Masihkah PDIP Kena KPK?

Soal Hukuman Mati PDIP Beda Standar
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika memimpin upacara peringatan HUT RI ke-71 di kantor DPP PDIP, Jakarta. (Foto: Antara)
2 minute read

“Rasa cinta yang dulu telah hilang kini berseri kembali,” – Ada Band, Masih (Sahabtku Kekasihku)


PinterPolitik.com

Awal tahun 2020, berita tentang korupsi ternyata masih tetap mewarnai ya. Bukannya apa-apa, beberapa orang sempat menduga bakal ada pelemahan KPK setelah revisi UU KPK dan pimpina baru dilantik. Eh, ternyata masih ada aja yang digelandang ke kantor komisi antirasuah tersebut.

Setelah sebelumnya ada berita kalau Bupati Sidoarjo Saiful Ilah jadi tersangka KPK, belakangan terjadi pula Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan. Nah yang menarik, ternyata OTT ini berbuntut panjang.

Ternyata, OTT komisioner KPU ini menarik-narik nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ke dalam pembicaraan. Waduh, kok jadi panjang gini ya?

Kan OTT ini terjadi karena proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI dari PDIP yang meloloskan Harun Masiku. Nah, yang tanda tangan surat PAW ini adalah Pak Hasto, sesuatu yang kemudian ia akui sendiri.


Munculnya nama PDIP ini kemudian ditanggapi beragam oleh banyak pihak. Salah satunya berasal dari politisi PDIP sendiri Masinton Pasaribu. Kalau kata Pak Masinton, kasus ini tuh memiliki motif politik dan secara khusus menuding kalau kasus ini mendiskreditkan PDIP. Waduh!

Hmmm, memang sih munculnya kasus ini tuh jadi coreng bagi muka PDIP, wabilkhusus kalau ternyata petinggi partai sekelas Pak Hasto terlibat. Kan ironis juga, PDIP lagi dalam gelaran Rakernas untuk menyusun arah partai ke depan, eh malah berpotensi tercemar lagi gegara korupsi.

Yang jadi perkara, PDIP ini sudah lama dikaitkan dengan imej sebagai salah satu partai yang paling sering berurusan dengan masalah korupsi. Di sepanjang 2014-2019 misalnya, PDIP di urutan kedua anggota legislatif yang paling banyak terjerat korupsi versi ICW. Tak hanya itu, di 2018, jumlah kepala daerah asal PDIP yang ditangkap KPK jadi yang terbanyak.

Terkait dengan hal itu, pada awalnya, ada yang mempertanyakan akankah PDIP bakal kena lagi perkara di KPK di tahun 2020 dan seterusnya? Bukannya apa-apa, PDIP termasuk partai yang mati-matian membela revisi UU KPK dan pimpinan KPK yang baru, dua hal yang dituding aktivis antikorupsi bakal melemahkan KPK.

Nah, dari rangkaian kasus Pak Wahyu hingga akhirnya ke Pak Hasto, akankah PDIP bakal kena kasus di KPK lagi? Ya, gak bisa menduga-duga. Yang jelas, kalau akhirnya ada lagi kader PDIP yang ditangkap gegara kasus ini, coreng di muka PDIP bisa jadi bertambah. (H33)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.