LIPI Merahkan Pipi Anies

LIPI Merahkan Pipi Anies
Foto : Istimewa
2 minute read

“Aku rindu ketiadaan, kekosongan, kegelapan dan kesunyian. Apa kalian tanya mengapa? Sini kuberi tahu karena aku itu berasal dari sana!”


PinterPolitik.com 

[dropcap]B[/dropcap]ukan karena digampar, ditonjok, bahkan dimaki. Pipi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merah karena dinilai memiliki elektablitas yang sangat tinggi untuk menjadi pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Cie… Selamat ya pak, tapi tetap fokus loh bangun Jakarta biar, Pilpres 2024 lebih mudah untuk duduk jadi RI satu. Hehehe.

Inget ya pak, biar tetap potensial, jangan korupsi, tetap kerja tapi jangan asal kerja. Harus kerja yang benar. Jangan kerjaannya blunder terus sama Bang Sandi, tuh contohnya kayak masalah bambu kemarin hehehe.

Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memang menempatkan Anies di posisi teratas menjadi cawapres untuk mendampingi Prabowo.


Alah, hebat banget deh memang Anies.

Eh sebentar dulu, ini bukan berarti menjadi survei tertinggi yang dapat mengalahkan survei Jokowi dengan pasangan Tuan Guru Bajang (TGB) atau Mahfud MD ya, baru sama Prabowo aja loh! Hehehe.

Nih angkanya, posisi cawapres Prabowo yang teratas diisi oleh Anies (23,1 persen), Ahmad Heryawan (2,9 persen), Gatot Nurmantyo (20 persen), dan AHY (15,7 persen). Ini bukan hoax loh ya, tapi ini kata peneliti LIPI.

Prabowo masih menjadi penantang terkuat Jokowi dengan elektablitas 26,6 persen. Sementara, elektablitas Jokowi berada di angka 58,2 persen.

Gimana menurut kalian? Gokil gak tuh? Tenang buat para pendukung Prabowo, jangan kecewa, belum tentu survei ini dapat teruji di lapangan kok. Hehehe.

Nah kalian mau tahu apa kata Anies setelah mengetahui kabar ini? Hehehe.

Anies sempat merespon seperti ini: “Apa hasilnya? Saya? Ah masa? Ya, saya baca dulu nanti surveinya.”

Prikitiew, kamu sudah bayangkan gimana mimik wajah Anies? Hehehe.

Anies juga bilang: “Ya saya merasa terhormat, ya gimana lagi coba. Ini sebuah urusan yang sangat kompleks dan itu sebenarnya bukan wilayah saya sebetulnya. Cuma saya mengapresiasi masyarakat yang menyebut, yang memikirkan, yang membuat ini ada di top mind. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu untuk kerja lebih baik di Jakarta.”

Ahahaha, selamat ya Pak Anies. Tapi jangan jemawa loh. Tetap bekerja untuk Jakarta, awas jangan sampai pecah kongsi sama Bang Sandi cuman karena mau jadi cawapres.

Eh gengs, saya ada kutipan bagus nih, coba kalian pahami deh apa yang dikatakan Buddha. Kalian pahami ya bukan hanya sekedar dibaca hehehe: “Dengan orang-orang bodoh, tidak ada persahabatan. Lebih baik seseorang hidup sendiri daripada hidup dengan para lelaki egois, angkuh, pemberontak, dan kepala batu.” (G35)