Luhut vs Faisal Basri-Said Didu

Luhut vs Faisal Basri Said Didu
Menko Kemaritiman dan Investasi (berdiri) ketika Presiden Jokowi memperkenalkan para menteri di Kabinet Indonesia Maju pada Oktober 2019 lalu. (Foto: Twitter/@KSPgoid)
3 minute read

“The beef is bubblin’. It’s no discussion” – Kendrick Lamar, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Memang ya, gengs, penyebaran virus Corona (Covid-19) ini menguji mental para pemimpin kita. Bukan hanya menguji keterampilan analisis, cuy, tapi juga emosi dan jiwa kepemimpinan juga.

Bagaimana ya, gengs? Di tengah pandemi ini, para pemimpin Indonesia dihadapkan dengan berbagai situasi dan kondisi yang pelik. Mungkin, itu memang berat banget sih, tapi ya bagaimana lagi, cuy? Namanya juga pemimpin. Kalau mau kerjaan mudah ya jadi staf saja. Hehehe.

By the way, pasti kalian udah dengar dong hal pelik dan menarik yang terjadi antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Kasus itu lagi trending banget nih, gengs. Pasalnya, Said Didu memberikan kritik pedas kepada Opung Luhut. Bahkan, doi sampai upload video di saluran YouTube pribadinya dengan judul “Luhut hanya pikirkan uang, uang, dan uang”. Buset dah.


Lebih-lebih nih, cuy, doi menilai bahwa, menurut Luhut, legacy itu lebih penting dari pada menyelamatkan nyawa masyarakat. Hal ini dikarenakan Luhut tetap ngotot agar Pemerintah Indonesia tidak mengganggu dana untuk pembangunan ibu kota baru, cuy. Weleh-weleh, kalau ini sih emang pedes banget ya, gengs – kayak omongan tetangga. Hehehe.

Akibat dari perkatannya itu, cuy, mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini diancam akan dipolisikan oleh Opung Luhut kalau tidak meminta maaf. Wadadaww, Pak Said Didu apa gak takut sama Opung? Doi kan “lord” yang mempunyai power besar di Indonesia. Kalau masyarakat biasa mungkin sudah keder ya, cuy.

Tapi, ngomong-ngomong nih, gengs, ketika wabah Covid-19 ini melanda Indonesia memang Opung Luhut dapat kritik pedas cukup sering ya. Bahkan, sebelumnya juga doi mendapatkan kritik pedas dari ekonom senior Universitas Indonesia (UI), yaitu Faisal Basri. Dalam cuitan Twitter-nya, doi menilai bahwa Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari Covid-19.

Busettt, kalau ini sih gak kalah pedes cuy dengan kritik yang dilontarkan oleh Said Didu. Kalau jaman sekarang sih nyebutnya “julit banget” – gak kalah sama ibu-ibu kalau lagi nongkrong bareng. Hehehe.

Pasca-cuitan Faisal Basri ini trending, Jubir Menko Maritim dan Investasi langsung memberikan respon singkat. Jodi Mahardi mengatakan bahwa manusia mempunyai batas kesabaran. Ini sih namanya tanggapan minimalis tapi menggigit cuy. Hehehe.

Kira-kira nih, kalau Faisal Basri dan Said Didu bergabung melawan Opung Luhut, siapa ya yang akan menang? Upsss, mungkin hanya waktu yang dapat menjawab. Hehehe,

Lebih jauh dari itu, kalau para pakar dan pejabat saling serang dan gak ada yang mau ngalah seperti ini, terus nasib kita sebagai masyarakat biasa gimana ya gengs?

Padahal, yang kita harapkan sih sebenarnya simpel, cuy, dalam kondisi seperti sekarang, yaitu solusi dari berbagai kalangan. Bukan malah tontonan perkelahian seperti ini. Hadeuuhh. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.