Manggantung Nasib Ma’ruf dan Terawan

Nasib Ma’ruf dan Terawan
2 minute read

“Kami mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengganti Menkes Terawan dengan figur yang lebih paham kesehatan publik, punya kepekaan krisis, yang akan memandu kita melewati krisis kesehatan terburuk ini”. – Haris Azhar, Direktur Eksekutif Lokataru


PinterPolitik.com

Desakan berbagai pihak memang bermunculan yang meminta Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Pasalnya, cara doi menangani situasi krisis yang sedang dihadapi oleh Indonesia dianggap bermasalah.

Cara doi melakukan komunikasi publik misalnya, dianggap kurang tepat untuk masalah segenting dan sepenting virus corona alias Covid-19 yang saat tulisan ini dibuat sudah bertambah lagi kasusnya menjadi 309 di Indonesia dengan 25 di antaranya meninggal dunia.

Selain itu, Kementerian Kesehatan yang dipimpinnya juga dianggap tidak mempersiapkan protokol penanganan Covid-19 sebelum kasus ini merebak di Indonesia.

Makanya, nggak heran beberapa pihak sampai menginginkan agar Pak Jokowi mencopot sang menteri dari posisinya.


Nah, ternyata ada yang membela Menkes Terawan di tengah simpang siur isu terkait ketidaksiapan pemerintah dan “anggap remeh” yang dituduhkan kepada pemerintahan Jokowi. Wakil Presiden Ma’ruf Amin misalnya, meminta publik untuk tak saling menyalahkan, terutama kepada Menkes Terawan.

Ma’ruf meminta semua pihak bahu membahu bersama melawan persoalan virus corona ini.

Hmmm, tapi pembelaan Ma’ruf kok jadi kayak “orang sakit menolong orang sakit” ya? Soalnya bukan hanya Menkes Terawan yang sedang disorot, tetapi Ma’ruf Amin sendiri juga tengah disorot loh. Upppss.

Iya sih, beberapa bulan terakhir memang banyak pihak yang mempertanyakan kinerja dan kontribusi Ma’ruf dalam pemerintahan Jokowi. Beberapa pengamat bahkan menyebutkan bahwa kinerja Ma’ruf belum dirasakan oleh masyarakat.

Kalau mau dibandingkan sama wapres terdahulu, Pak Jusuf Kalla (JK) misalnya, jauh banget lah. Pak JK kan terkenal dengan pemikiran-pemikirannya yang cepat dan kerap menjadi solusi untuk persoalan-persoalan yang dihadapi oleh negara.

Bener sih, pembelaan Pak Ma’ruf terhadap Menkes Terawan jadi kayak the sick man membela the sick man yang lain. Masalahnya, konteks pembelaan itu bisa berdampak pada makin buruknya penyelesaian persoalan Covid-19 di Indonesia.

Kalau dulu negara-negara di Eropa pernah dijuluki sebagai the sick man of Europe – misalnya di akhir era kekuasaan Kekaisaran Ottoman – karena kekacauan ekonomi dan politik, saat ini mungkin bisa dibilang ada the sick men in the cabinet di pemerintahannya Pak Jokowi.

Semoga cepat berlalu ya. CBadai Covid-19-nya loh ya, bukan Wapres dan Menkes-nya. Uppps. (S13)