – disebut-sebut akan segera mengisi berbagai aturan dan institusi.

Eits, tapi, kita tampaknya perlu menunggu lagi nih sepertinya. Pasalnya, situasi ekonomi diprediksi akan menjadi gloomy nih dalam beberapa waktu ke depan.


Hmm, kalau begitu, apa nih yang akan dilakukan pemerintah agar situasi ekonomi yang semakin tegang ini segera teratasi? Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang baru kini dipimpin oleh Bahlil Lahadalia – bisa aja jadi tumpuan harapan pemerintahan Jokowi nih sepertinya.

Beberapa waktu lalu, pihak Istana bilang kalau Pak Jokowi akan segera mengeluarkan peraturan yang akan membesarkan wewenang badan pengatur investasi tersebut. Sekretaris Kabinet Pramono Anung bilang kalau upaya ini bertujuan agar pengurusan izin berbisnis dapat lebih terpusat di BKPM.

Ya, semoga saja BKPM dapat memenuhi ekspektasi Pak Jokowi nih soal investasi. Pasalnya, sang presiden tidak hanya sekali lho mengeluhkan iklim investasi yang cenderung terhambat oleh berbagai tantangan birokratis.

Saking kecewanya beliau pada situasi investasi di periode pertamanya, Pak Jokowi sempat memarahi Thomas Lembong, mantan kepala BKPM. Sampai-sampai nih, kata-kata “bodoh” disebut-sebut terucap dari mulut beliau. Begitulah kurang lebih curahan hati Pak Thomas dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan.

Waduh, serem juga dong. Sepertinya, BKPM yang baru harus berupaya lebih keras nih buat mewujudkan visi Jokowinomics yang menjadikan investasi sebagai salah satu fokus utama. Apalagi nih ya, BKPM bakal segera dapat insentif aturan yang bisa saja membantu kinerjanya.

Kalau investasi masih sepi aja, bukan tidak mungkin nih BKPM yang baru bakal kena semprot juga. Wah, kira-kira bakal curhat kemana lagi nih ya? Hehe.

Mungkin, BKPM perlu nih mendorong upaya promosi dan komunikasinya agar bisa menarik perhatian para investor. Pasalnya, banyak juga investor yang akhirnya lebih memilih negara lain – seperti Vietnam – untuk berinvestasi dibandingkan Indonesia.

Ya, semoga saja upaya-upaya yang dilakukan BKPM nantinya dapat menciptakan iklim investasi yang lebih ramai di tengah-tengah situasi ekonomi yang semakin tegang. Jangan sampai lah BKPM yang baru mendapatkan olokan dan kemarahan serupa seperti di masa lampau. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.