Menanti Kepala Daerah Bersih

Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 hampir mencapai puncaknya. Hari pencoblosan calon kepala daerah di 171 provinsi itu akan digelar besok, Rabu, 27 Juni 2018. Salah satu hal yang mewarnai kontes politik itu adalah adanya kandidat kepala daerah yang dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat setidaknya ada sembilan calon kepala daerah yang terjerat kasus rasuah.
Istimewa
2 minute read

“Kami melihat beberapa calon kepala daerah yang mau kompetisi di Pilkada yang akan datang terindikasi korupsi. Ini peringatan keras buat yang lain terutama incumbent (agar tidak melakukan hal yang sama),” ~ Ketua KPK, Agus Rahardjo.


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]ereksposnya pemberitaan mengenai sembilan calon kepala daerah yang terjerat kasus korupsi di tengah hiruk pikuk Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018, seakan menyayat hati para pemilik suara. Gimana gak? Suara yang cuma satu-satunya ini ternyata diberikan kepada orang yang mengkhianati kepercayaan rakyat.

Angka sembilan orang tersebut memang gak banyak sih dibanding jumlah kepala daerah yang ada. Tapi kenyataan itu tetap aja mencederai kepercayaan yang telah diberikan rakyat pada calon pemimpinnya. Cuma bikin keki memilih pemimpin daerah yang haus harta dan jabatan. Eike mah ogah milih kayak gitu.

Para calon kepala daerah ini memang pintar memainkan perannya disaat Pemilu kayak gini. Giliran saat kampanye, pasti mereka menebar janji manis dan segala program yang ciamik pada masyarakat. Eh, pas udah menjabat, dia malah menghilang menjauh dari rakyat. Tau-tau denger kabarnya udah tercyduck KPK.

Hadeuh, ada-ada aja yang tingkah polah para calon kepala daerah ini. Bikin eike gemes mau cubit pipi mereka sampe merah merona, biar gak melakukan hal yang melanggar hukum. Padahal mereka itu tau loh jabatan yang diembannya itu adalah amanah dari rakyat, tapi kok masih aja kepincut mau korupsi.

Udah lah, masyarakat nanti gak usah milih calon kepala daerah yang kayak gini. Pilih tuh yang memberikan visi misi yang konkret dan bisa dipertanggung jawabkan. Jangan memilih cuma karena terpesona dan terbuai dengan janji angin surga. Apalagi memilih cuma atas dasar kesamaan agama doang, cape deh.

Nah biar kalian bisa memilih calon kepala daerah dengan baik nih eike kasi tipsnya dari saran Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem): Pertama, kenali kebutuhanmu. Dengan mengetahui kebutuhan diri kita di daerah, maka kita bisa menyesuaikan pilihan pada calon kepala daerah yang tepat.

Kedua, cermati masalah di daerahmu. Kalian harus tau masalah apa yang sedang dihadapi daerahmu sendiri, dengan demikian nanti bisa dicari calon kepala daerah yang bisa membantu memberikan jalan keluar atas permasalahan tersebut. Ketiga, ketahui visi-misi dan program kandidat. Selengkapnya bisa kalian cek di web KPU. Keempat, cari tahu rekam jejak kandidat. Kalau dulu dia pernah memimpin, tapi gak berhasil, ya mending jangan dipilih. Tapi kalau sebaliknya, nah itu yang sebaiknya kalian pilih. (K16)