Mbah Amien Kecewa dengan Anaknya?

Mbah Amien Kecewa dengan Anaknya
2 minute read

Amien Rais selalu bergelora menentang pemimpin kafir. Namun tingkah polah anaknya, Mumtaz Rais di pencalonan Pilgub Sumatera Utara menunjukkan yang sebaliknya.


PinterPolitik.com

Pasalnya, Mumtaz Rais maju sebagai cawagub dari wagub Jopinus Ramli Saragih, yang notabene seorang kafir. Ya, seorang kafir!

Padahal, sudah jelas-jelas manusia di dunia ini selalu dibagi dalam dua jenis. Laki-laki atau perempuan. Introvert atau ekstrovert. Penggemar tahu atau penggemar tempe. Pas lampu merah berdiri di belakang garis atau di depan garis. Muslim atau kafir.

Nah, dari sekian banyak Muslim di Sumut, kok bisa-bisanya Mas Mumtaz maju bersama kafir???

Dibandingkan perbedaan-perbedaan di tengah umat manusia lainnya, tentu saja bagi Amien Rais kafir adalah kalangan yang paling tak beruntung. Bila Allah mengizinkan, ujarnya, kafir apalagi kecebong pendukung Jokowi bisa saja dilaknat dan dijatuhkan dari kekuasaan.

Contoh yang sudah dijatuhkan oleh Allah, didukung oleh umat Islam, adalah Ahok. Sudah takdir dan jalan Allah bahwa Ahok, yang kata Mbah mirip Dajjal, kemudian dihukum oleh Umat Islam di Mako Brimob.

Hitung-hitungan politik yang taktis disinyalir ada di belakang pencalonan anak Mbah dengan cagub kafir ini. Perkawinan kembali Demokrat-PAN misalnya, mungkin saja alasan kuat langkah Mumtaz ini. Terlebih, Mumtaz rela turun gunung ke daerah nan jauh di utara Sumatera, padahal ia dan keluarganya dari Yogyakarta. Ada apa sih di Sumut!

Yah, pokok’e ada apapun itu di Sumut, hitungan politis yang mumpuni sudah pasti diambil oleh Mumtaz Rais, anak seorang profesor politik. Sayangnya, hitungan praktis itu mengabaikan nilai luhur keagamaan yang ditanamkan ayahnya, utamanya berhati-hati terhadap kafir.

Mumtaz, si anak nakal, benar-benar tak mendengarkan ayahnya! Atau, ayahnya yang belum menjadi ayah yang baik ya? Masa sih, anaknya tidak dididik dengan benar? Orasi Mbah Amien saja sudah mendidik umat Islam untuk berhati-hati terhadap kafir, utamanya asing dan aseng. Masa Mbah kurang orasi di rumah?

Ah, tapi bisa saja orasinya kan pesanan, kawan! Berhubung dekat sama Anies, ya sudah serang Ahok sampai titik darah penghabisan. He eh betul betul, bisa jadi. Ngga ada yang tahu kan apa yang didapat Mbah di belakang layar? (R17)