‘Mantan’ Jokowi Yang Tersakiti

‘Mantan’ Jokowi Yang Tersakiti
Syafti Hidayat (kiri) dan Amirullah Hidayat (kanan)
3 minute read

“Jika Jokowi terpilih lagi, masa depan bangsa dan rakyat Indonesia dalam bahaya. Ini yang tidak kita inginkan.” ~ Kordinator Komunitas Relawan Sadar, Amirullah Hidayat.


PinterPolitik.com

Salah satu sudut pandang politik tertentu, terkadang memiliki unsur romantisme. Bagai sebuah kisah cinta, adakalanya manis dan ada pula yang pahit karena bertepuk sebelah tangan. Dan disaat cinta itu bertepuk sebelah tangan, di situlah ada hati yang tersakiti. Makjleb di hati kayak lagu ‘Pupus’ Dewa-19.

Ya seperti perasaan dua mantan pendukung Jokowi, Amirullah Hidayat dan Syafti Hidayat. Amirullah merupakan Kordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa), sedangkan Syafti adalah pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP). Cucok Meong banget sih Dua Hidayat ini.

Keduanya kini mengaku tobat dengan kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden. Menurut mereka, dalam kurun waktu tiga tahun aja, Indonesia dibikin berantakan. Untuk itu mereka merapatkan barisan agar bisa mempersuasi masyarakat agar Jokowi tidak lanjut dua periode. Wuidih militan abis.

Keduanya memang baru-baru ini mengadakan pertemuan tertutup pada Minggu malam di kawasan Tebet, Jakarta Selatan (1/4). Ayo ada yang tau apa agenda pertemuannya? Ya apalagi coba kalau bukan mempersuasi masyarakat agar stop mendukung Jokowi, sehingga kandas dua periode.


Masa sih Indonesia seberantakan itu? Ada yang sepakat dengan Duo Hidayat ini? Kuy lah kita liat apa aja yang telah dilakukan Pemerintahan sekarang dalam kurun waktu tiga tahun tersebut. Kalian bisa intip-intip selengkapnya pada laporan tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK.

Pemerintahan yang sekarang gak berkesan Auto Pilot karena berperan aktif kerja nyata untuk pembangunan bangsa. Pemerintahan sadar benar kalau bangsa ini mau maju, ya masyarakatnya harus keluar dari zona nyamannya. Karena sudah terlalu lama bangsa ini di nina bobokan.

Apa yang dilakukan Pemerintahan Jokowi itu sederhana aja kok sebenarnya, yakni kerja nyata membangun negeri yang tertampung dalam Nawacita. Dan untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah. Karena banyak pihak yang merasa resah jika Nawacita sukses diterapkan.

Lha ada toh pihak-pihak yang gak ingin Indonesia maju? Ya ada dungs, banyak malahan. Sebut saja mereka dengan makhluk bernama ‘Mafia’. Makhluk ini tidak berwujud, tapi ada di mana-mana. Di eksternal pemerintah (swasta), maupun internal pemerintah (birokrat).

Kalau sampai Pemerintah dan Rakyat kompak membangun Indonesia, ya mereka adalah pihak yang pertama teriak menderita. Karena banyak lahan penghasilan para mafia ini yang perlahan tertutup akibat penataan pelayanan pemerintahan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Pergerakan mafia dipersempit dengan adanya Reformasi pada beberapa sektor seperti Anggaran, Agraria, Kemaritiman, Migas, dan Perdagangan. Semua kebijakan ini berfokus pada Perbaikan internal pelayanan, Pembersihan birokrasi dari Mafia, dan Membangun pondasi ekonomi masa depan.

Pemerintahan Jokowi bukanlah pemerintahan yang tak tercela, pastilah ada banyak ditemukan kecacatan. Jadi wajar kalau Duo Hidayat, mantan pendukung Jokowi ini, melakukan kritik dan berpendapat agar Jokowi tidak lanjut dua periode. Eits tapi tunggu dulu, obyektif gak nih kritikannya?

Pasalnya, akan selalu ada kemungkinan kritikan seperti ini didukung oleh pihak-pihak berkepentingan di belakangnya. Siapa itu? Ya orang-orang yang merasa gerah dengan berbagai kebijakan Jokowi selama tiga tahun ini. Bisa jadi para Mafia mendompleng gerakan kritikan semacam ini. Ya kalau sampai Jokowi lanjut dua periode, mmm, modar itu semua mafianya, buahahaha. (K16)